Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Akhirnya, Israel Mengaku Bahwa Mereka Bantu Teroris Suriah

Akhirnya, Israel Mengaku Bahwa Mereka Bantu Teroris Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Bahwa AS dan Israel selama ini ada di balik para “pemberontak moderat” Suriah (sebutan media mainstream untuk para milisi teror afiliasi Al Qaida), kami (kubu antiperang) sih sudah lama tahu. Yang memahami geopolitik Timteng, pasti sejak pagi-pagi sudah paham big picture-nya, sehingga saya bahkan sudah menuliskan peran AS-Israel ini sejak 2011.

Kalau yang menolak informasi ini adalah para fans Al Qaida di Indonesia, biasalah. Yang tidak biasa kalau ada orang-orang yang sok toleran dan sok antiterorisme, tapi berkeras menolak analisis bahwa AS dan Israel ada di belakang para teroris ini. Bahkan ada lho, sosok yang digadang-gadang ‘pengamat Timteng yang meliput langsung di lapangan’ dalam debat di medsos seolah meminta kuitansi (untuk membuktikan klaim bahwa suplai dana dan senjata untuk para teroris ini adalah AS, Israel; selain negara-negara Teluk tentunya).

Jadi, informasi ini buat mereka ya: orang-orang sok toleran dan sok moderat tapi selalu pro AS dan Israel itu. Nih, koran dari negara pujaan kalian sendiri yang nulis, masih denial?

**

Jerusalem Post pada 4/9 merilis berita berjudul “IDF confirms: Israel provided light-weapons to Syrian rebels” [Militer Israel Mengkonfirmasi: Israel Menyediakan Senjata Ringan untuk Pemberontak Suriah].

Beberapa jam kemudian, berita itu dihapus. Tapi terlambat, berita sudah dirilisi ulang oleh berbagai media di seluruh dunia, termasuk Indonesia (bisa cek berita Tempo: https://dunia.tempo.co/read/1124120/militer-israel-akui-suplai-senjata-dan-uang-ke-pemberontak-suriah/full&view=ok).

Dan, apa-apa yang sudah masuk internet, jejaknya bisa dilacak lagi. Ini saya terjemahkan sebagian dari berita aslinya (SS ada di komen):

**
Jerusalem Post — Meskipun IDF (militer Israel) menyatakan tidak campur tangan dalam perang sipil Suriah, pada hari Senin lalu mereka mengakui hal itu [campur tangan itu] sebagai bagian dari operasi militer “Good Neighbor” [tetangga baik].

Israel secara teratur telah memasok pemberontak Suriah di dekat perbatasannya dengan senjata ringan dan amunisi agar mereka dapat mempertahankan diri dari serangan, dan sejumlah uang tunai untuk membeli senjata tambahan.

Melalui ‘Operation Good Neighbor’ yang dilancarkan sejak 2016 ini, militer Israel telah menyediakan lebih dari 1524 ton makanan, 250 ton pakaian, 947.520 liter bahan bakar, 21 generator, 24.900 palet peralatan medis dan obat-obatan.

Laporan mengenai bantuan senjata dan uang dari Israel kepada milisi pemberontah Suriah pertama kali muncul bertahun-tahun yang lalu, ketika pemerintah Bashar Assad mengklaim bahwa Israel menyediakan bantuan itu dan pasukan Suriah sering menyita senjata dan amunisi yang bertulisan Ibrani.

Menurut bebagai laporan, Israel telah mempersenjatai setidaknya tujuh kelompok pemberontak yang berbeda di Dataran Tinggi Golan di Suriah, termasuk milisi Fursan al-Joulan yang beranggotakan sekitar 400 petempur dan diberi uang sekitar 5.000 Dollar AS per bulan oleh Israel.

“Israel berdiri di sisi kami dengan cara yang heroik,” kata juru bicara kelompok itu, Moatasem al-Golani, kepada The Wall Street Journal pada Januari 2017. “Kami tidak akan selamat tanpa bantuan Israel.”


Foto: senjata buatan Israel yang direbut militer Suriah dari tangan ISIS, di kota Mayadin, Provinsi Dayr al-Zawr / Deir Ez-Zour [sumber: https://www.presstv.com/Detail/2017/10/19/539198/Syria-Israel-Daesh-ISIS-weapons-NATO-Mayadin%5D

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: