Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Medsos dan Pergeseran Gaya Diplomasi

Medsos dan Pergeseran Gaya Diplomasi

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Ini mungkin bisa jadi ide untuk mahasiswa HI yang sedang cari-cari topik skripsi/tesis. Perhatikan, seiring dengan meluasnya penggunaan medsos oleh para elit, terutama setelah Trump jadi presiden, terjadi perubahan pada cara-cara diplomasi. Bila di masa lalu, pesan disampaikan di publik dalam bahasa samar [diplomatis], kini pesan disebar terbuka, blak-blakan, dan menjangkau publik yang luas, baik domestik maupun asing. Seperti dikatakan Harder (2012), Twitter makes ‘foreign policy less foreign to the public’.

Perhatikan di kasus perang medsos AS vs Iran ini. Bulan Juli lalu, Trump mencuit dengan menggunakan CAPSLOCK (huruf besar semua), mengancam Iran; dan langsung dibalas tajam oleh Menlu Javad Zarif.

Kini, Trump mencuit dengan menggunakan meme ala GoT: sanksi akan datang pada 5 Nov. Yang dimaksud adalah sanksi terhadap Iran; AS terus menuduh Iran sedang membuat senjata nuklir dan memberi sanksi ekonomi [melarang negara-negara dunia menjalin bisnis dengan Iran].

Di hari yang sama, Jenderal Qasem Soleimani, membalas melalui IG-nya, dengan meme yang mirip (ala GoT): “Saya akan berdiri melawan Anda”.

Berikut ini terjemahan bebas saya (supaya lebih dipahami, kalau plek harfiah agak sulit krn pakai idiom2 khas Iran) atas kata-kata yang ditulis Jend. Qasem di IG-nya:

**
Anda mau mengatur-atur kami? [Bangsa] Iran tak usah repot, militer Iran tak perlu bergerak; sayalah yang akan maju menghadapi Anda; Brigade Al Quds yang akan melawan Anda. Ketahuilah, tidak satu malam pun kami tidur tanpa memikirkan Anda.

Saya beritahu, wahai Tn. Trump penjudi! Ketahuilah bahwa di suatu tempat yang tak terpikirkan oleh Anda, kami ada; di dekat Anda. Di tempat yang tak bisa Anda bayangkan, kami ada di sana; di dekat Anda. Kami adalah bangsa kemartiran, kami adalah bangsa [pengikut] Imam Hussein (SAW). Tanyakan [pada orang-orang], kami telah [berhasil] melalui masa-masa sulit silih berganti. Datanglah! Kami menanti [Anda], kami adalah orang-orang di medan [perang] yang akan melawan Anda.

Anda tahu bahwa perang ini akan menjadi kehancuran bagi semua fasilitas [perang] Anda. Anda yang memulai perang ini, tetapi kami yang akan menentukan bagaimana perang ini akan berakhir. Oleh karena itu, jangan menghina bangsa Iran, jangan hina presiden kami, hati-hatilah atas apa yang Anda katakan. Tanyakan pada para pendahulu Anda. Manfaatkan pengalaman mereka.

Saya yakin, ada orang-orang dan lembaga-lembaga penelitian di AS yang mempelajari isu ini dan mengingatkan Trump [tentang konsekuensi keputusannya].

**

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: