Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Falasi ZSM (Lagi)

Falasi ZSM (Lagi)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

ZSM (istilah untuk orang Indonesia pembela Israel) punya satu hobi khusus: playing victim, memposisikan kaum Yahudi sebagai korban. Kecaman terhadap Israel dia samakan dengan ‘kebencian kepada Yahudi’. Seorang tokoh ZSM keliling ke seluruh Indonesia bikin acara nobar film bertema toleransi pada Yahudi. Toleransi antarumat beragama itu bagus, sangat bagus. Jangan lupa bahwa Rasulullah Muhammad bahkan sudah mengajarkannya ribuan tahun yang lalu: beliau menyuapi seorang Yahudi buta yang setiap hari mencaci-makinya.

Tapi, bila toleransi dipromosikan oleh seorang PEMBELA Israel, alarm kritis kita harus disetel. Karena, inilah falasi (kesalahan logika) yang sedang ditularkan oleh para ZSM: toleran pada Yahudi = toleran pada Israel.

Adakah manusia berhati nurani yang menolerir penjajahan dan penindasan?

Coba saja ditanyakan pada ZSM ini: mengapa Israel merampas tanah-rumah warga Palestina, bahkan sampai hari ini, perampasan terus berlanjut?

Jawabnya: *?*8&#$ [saking ruwet jawabannya, melantur ke sana-sini, bawa Alkitab, bahkan bawa Nabi Musa]

Ada ZSM yang mempertanyakan, mengapa Israel selalu disalahkan dalam berbagai konflik di Timteng?

Mungkin dia perlu membaca jurnal-jurnal ilmiah, yang ditulis oleh orang AS sendiri, atau dokumen CIA yang sudah declassified, bahwa segala perang yang dilakukan AS di Timteng adalah DEMI MENJAGA KEPENTINGAN ISRAEL.

Doktrin kebijakan luar negeri AS adalah: kepentingan nasional AS SAMA DENGAN kepentingan nasional Israel. Kalimat ini selalu diulang-ulang setiap kandidat presiden AS saat berpidato di depan organisasi-organisasi lobby Yahudi.
Jadi, ini bukan teori konspirasi ya. Ini bahasan yang sangat akademis dan ilmiah.

Penstudi HI pasti kenal dengan nama Robert Gilpin. Silahkan download artikel jurnalnya yang dimuat di jurnal bergengsi, International Relations. Judulnya: “War is Too Important to Be Left to Ideological Amateurs” [perang terlalu penting untuk dibiarkan ada di tangan amatir ideologis].

Gilpin menulis, keputusan pemerintah AS untuk mengobarkan Perang Irak adalah karena dorongan dari 3 kelompok: ultra-nationalis, neo-konservatif, dan Kristen-Evangelis. Kelompok pertama, motivasinya adalah demi minyak dan dominasi global AS; kelompok kedua motivasinya adalah: restrukturisasi radikal atas relasi geopolitik di kawasan dengan tujuan untuk menciptakan KEAMANAN JANGKA PANJANG BAGI ISRAEL.

Terkait kelompok ketiga, baru-baru ini ada anggota Komnas HAM yang terang-terangan menulis bahwa bintang Daud (simbol bendera Israel) adalah ‘simbol tauhid umat Kristen’.

Nah terkait ajaran Kristiani, coba dibaca-baca tulisan di Fanpage Felix Irianto Winardi (beliau alumni Seminari, jadi sangat paham soal Alkitab). Beliau menjelaskan bahwa memang ada ‘mazhab’ dalam umat Kristiani yang menyalahgunakan ayat-ayat Alkitab untuk menjustifikasi Israel.

Jadi, perlu digarisbawahi: kita tidak boleh menyamaratakan seluruh umat Kristiani sebagai pendukung Israel. Kita pun perlu mengakui bahwa banyak juga orang Yahudi yang anti-Israel (saya pernah menulis beberapa kali tentang orang-orang Yahudi, tinggal di Israel, tapi justru berjuang membela Palestina).

Nah, balik ke tulisan Gilpin; antara lain dia menulis, “Sementara itu, kelompok neo-konservatif, baik yang berada di dalam pemerintahan atau individu di luar, seperti Paul Wolfowitz, Richard Perle, dan Daniel Pipes, sangat mementingkan keamanan Israel. Mereka meyakini bahwa menghilangkan ‘ancaman Irak’ terkait dengan keamanan bagi Israel (Gilpin, 2005: 15).

Dua profesor HI, Mearsheimer dan Walt, pernah menulis paper “The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy” yang juga menyebutkan hal senada: kelompok lobby Yahudi Zionis AS telah berhasil menggeser arah kebijakan luar negeri AS; bukan lagi demi kepentingan warga AS tapi demi kepentingan Israel. Jadi, AS perang di sana-sini adalah demi Israel.

Nah, dari keterangan singkat ini, semoga jelas ya, bagaimana keterkaitan AS-Israel dan berbagai konflik di Timteng?

Oiya, setiap Jumat terakhir di bulan Ramadhan, setiap tahun, ada aksi demo digelar di seluruh dunia: demo membela Palestina (Demo Yaumul Quds). Di Indonesia, dilaksanakan tanggal 8 Juni 2018 jam 14, di depan Kedubes AS.

Mengapa Kedubes AS yang didemo? Sudah tahu sekarang jawabannya, ya?

Lalu mengapa sih kita harus bela Palestina? Pertama, karena ini amanah UUD kita dan ini kebijakan luar negeri Indonesia. (Jadi, ZSM yang memprotes kebijakan luar negeri Indonesia, bahkan menyebut pernyataan Menlu yang mengecam tindakan brutal Israel sebagai bentuk dukungan pada teroris, perlu dipertanyakan, dia lebih setia pada Indonesiakah, atau pada Israel?)

Kedua, karena “Palestina adalah kita” (baca penjelasannya besok ya, di fanpage ini).

#JanganMauDikadalinFalasiZSM
#SaveNKRI
#SavePalestine


Soft-file Obama Revealed dan Ahmadinejad on Palestine (ini buku berbahasa Indonesia):

http://ic-mes.org/wp-content/uploads/2016/10/Obama-Revealed-PDF.pdf

http://ic-mes.org/politics/unduh-gratis-ahmadinejad-on-palestine/

Foto: Demo Al Quds Internasional di Indonesia (2017)

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: