Kajian Timur Tengah

Beranda » Suriah » Teroris Mau Bangun Mall?

Teroris Mau Bangun Mall?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

@KevorkAlmassian seorang jurnalis independen yang aktif melawan narasi Barat (dan negara Teluk dan para simpatisan “jihadis”) tadi memposting foto ini di Twitternya dengan caption: The leader of “Islam’s Army”, Abou Houmam Bouedani is building a mall in #Turkey with a budget of 100$ million.

[Komandan Jaish al Islam, Abou Houmam alias Issam al-Buwaydani sedang membangun sebuah mall di Turki dengan bujet 100 juta USD]

Saya coba googling dan menemukan berita dari Reuters pada Sept 2018 yang mewawancarai langsung al-Buwaydani –> https://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-rebels/far-from-home-a-syrian-rebel-group-starts-over-idUSKCN1M71CO

Poin-poin penting dari liputan tsb:
– Jaish al Islam yang terusir dari Ghouta, saat ini sedang bercokol di al-Bab, barat laut Suriah, perbatasan Turki.

-Mengapa mereka tidak ikut ke Idlib? Karena di Idlib mayoritas adalah Al Nusra, musuh mereka.

[jadi sesama “jihadis” rupanya suka berantem karena beda aliran, Jaish al Islam ini IM; An Nusra itu Al Qaida [dan Hizbut Tahrir berbaiat pada mereka, kata Ismail Yusanto]

– Mereka sedang menjalankan proyek pembangunan mall, sekolah, masjid, dan klinik.

– Kata al-Buwaydani [dia ini sebelum perang adalah seorang bisnismen]: dananya berasal dari pedagang-pedagang asal Ghouta, tidak ada uang asing; tapi ia mengakui bahwa gaji para petempurnya berasal dari Turki.

Lalu apa urusannya dengan kita orang Indonesia?

Sekedar mengingatkan saja: Desember 2016, setelah tentara Suriah berhasil merebut kembali Aleppo timur dari tangan milisi ‘jihadis’, warga kota itu rame-rame menyerbu bekas markas Jaish Al Islam untuk mengambil makanan yang selama ini disimpan oleh para teroris ini.

Channel Euronews meliput peristiwa ini dan tak disengaja, terlihat di layar: dus-dus sumbangan bertulis “Indonesian Humanitarian Relief” (IHR) ada di gudang itu.

IHR (dipimpin Bakhtiar Nasir) mengumpulkan donasi dari warga Indonesia dan menyalurkannya ke IHH (LSM Turki).

Saya males nulis ulang panjang-panjang (karena sudah berkali-kali saya tulis).

Sekedar mengingatkan saja link/jejaring ini:

Turki – IM – Indonesia – “jihad for khilafah” – aksi ‘anu’ berjilid-jilid – donasi – bikin mart [dan mall]

[yang ga paham tak usah nyolot]

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: