Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina Pendudukan (a.k.a Israel) » Senjata Rusia di Tangan ISIS?

Senjata Rusia di Tangan ISIS?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Tulisan saya beberapa waktu lalu, menerjemahkan sebagian isi artikel Jerusalem Post tentang pengakuan militer Israel bahwa mereka selama ini menyuplai senjata, uang, bahkan juga makanan, kepada “mujahidin”, ada yang menanggapi bahwa foto yang SAYA pakai di tulisan itu adalah senjata buatan Rusia (garis bawah: *saya pakai*). Nah, ada seleb ZSM demi membela Israel, berpanjang-panjang nulis status soal foto yang saya pakai itu. Padahal foto yang saya pakai tidak bisa dijadikan argumen untuk membantah berita dari Jerusalem Post itu.

Khas SOP [standard operating procedure] ZSM (dan ini juga khas fans “mujahidin” kalau Anda sering debat dengan mereka, pasti hafal), pakai satu kata atau clue yang bisa digoreng, lalu sibukkan audiens dengan point itu, sehingga diskusi bergeser. Yang awalnya soal berita dari Jerusalem Post [bahwa Israel membantu “mujahidin”] jadi kemana-mana.

Jadi, saya akui saja: saya tidak paham senjata. Jika ditunjukkan foto senjata ke saya, saya tidak tahu jenisnya, apalagi produsennya. Tapi tidak paham ‘benda’-nya tidak berarti tidak paham konteks, konstelasi, dan perspektif geopolitiknya.

Nah tanggapan saya:

1. Sumber : tulisan saya itu sumbernya media Israel sendiri (dan sudah diberitakan ulang oleh media-media Indonesia), dan poin utamanya: militer Israel mengakui bahwa mereka bantu ‘mujahidin’ alias teroris berkedok Islam.

2. Foto : foto yang saya pakai adalah screenshot dari video yang bersumber dari Press TV, yang mengutip dari SANA (ini videonya saya sertakan). Disebutkan bahwa ada senjata Israel DI ANTARA senjata yang ditemukan di eks markas ISIS di Deir ez-Zour (so, tidak semuanya senjata buatan Israel, tapi ada di antaranya). Berita dari SANA ini bisa di-cross check dengan berita media-media lain, juga berita ttg ditemukanya senjata Israel di berbagai lokasi lainnya. Di bagian ini, saya mengundang teman-teman yang paham senjata untuk berkometar, senjata jenis apa saja yang muncul di video itu, buatan mana? Akan sangat menarik dan menambah wawasan buat saya 🙂

3. Ini yang penting: kalau betul sebagian senjata yang ditemukan di markas ISIS itu buatan Rusia, apakah artinya Rusia juga membantu ISIS? Bahkan, bisa saja, ada yang kasih lihat: nih senjata China ada di tangan ISIS.
Apa yang bisa dilakukan? Justru, ini adalah pertanyaan penelitian. Orang yang memang menyukai kajian Timteng akan meneliti lebih lanjut dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Menurut laporan dari Balkan Investigating Reporting Network (BIRN), selama 2012-2016, delapan negara Eropa timur, yaitu Bosnia, Bulgaria, Croatia, Ceko, Montenegro, Slovakia, Serbia, dan Romania telah melakukan penjualan senjata sebesar 1,2 miliar Euro kepada negara-negara Timur Tengah (Arab Saudi, Yordania, UAE, dan Turki). Jalur suplai senjata dari Eropa timur ke Suriah pertama kali dibuat pada musim dingin 2012, ketika lusinan pesawat kargo yang membawa senjata pesanan Saudi lepas landas dari Zagreb menuju Yordania; dan segera setelah itu muncul video pertama yang memperlihatkan kelompok teroris Suriah sedang menggunakan senjata buatan Kroasia. Di antara senjata-senjata yang dijual itu ada senjata jadul bekas Perang Dingin, senjata eks Nazi, dll.

Laporan dari CAR menunjukkan secara keseluruhan, persenjataan yang ada di tangan ISIS sebagian besarnya (50%) adalah buatan China dan Rusia. Hal ini terjadi karena kedua negara tersebut adalah suplier bagi militer Suriah dan Irak, kemudian ISIS dalam berbagai pertempuran merebut persenjataan tersebut. Selain itu, persenjataan yang dimiliki ISIS juga ditransfer dari cadangan senjata Libya (CAR, 2017) dan perusahaan China dilaporkan pernah menjual senjata kepada Qaddafi meskipun secara resmi pemerintah China membantah hal tersebut (The Guardian, 2011). Pasca tumbangnya Qaddafi, menurut dokumen PBB, telah terjadi transfer senjata yang dilakukan milisi Al Qaida Libya kepada milisi jihad Suriah yang juga berafiliasi dengan Al Qaida (Nichols, 2013).

Silahkan baca lebih lanjut soal di di paper saya (dalam hal ini saya membahas Arms Trade Treaty, yaitu bahwa penjualan senjata yang dilakukan negara-negara eks Soviet ini illegal karena sudah dipastikan jatuh ke tangan non-state actor), silahkan simak di sini: http://ic-mes.org/…/index.php/jurnalICMES/article/view/17/21

Terakhir, poin pentingnya, saat mendapati ‘gorengan’ ZSM, jangan langsung bingung dan salah arah lalu jadi “berbaik sangka” pada AS dan Israel. Sudah terlalu banyak bukti kejahatan dua entitas ini, hanya orang labil yang masih mau bersangka baik pada mereka dan mau saja terima pembelaan dari ZSM.


Jerusalem Post juga pernah memberitakan soal senjata Israel di sarang ISIS: https://www.jpost.com/…/Syrian-army-finds-I

simak video selengkapnya di

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: