Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Tentang China dan Uyghur (1) : Metodologi

Tentang China dan Uyghur (1) : Metodologi

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Kasus Uyghur sebenarnya pengulangan dari konflik-konflik lain yang disikapi emosional oleh orang Indonesia. Jadi, ini adalah tulisan ‘metodologis’, tentang bagaimana cara kita menyikapi konflik yang terjadi nuh jauh di luar sana.

Mengapa ini penting? Karena melelahkan sekali, juga tidak mungkin, bila kita harus mengecek satu-satu setiap isu yang disebar; perlu langkah metodologis yang kita kuasai sehingga dengan cepat mampu menangkap ‘bau’ hoax.

Tahap pertama: FAKTA

Fakta artinya: benarkah terjadi? Ketika disebut “orang Muslim dibunuh pemerintah China” atau “orang Sunni dibunuh orang Syiah”, perlu dicek (1) benarkah terjadi? (2) kalau benar, dalam kondisi apa, atas alasan apa?

Kasus :

-Ada foto orang yang dihukum gantung, diberi caption: orang Sunni di Iran (penyebarnya, antara lain akun seorang ustadz, dan akun pkspiyungan). Saat dicek, ternyata dia adalah pembunuh 5 perempuan yang dijatuhi hukuman gantung tahun 2011. Sama sekali tidak ada info, orang ini Sunni atau Syiah. Jika Sunni, apakah bila dia membunuh, dia tidak boleh dihukum? Di Indonesia, para teroris yang meledakkan bom itu juga mengaku Sunni [padahal Wahhabi].. apa ketika pengadilan RI menjatuhkan hukuman kepada mereka, pemerintah disebut ‘anti Sunni’? [1]

-Orang-orang pro-IM dan HTI di Indonesia selalu menyebar hoax bahwa rezim Assad-Syiah adalah pembantai Sunni. Yang mereka jadikan dalil: pembantaian di Hama tahun 1982. Ya benar, ada pembantaian di Hama 1982 dan korbannya Sunni. Tapi, mereka adalah anggota Ikhwanul Muslimin yang melakukan pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Hafez Assad; ayah dari Presiden Suriah yang sekarang. Pertanyaannya: pemerintahan (menteri2) Suriah sejak dulu sampai sekarang diisi mayoritas Sunni; apakah IM di Hama dipersekusi akibat aksi kudeta bersenjata atau karena Sunni-nya?

[Antara lain yang menulis soal ini, Maimon Herawati yang baru-baru ini viral soal Blackpink, saya jawab di sini: 2].

-Kelompok tertentu gemar menebar info bahwa kaum Rohingya dibantai oleh kaum Budha-pembenci-Muslim. Bahwa kaum Rohingya didiskriminasi dan ditindas oleh Junta Myanmar, adalah benar. Kemlu RI sudah mengkonfirmasi nasib buruk mereka [dan bahkan sudah melakukan banyak hal untuk membantu]. Tapi, benarkah itu dilakukan Junta Myanmar atas alasan ke-Islam-an? Kalau memang Islam-nya yang dibenci, mengapa orang-orang Muslim lainnya hidup baik-baik saja di Myanmar, dan masjid-masjid berdiri aman di sana? [3]

-Orang-orang Uyghur, sejumlah SATU JUTA orang konon direpresi oleh pemerintah China dengan alasan: karena mereka Muslim. Benarkah? Dari sisi angka, sangat bombastis. Satu juta itu banyak sekali, sangat berbau hoax [buat yang ‘alarm’-nya sudah terasah].

Lalu, sumber beritanya dari mana? Ternyata dari media-media mainstream Barat. Cek lagi, siapa yang jadi narasumber mereka. Yang paling sering dikutip adalah World Uighur Congress, sebuah organisasi yang didanai oleh NED, sebuah lembaga AS yang punya rekam jejak panjang dalam memobilisasi kudeta dan mengatur upaya propaganda menjatuhkan rezim-rezim yang menentang agenda Washington [ini akan saya tulis lebih lanjut di bagian 2].

Lalu, foto-foto dan video yang tersebar, sudahkah dicek dengan google image, hoax atau bukan? Pengalaman saya meneliti Suriah, saya menemukan sangat-sangat banyak foto hoax (misalnya, gambar anak kecil ditembak tentara Israel, disebut anak kecil dibantai Assad). [4].

Bagaimana dengan foto-foto Uighur? Saya harap, anak-anak mudalah yang aktif gotong-royong ngecek. Sudah cukup saya 7 tahun ‘mengawal’ perang Suriah, udah capek. Saya kasih petunjuk metodologis aja.

Selanjutnya, cara berpikir ilmiah/akademis adalah: dengarkan sanggahan dari pihak yang berlawanan. Pemerintah China sudah mendatangi berbagai pemerintahan negara-negara Islam untuk menjelaskan duduk persoalannya. Kamp yang disebut-sebut itu ternyata kamp deradikalisasi dan ini terkait dengan bergabungnya 20.000 lebih orang Uighur dengan ISIS di Suriah. [akan saya tulis di bagian ke-2]

Nah… dari semua kasus yang saya kasih ini, bisa dilihat betapa kita perlu memisahkan mana yang FAKTA, mana yang FAKTA + framing, mana yang HOAX.

Sebelum sampai tahap YAKIN, sangat salah bila kita menyikapinya dengan emosional. Tunggu dengan sabar. Membaca dengan lebih dalam, baca dari 2 sisi.

TAHAP 2: Bila YAKIN faktanya benar, barulah dianalisis dengan kepala dingin. Menganalisis itu tidak dengan cara cocok-cocokan (misal: tuh, kan orang China memang jahat! Usir orang China dari Indonesia!) tapi dengan basis logika dan teori yang jelas, supaya bisa masuk ke tahap 3 [contoh analisis teoritis, nanti di bagian 2]

TAHAP 3: Solusi/rekomendasi

Contoh, adalah benar bahwa kaum Rohingya dan Palestina sedang tertindas. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai bangsa Indonesia? Melakukan upaya diplomasi kemanusiaan? Atau kirim pasukan jihad? Atau usir Dubes Myanmar? Atau GANTI PRESIDEN?

Ketika solusi yang diberikan TIDAK NYAMBUNG, maka bisa disimpulkan, si pembawa pesan [orang yang heboh mengangkat isu ini] tidak benar-benar sedang memperjuangkan nasib Rohingya/Palestina/Uyhgur.

Kalau benar pemerintah China bersikap jahat ke orang Uyghur, mengapa PRESIDEN RI yang harus diganti? Bukankah kejadiannya di China sana?

Sekedar kilas balik: apa mereka yang dulu heboh luar biasa menuntut pemerintah menampung pengungsi Rohignya dan heboh menggalang dana benar-benar tulus? Kalau ya, mengapa mereka sekarang diam ketika Pemprov Aceh kewalahan mendanai para pengungsi Rohingya itu? Kemana dana yang dulu mereka kumpulkan dari rakyat Indonesia? Apa semua diserahkan ke para pengungsi atau 30-60% dipotong dengan alasan ‘operasional’?

Sebaliknya, mengapa mereka tidak pernah mengapresiasi Kemenlu yang selama ini jungkir-balik melakukan berbagai upaya diplomatik mengurusi kasus Rohingya?

Demikian untuk sementara. Ingat ya, ada 3 tahap: pastikan faktanya apa [bukan fakta+framing]; lalu analisis dengan berbasis logika dan teori; dan berikan rekomendasi yang nyambung, bukan salah sambung.

Ketika ada pihak-pihak tidak melakukan 2 tahap pertama dengan benar lalu masuk tahap ke 3 (kasih rekomendasi/solusi) dengan tak nyambung, Anda akan paham, mereka sebenarnya siapa.


[1] https://dinasulaeman.wordpress.com/2009/10/19/jundullah-teror-di-iran-dan-catatan-untuk-eramuslim/
[2] https://dinasulaeman.wordpress.com/2016/12/21/tanggapan-untuk-maimon-herawati/#more-3960
[3] https://dinasulaeman.wordpress.com/2017/09/06/rohingya-dan-analisis-geopolitik-ekonomi-politik/
[4] https://dinasulaeman.wordpress.com/2016/12/19/surat-terbuka-tentang-suriah-untuk-kang-emil/

Foto: pria Uyghur di depan masjid di Kashgar, Prov Xinjiang (sumber: Getty Images) Di komen saya taruh foto bocah-bocah Uighur yang angkat senjata.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: