Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

Mantan Jenderal NATO, Jenderal Wesley Clark mengungkap bahwa Kementerian Pertahanan pada 2001 beberapa pekan setelah peristiwa 911 sudah merencanakan akan menyerang tujuh negara dalam lima tahun, yaitu Irak, Suriah, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Dia juga menyatakan bahwa strategi ini dilakukan demi menguasai sumber minyak dan gas di kawasan itu.

Dengan semua data dan dokumen ini, siapa yang masih berkoar-koar bahwa perang di Suriah adalah “jihad” melawan rezim Syiah la’natulloh? Siapa yang masih aktif mengumpulkan kencleng untuk Suriah (dan meraup ratusan miliar dari umat)?

Sebenarnya sudah sering saya tulis, tapi saya tulis ulang: biang kerok peperangan di Timur Tengah adalah Israel. Entitas ini berdiri secara illegal, merampas tanah orang lain. Akibatnya, selama 70 tahun Israel (dan negara-negara Barat pendukungnya) terpaksa terus membungkam perlawanan dengan berbagai cara, termasuk dengan upaya menggulingkan pemerintahan yang pro-Palestina (Suriah dan Iran, atau dulu, Saddam di Irak). Ini tidak aneh, watak kolonialis-kapitalis ya memang begini ini.

Yang aneh adalah sebagian umat Islam yang mau jadi ‘proxy’ (kaki tangan) mereka dalam peperangan itu, rela membunuh saudara-saudaranya sendiri dengan tuduhan ‘sesat’ atau ‘kafir’. Lalu mereka bawa kebodohan itu ke Indonesia untuk memecah-belah NKRI dan mengebom sana-sini.


NB: sebenarnya anggota WH yang ‘diselamatkan’ Israel hanya sedikit (level elitnya), sisanya adalah anggota intelijen berbagai negara Barat yang selama ini menyusup ke Suriah dengan kedok WH. Israel dan Barat tidak mungkin sukarela begitu saja mengevakuasi ‘jihadis’ yang punya rekam jejak main gorok orang.


Sebagian isi status ini saya ambil dari buku saya “Salju di Aleppo”.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: