Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » China dan Timur Tengah

China dan Timur Tengah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Masih saja beberapa orang nanyain pendapat saya tentang Uyghur, cuma mohon maaf banget, masih belum sempat menuliskannya.

Sementara, ini saya share artikel saya yang baru saja tayang, berjudul “Strategi Soft Power dalam Ekspansi Ekonomi China Di Timur Tengah: Studi Kasus Kerjasama China-Iran” [dimuat di Jurnal Mandala, UPN Veteran Jakarta]

**
Intinya adalah: China sangat bersemangat menjalin hubungan baik dengan negara-negara Timteng dan Sejak 2010, China telah menggantikan AS sebagai partner perdagangan terkuat di kawasan.

Di saat yang sama, semua tahu, China mengalami ‘pembunuhan karakter’ (dicitrakan sebagai ‘ancaman’), sehingga China berupaya kuat untuk menunjukkan kepada negara-negara Timur Tengah bahwa dirinya bukanlah ancaman. Uniknya, China mampu menjalin hubungan baik dengan semua pihak, bahkan termasuk dengan negara-negara Timteng yang satu sama lain saling berseteru.

Misalnya, ketika di saat yang sama China seolah menjadi ‘pelindung’ bagi Iran di tengah embargo yang dilancarkan AS (China merupakan partner dagang terbesar Iran, yaitu sekitar 22,3% dari nilai total perdagangan Iran), China merupakan partner yang serius bagi Arab Saudi yang merupakan rival Iran di kawasan.

Pada Maret 2017, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz berkunjung ke Beijing dan kedua pihak menandatangani MoU kerjasama ekonomi, terutama di bidang investasi minyak dan energi terbarukan, yang nilainya mencapai 65 miliar USD. Kerjasama keamanan di antara kedua negara juga semakin meningkat, antara lain terlihat dari penggunaan drone (unmanned attack drones) buatan China dan dilaksanakannya latihan militer bersama anti-terorisme, serta semakin intensifnya manuver China di Teluk Aden (USA Today, 2017).

Pada 10 Juli 2017, China mengundang 22 negara anggota Liga Arab ke Beijing dalam pertemuan para menteri China dan negara-negara Arab (The 8th Ministerial Meeting of the China-Arab States Cooperation Forum – CASCF). Dalam pertemuan ini China menjanjikan pinjaman sebesar 20 miliar USD yang akan digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur, bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di kawasan terdampak perang (Suriah, Yaman, Yordania, dan Lebanon) sebesar 90,6 juta USD, serta pinjaman khusus untuk pengembangan sektor finansial (Zhou, 2018).

China bahkan menjadi mediator di tengah perseteruan Qatar dan Arab Saudi, yaitu dengan mempertemukan kedua pihak dalam forum CASCF di Beijing. Di saat yang sama, China menjadi salah satu pilar penyangga bagi Qatar dalam menghadapi embargo ekonomi yang dilakukan Arab Saudi dan sekutunya.

Nah, dengan nilai perdagangan dan investasi yang mega-besar ini… apa masuk akal kalau China menyiksa 1 juta Muslim Uyghur? Yang mengerti diplomasi akan paham, bahwa sangat tidak masuk akal ada negara, di satu sisi bekerja keras memperbaiki citranya di Timur Tengah (menunjukkan bahwa dirinya bukan ancaman), dan di saat yang sama, dia melakukan hal-hal represif terhadap kaum Muslim (dengan angka SATU JUTA orang), yang pasti akan mengganggu hubungan baiknya dengan negara-negara Muslim di Timur Tengah.

Dan sebenarnya, orang-orang yang banyak membaca dan paham geopolitik akan tahu: yang “dilawan” China di Uyghur adalah mereka yang terlibat dalam aksi terorisme (ingat, ada lebih dari 20.000 orang Uyghur yang bergabung dengan ISIS di Suriah). Dan semua negara, bahkan termasuk AS [yang kini tiba-tiba terlihat menunjukkan ‘keprihatinan’ pada nasib umat Muslim Uyghur, ketika bom-bom buatannya membantai kaum Muslim di berbagai negara, seperti Afghan, Yaman, Sudan, Suriah, Palestina], melakukan langkah-langkah ketat melawan terorisme di dalam negeri.

InsyaAllah nanti saya tuliskan lebih lanjut soal Uyghur ini.

Sementara, silahkan baca dulu tulisan tentang Strategi Soft Power China di Timteng ini… enjoy 🙂

Klik : http://ejournal.upnvj.ac.id/index.php/JM/article/view/432

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: