Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Trump dan Suriah

Trump dan Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Dulu, ketika Trump belum jadi presiden, dia cukup waras dengan mengingatkan publik AS, “Kebanyakan pemberontak Suriah adalah jihadis-radikal-Islamis yang membunuhi orang-orang Kristen; mengapa kita harus membantu mereka?” (foto 1)

Tapi setelah ia menjadi presiden, dia mentweet, menyalahkan Obama, kurang-lebih, “Kalau saja dulu Obama menyerang Suriah secara langsung, Assad sudah mati dan masalah Suriah sudah selesai!” (foto 2)

Beberapa bulan ini, tentara Suriah sudah berhasil merebut kembali hampir semua wilayah yang semula dikuasai oleh “mujahidin” (yang dibantu AS, Inggris, Qatar, Saudi, UAE, dll). Para “mujahidin” warga Suriah yang bersedia menyerah dan bergabung kembali dengan negaranya, diberi amnesti. “Jihadis” asing (atau warga Suriah tapi tak mau bergabung kembali) dikirim ke Idlib.

Jadi, Idlib (provinsi yang berbatasan dengan Turki) adalah tempat berkumpulnya sangat banyak “jihadis” (alias teroris, karena mereka sebenarnya adalah anggota milisi-milisi yang berafiliasi Al Qaida, dan seluruh dunia sudah mengakui bahwa Al Qaida adalah teroris; mereka yang di Idlib sebenarnya adalah Al Qaida tapi dengan berbagai nama baru).

[Jadi, kalau ada lembaga donasi yang menyalurkan dana orang Indonesia ke Idlib, atau ada yang teriak “Save Idlib” artinya.. tahu kan, siapa mereka?]

Kini, tentara Suriah sedang bersiap-siap merebut kembali Idlib. Persoalannya, ini para teroris, mau diungsikan kemana lagi? Erdogan langsung cuci tangan, menyebut bahwa para “jihadis” itu teroris karena tak mau disuruh menampung mereka.

Trump langsung nge-tweet: Jangan biarkan Assad menyerang Idlib, nanti ribuan orang akan mati! (foto 3)

Para pemimpin negara-negara pro-jihadis lain juga menyerukan agar Idlib tak diserang.

Fanpage Syrian Arab Army menjawab dengan telak, begini terjemahan bebasnya:

Para pemimpin dunia mengoceh siang dan malam tentang kekhawatiran mereka atas operasi militer Suriah terhadap Idlib. Beberapa dari mereka ‘memperingatkan’, sebagian yang lain bahkan mengancam.

Baiklah, mari kita bahas poin demi poin. Kita asumsikan data PBB tentang populasi di Idlib adalah akurat; tapi ingat, selama ini PBB sering tidak akurat, terbukti di Aleppo, Ghouta timur, Homs, atau Daraa; tapi anggap saja itu akurat saat ini.

Menurut PBB sendiri, “Ada 10.000 anggota teroris al-Nusra di Idlib; sebagian besar dari mereka bukan warga negara Suriah.”

Nah, bagaimana jika negara-negara ini mengambil kembali warga negara mereka? Bukankah dengan cara ini kekhawatiran mereka terselesaikan?

Tetapi jika mereka tidak melakukannya [karena mereka sendiri takut bila para teroris itu kembali ke negeri mereka], mereka perlu berhenti menyalak karena militer Suriah akan melakukan hal itu [membasmi para teroris].

Terakhir, tidak ada yang bisa/boleh memberi kuliah kepada pemerintah Suriah tentang bagaimana cara mengalahkan terorisme. Apalagi [bila yang memberi kuliah itu] adalah mereka yang mendukung, membiayai, mempersenjatai dan melatih para teroris ini.*


tweet SAA: https://www.facebook.com/syrianmilitary/posts/1869529306461776

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: