Kajian Timur Tengah

Beranda » Arab Saudi » Bendera Itu (Lagi)

Bendera Itu (Lagi)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Cuma mau ikut komen soal kejadian terbaru yang menghebohkan itu. Pakai logika sederhana aja: kalau itu bendera umat Islam secara umum, tentu ga akan ada masalah ya? Siapapun bebas mengibarkannya, apalagi di negara-negara mayoritas Muslim.

Tapi ketika ada kejadian: ada orang (siapapun itu) yang memasangnya di dinding rumah, di sebuah negara Islam, lalu datang aparat untuk menangkap si penghuni rumah akibat keberadaan bendera itu, ARTINYA: itu bendera ormas/kelompok tertentu yang tidak direstui pemerintah setempat.

Gitu aja kok ruwet mikirnya, ya?

Untuk yang suka baca paper, ini ada paper yang meneliti seluk-beluk kiprah Hizb Tahrir. Di dalamnya ada paragraf menarik tentang seseorang bernama Omar Bakri Muhammad. Ini saya terjemahin ya. Kata-kata di dalam […] adalah tambahan dari saya.

**
Terlahir dari keluarga kaya di Suriah pada 1958, Bakri sejak muda direkrut oleh Ikhwanul Muslimin Suriah [fyi: IM inilah yang angkat senjata di Suriah, dulu melawan Hafez Assad, dan selama 7 thn terakhir mengobarkan perang melawan Bashar Assad].

Setelah meraih gelar sarjana hukum Islam dari Shariah University di Damascus, dia berpartisipasi dalam kudeta yang gagal melawan Presiden Hafez al-Asad dan kemudian diusir keluar dari Suriah. Dia pergi ke Lebanon, dimana ia meraih master di bidang hukum Islam dari University of Al-Imam Al-Ouzai.

Selama di Beirut, dia menjadi anggota Hizbut Tahrir cabang Lebanon, lalu di masa ketika Suriah menginvasi Lebanon tahun 1979 [sebenarnya yang terjadi: Suriah mengirim peacekeeping force dengan persetujuan Liga Arab], Bakri dengan menggunakan nama Omar Fustuk pindah ke Jeddah, Saudi Arabia, dan mendirikan al-Muhajiroun sebagai front [ormas garis depan] untuk Hizbut Tahrir. Bakri kemudian diusir oleh Saudi pada 1985 dan mendapatkan suaka ke Inggris. Ia pun menjadi pemimpin pertama HT Inggris.

**
Paham ya? Diusir.

Anehnya, Inggris seperti punya hobi memberi suaka kepada orang-orang yang bikin ulah di Timteng. Bahkan eks-ISIS pun diizinkan pulang ke Inggris. Saya pernah tulis di FP ini, tokoh-tokoh yang melakukan propaganda jahat (misal: terang-terangan menghina Ummul Mukminin Aisyah ra) sambil mengaku-aku sebagai “ulama Syiah”, malah difasilitasi Inggris (bahkan punya channel TV).

Tanya, kenapa?


[1] Paper HIZB UT-TAHRIR Islam’s Political Insurgency https://www.hudson.org/content/researchattachments/attachment/448/eurasian_tahririslamspoliticalinsurgency.pdf
[2] Tulisan lama saya “Tehran vs London” https://dinasulaeman.wordpress.com/2017/01/01/london-vs-tehran/
[3] eks ISIS mudik ke Inggris: https://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/isis-british-jihadis-return-uk-iraq-syria-report-islamic-state-fighters-europe-threat-debate-terror-a8017811.html

Foto: aksi demo HT, sumber: web HT Inggris

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: