Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Assad Must Go Curse (Kutukan “Assad Harus Pergi”)

Assad Must Go Curse (Kutukan “Assad Harus Pergi”)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Para elit dunia yang ada di foto ini, semuanya pernah mengucapkan kalimat “Assad harus pergi”. Tapi mereka duluan yang pergi, baik dalam arti lengser maupun pergi ke akhirat. Korban terbaru adalah John McCain, senator AS, makelar perang Suriah; dia tewas akibat kanker otak.

Dari Indonesia pun ada. Misalnya Bapak kita yang suka curhat itu, dulu pernah menyarankan agar Assad mundur saja (setelah ketemuan dengan “ulama” pro-teroris di Istana Bogor), eh.. malah dia yang lengser duluan.

Lalu, beberapa tokoh partai anu yang pro-teroris Suriah (mereka sebut “mujahidin”) sebagian sudah lengser atau tak jelas karirnya (ada yang dipenjara, ada yang dipecat oleh partainya sendiri, ada pingin nyalon jadi presiden -minimalnya wapres dah- tapi ga laku).

Bagaimana dengan partai politik tapi mengaku “organisasi dakwah” (HTI) yang mengaku berbaiat pada Jabhah al Nusrah? Nyungsep, dibubarin.

Siapa lagi? Ada itu tuh… ustadz dari radio ‘rujaks’ yang jauh-jauh ke Suriah nganterin donasi warga Indonesia (ke tangan “mujahidin” tentu saja), sudah wafat duluan.

Ada lagi ustadz yang itu.. anaknya tewas di Suriah akibat gabung dengan ISIS… Sekarang diam-diam saja. Ada yang bilang bahwa dia jadi ketua gerakan ganti ban #eh. (update: berita ini ternyata dibantah, tapi bahwa anaknya mati di Suriah, benar).

Ustadz yang satu lagi, sekarang juga jadi pendiam karena ketahuan donasi dari Indonesia yang dia kelola ditemukan warga Aleppo yang kelaparan di markas Jaish al Islam (warga dibiarkan kelaparan sementara donasi dari Indonesia disimpan di gudang Jaish al Islam).

Para pendukung “mujahidin” yang di Indonesia sekarang sedang gelagapan dengan intrik-intrik politik dalam negeri. Dimana-mana diusir dan ditolak. Jualan politiknya hanya fitnah dan hoax, tak mampu unjuk prestasi.

Padahal, beberapa tahun lalu merekalah yang jumawa dan arogan membubarkan acara-acara kelompok minoritas. Demi Islam, katanya. Menyeret seseorang yang salah ucap (itupun taken out of context) -padahal orang itu pun sudah minta maaf- ke penjara. Bela Islam, katanya. Sementara mereka sendiri aktif menggelar forum-forum SARA, memutar video dan foto palsu, lalu menggalang donasi untuk Suriah.

Moral of the story: jangan mengimpor konflik Timteng ke Indonesia demi syahwat politik kalian. Siapa sangka bahwa akibat buruknya ternyata kalian rasakan sendiri hanya dalam waktu yang sedemikian singkat.

Jika kalian ingin berkuasa di Indonesia, pakailah cara-cara yang jujur, carilah dukungan rakyat dengan akhlak mulia, bukan dengan mengimpor konflik dari Timteng.

Harap maklum, memang ini status baper karena masih teringat pada berbagai fitnah keji mereka terhadap saya dan pembubaran yang mereka lakukan pada acara-acara bedah buku saya.

Saya menulis tentang Suriah jelas bukan untuk mendukung Assad (saya orang Indonesia asli, buat apa mendukung presiden negara orang). Saya menulis dengan prediksi bahwa akibat membawa konflik Suriah ke Indonesia adalah kondisi sekarang ini (friksi akibat SARA yang semakin menguat). Dan terbukti. Kaitan Suriah dengan kondisi Indonesia saat ini sangat erat, saya sudah tulis berkali-kali dan panjang lebar. Saya juga sudah sampaikan di sangat banyak forum.

Sekalian iklan: silahkan baca buku saya Salju di Aleppo, untuk yang ingin membaca tulisan saya tentang Suriah secara lebih utuh (tidak sepotong-sepotong seperti di Fanpage ini). Pemesanan: WA 0878 8299 8696 (Hatim).

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: