Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Tucker-Assad

Serangan senjata kimia di Douma telah dijadikan alasan oleh para elit global untuk melemparkan ancaman perang besar. Dunia menanti, apa yang akan terjadi beberapa jam/hari ke depan. Berbagai spekulasi dan dugaan diajukan. Dubes AS untuk AS, Nikki Haley, sudah menyatakan AS akan bertindak “melindungi rakyat Suriah” dengan atau tanpa izin PBB.

Hailey, yang di depan lembaga lobby Zionis terbesar AS, AIPAC, pernah berkata akan “menendang” siapa saja yang menghalangi kepentingan Israel di PBB, akan melindungi rakyat Suriah, #eh?

Narasi bahwa ‘Assad pelaku penggunaan senjata kimia di Ghouta’ disampaikan masif oleh elit global dan disebarluaskan oleh media mainstream global dan lokal. Anehnya, pilihan yang diberikan elit global adalah perang. Mengapa mereka tidak melakukan penyelidikan dulu dengan kepala dingin?

Tentu saja karena tujuan utama mereka memang perang, dan yang dibutuhkan hanya alasan (pre-text), bukan penyelidikan.

Yang membuat saya miris adalah perilaku para cheerleader perang ini di Indonesia.

Perlu diketahui, orang Indonesia yang mendukung perang Suriah (penggulingan terhadap rezim Assad) secara garis besar terbagi 3 kubu:

■ kubu pro-jihadis (terafiliasi dengan Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, ISIS, dan Al Qaida cabang Indonesia)

■ kubu yang ngakunya anti-radikalisme, anti-jihadis, tapi sebenarnya pro Amerika dan Israel (alias ZSM).

■ kubu ke-3: orang-orang yang tahu sedikit tapi buru-buru ambil kesimpulan

Saya bertanya kepada kubu ZSM, “Bukankah kalian selama ini biasa mengecam kubu pro-jihadis di Indonesia yang gencar sekali membuat hoax terkait politik dalam negeri? Lalu mengapa untuk isu Suriah kalian malah percaya mati-matian pada info dari para jihadis?”

Kalian pasti akan jawab, “Siapa bilang?? Sumber kami media mainstream kok!”

“Oya? Coba cek sumber berita media mainstream kalian itu? Siapa? White Helmets, kan? Coba cari rekam jejak digital WH, pasti ketemu video dan foto-foto yang menunjukkan bahwa mereka sebenarnya jihadis yang sedang berganti baju pake helm putih dan pura-pura jadi tim medis.”

(Siapa White Helmets?)  (Film: Topeng Teror White Helmets)

Para ZSM, silahkan tonton video ini, analisis dari media mainstream AS, Fox News.

Kalau di hadapan tawaran untuk bersikap skeptis dan kritis kalian masih tetap bersuara senada dengan kubu pro-jihadis (untuk isu Suriah), itu semakin membuktikan bahwa kalian memang ZSM. Apapun kepentingan AS dan Israel, akan kalian bela.

Atau kemungkinan lainnya, sebagian kalian sebenarnya anggota ormas radikal tapi saat ini demi politik dalam negeri, kalian sedang berpura-pura jadi moderat (dan menyamar jadi pahlawan anti-hoax, khusus isu dalam negeri, tentu saja).

Namun satu hal yang perlu diingat oleh netizen yang aktif menggemakan narasi pro-perang versi elit global (baik ZSM, maupun anggota/simpatisan ormas radikal): tangan kalian berlumuran darah. Mengapa elit global mengucurkan dana ratusan juta Dollar untuk kepentingan propaganda perang Suriah? Karena mereka butuh dukungan opini dari orang-orang biasa di seluruh dunia. Jadi, netizen sangat berperan dan bertanggung jawab dalam perang ini, meski kelihatannya mereka cuma internetan.

Sejarah seharusnya menjadi pelajaran, betapa elit global sudah menipu rakyat dunia, lagi, dan lagi. Rakyat Irak dan Libya menjadi saksi. Tidak ada “demokrasi yang mensejahterakan” di sana, juga tidak “khilafah yang memakmurkan”. Yang ada hanya perusahaan transnasional yang berpesta pora meraup keuntungan dari perang. Sementara kalian, netizen yang menjadi cheerleader dalam mengeskalasi konflik Suriah, tak kebagian apa-apa, kecuali tangan yang kotor, yang tidak akan bisa dicuci dengan mudah kelak dengan alasan ‘tidak tahu’.

#SaveAkalKritis.

Video lengkap (dengan sub Indonesia) di sini.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: