Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Kesetiaan Indonesia Pada Palestina

Kesetiaan Indonesia Pada Palestina

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Dalam KTT OKI 2017 di Turki, banyak yang tidak tahu, sebenarnya yang paling tegas dan blak-blakan bicara bukanlah Erdogan, melainkan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pernyataan yang “terkeras” Pak Jokowi adalah, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Jangan harap Erdogan akan berani mengusulkan hal tersebut karena Kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no 85, Ankara, Turki; serta ada dua konsulat di Istanbul dan Izmir.

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral [bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel] yang dilakukan Trump.

Jokowi menyerukan, OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Jokowi juga mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

Selain itu, Jokowi meminta OKI agar mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

**

“Perjuangan Palestina selalu ada di jantung politik luar negeri Indonesia. Setiap helaan napas diplomasi Indonesia, di situ ada Palestina.” (Menlu Retno Marsudi)

**
Tapi saya ingatkan lagi, ada kelompok-kelompok di Indonesia yang selalu sok bela Palestina. Setiap demo mereka selalu bawa bendera Palestina meski isunya tak nyambung (demonya demi mendukung seseorang jadi gubernur/presiden, eh bendera Palestina yang dibawa).

Namun kedok mereka terungkap selama Perang Suriah 7 tahun terakhir. Mereka mengaku bela Palestina tapi malah mendukung “mujahidin” untuk menghancurkan Suriah.

[Suriah berbatasan wilayah dengan Israel. Selama ini, Suriah menampung jutaan pengungsi Palestina dan mereka dilayani setara dengan warga asli. Suriah juga menyediakan perlindungan kepada tokoh-tokoh Hamas. Hamas kemudian berkhianat (mendukung upaya penggulingan Assad). Tapi sebagian dari mereka sudah tobat dan ikut berperang melawan ISIS & Al Qaida.]

Hanya orang yang paham geopolitik yang mengenali mana emas, mana loyang dalam konflik Timteng.

#VivaPalestine

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: