Kajian Timur Tengah

Beranda » Ekonomi Politik Global » Seandainya ini foto dari Teheran (atau Damaskus)…

Seandainya ini foto dari Teheran (atau Damaskus)…

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Kalau kejadian ini (aksi protes, dihadapi dengan gas air mata) terjadi di Teheran, seorang so called “pengamat Timur Tengah senior” , akan segera menulis di koran terkemuka: inilah kegagalan rezim Mullah!

Dia pernah menulis, “Ideologi kubu konservatif dapat dikenali dari kebijakan luar negeri yang resisten terhadap Barat dan pandangan budaya Iran lebih kaya ketimbang bangsa lain. Akibatnya, parabola dilarang, internet dikontrol, ada pengawas kode berpakaian. AKIBATNYA program kerja pemerintahan kubu moderat tidak maksimal.”

Jadi logika dia: karena parabola dilarang, internet dikontrol, perempuan musti pake hijab —> EKONOMI susah!

Penulis perempuan [feminist] pun banyak yang demen menimpakan masalah di Iran pada urusan hijab. Seolah-olah gara-gara pake hijablah ekonomi sebuah negara ruwet.

Pemberitaan media Barat soal demo Iran awal 2018 lalu pakai foto yang itu-itu lagi: seorang perempuan di tengah kabut gas air mata.

Lha ini, di Perancis, dimana kaum perempuannya bebas berpakaian apa saja, ekonomi juga ruwet tuh?? Sejak 17 Nov lalu ada aksi demo besar-besaran di sana memprotes naiknya harga BBM (dan berbagai kesulitan ekonomi lainnya). Sekitar 170 ribuan warga turun ke jalan, dihadapi dengan tank dan gas air mata.

**
Ada hal menarik banget soal aksi demo di Perancis ini (terkait erat dengan Suriah), mudah-mudahan bisa segera saya tulis. Sepertinya, kutukan “Assad must go” sedang menghampiri Macron 🙂

Sekarang, saya sekedar melepas unek2 aja (karena teringat debat dengan the so called “pengamat Timur Tengah senior” soal aksi demo di Iran awal tahun 2018.)

**
Tulisan saya membahas soal perempuan Iran; hijab; dan ekonomi ada di sini:

https://dinasulaeman.wordpress.com/2018/02/13/qa-tentang-iran-3-perempuan-jilbab-dan-ekonomi/

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: