Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » (Lagi-Lagi) Ada Israel di Balik Venezuela

(Lagi-Lagi) Ada Israel di Balik Venezuela

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Ada berita yang dirilis media Israel sekitar 2 hari yll (dan sudah diberitakan ulang oleh MSM, dan diterjemahkan oleh media-media di Indonesia): “presiden jadi-jadian” Venezuela, Juan Guaido menyatakan akan ‘menstabilkan kembali hubungan Venezuela-Israel’. Israel, yang mengaku negara paling demokratis di Timteng, sudah mengakui Guaido sebagai ‘presiden’ Venezuela, padahal Guaido mendeklarasikan diri sendiri sebagai presiden, tanpa melalui pemilu.

Sungguh ini pembuktian pernyataan saya dan banyak pengamat Timteng lainnya (yang bukan ‘jubir lokal AS&Israel, tentu saja) bahwa dalam banyak sekali konflik di muka bumi ini [termasuk di Indonesia], ada tangan-tangan Israel. Biasanya, pernyataan ini akan segera ditertawakan oleh para jubir lokal AS&Israel, disebut sebagai ‘teori konspirasi’. Padahal yang disebut teori konspirasi itu adalah ketika kita ‘mencocok-cocokan’ tanpa data. Kalau ada data yang valid tentu tidak bisa disebut ‘teori konspirasi’.

Tapi, lagi-lagi, biasanya, apapun data yang kita kasih akan direndahkan, ditolak, atau diabaikan oleh mereka ini, apalagi bila sumber infonya bukan MSM (mainstream media/media arus utama, contoh, CNN, New York Times, Fox, dll). Atau, kalau perlu, sekalian jatuhkan (hina) kredibilitas si penulis yang melawan mereka. Memang demikianlah SOP (standar operating procedur) mereka ini.

[Lucunya, cara mereka ini persis sama seperti kaum radikalis pendukung ‘mujahidin’ Suriah (ISIS, Alqaida, dkk), tanya kenapa?]

Ada sangat banyak informasi yang sengaja tidak diberitakan MSM, tapi diberitakan oleh media alternatif. Adalah sebuah falasi ketika dikatakan “yang memberitakan media tak terkenal, bukan MSM, maka dipastikan tidak valid” (silahkan baca tulisan saya sebelumnya soal falasi). Sudah berkali-kali terungkap berbagai disinformasi, bahkan hoax, yang dilakukan MSM. Bukan berarti kita harus mengabaikan apapun yang ditulis MSM, tetapi kita harus cermati data yang diberikan, siapapun yang memberitakannya. Atas berita dari media alternatif pun perlu sikap kritis. Cross-check berbagai sumber, plus menggunakan logika, adalah cara terbaik dalam menelaah berita.

Nah, kembali ke Venezuela. Mungkin belum banyak yang tahu, mendiang Hugo Chavez adalah umat Kristiani yang teguh membela Palestina. Pada tahun 2009, Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai protes atas “Operasi Menuang Timah” (Cast Lead Operation) Israel, dimana tentara Israel membombardir Gaza selama 3 pekan 27 Des-18 Jan 2009. Menurut B’Tselem (ini lembaga HAM Israel yang mengecam penjajahan Israel atas Palestina), jumlah warga Gaza yang tewas totalnya 1398, di antaranya 345 anak-anak. Selain itu, infrastruktur Gaza juga hancur lebur, termasuk rumah, pabrik, dan sekolah.

Pada tahun 2010, Chavez pernah menyatakan bahwa Israel mendanai kelompok-kelompok oposisi di Venezuela dan bahkan Mossad pernah melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya.

Sungguh ini sebuah fakta yang menarik: Venezuela, negara mayoritas Kristiani, memutuskan hubungan dengan Israel, sementara Turki dan negara-negara Arab lainnya malah berbaik-baik dengan Israel [meski Erdogan sering orasi mengecam Israel, tetapi Kedubes Israel tetap aman di Turki].

Di saat yang sama, keberadaan lembaga seperti B’Tselem juga menjadi bukti bahwa (segelintir) orang Israel pun paham bahwa pemerintah mereka melakukan kejahatan kemanusiaan. Inilah salah satu bukti bahwa pembelaan terhadap Palestina adalah masalah nurani, bukan kebencian agama atau radikalisme [seperti ejekan para jubir lokal AS&Israel].

Bahwa ada kelompok-kelompok radikal yang aktif demo dan menggalang dana untuk Palestina, justru harus dikritisi: kalau benar mereka bela Palestina, mengapa mereka malah beramai-ramai ingin menggulingkan pemerintahan yang selama ini terdepan melawan Israel [karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Israel], yaitu Suriah? Mengapa mereka juga melakukan aksi-aksi teror di Indonesia dan menyebarkan kebencian kepada golongan yang mereka sebut ‘kafir’?

Jawabannya: elitnya sebenarnya tak lain dari proxy AS-Israel, sementara bawahannya terdoktrin dan tak mampu berpikir kritis. Keberadaan mereka memberi dalih bagi para jubir lokal AS&Israel untuk mendiskreditkan Islam [memframing bahwa kelompok-kelompok teror semata-mata bekerja sendiri karena doktrin agama, dan menutupi peran AS&Israel].

Terakhir, semoga paham ya, mengapa ada banyak orang/netizen yang inkonsisten: ada kubu yang sok-sokan antiradikalisme dan antiterorisme tapi di saat yang sama membela terorisme Israel, bahkan mengecam pemerintah Indonesia yang selalu konsisten membela Palestina; ada pula kubu yang sok-sokan mau jihad membela Palestina, tapi malah dukung teroris di Suriah. Inkonsistensi akut ini menunjukkan siapa mereka sebenarnya.


Catatan:
1.Berita tentang Guaido&Israel: https://www.timesofisrael.com/venezuelan-challenger-guaido-says-hes-working-to-renew-ties-with-israel/
2.Yang menyebut Israel sebagai organisasi teroris paling canggih di dunia adalah penulis&aktivis Israel, Miko Peled. Videonya bisa dilihat di sini: https://www.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/1860912234016687/
3.Peran AS dan Israel dalam konflik Suriah, bisa dibaca di banyak tulisan saya di fanpage ini, atau di buku saya ‘Prahara Suriah’ dan ‘Salju di Aleppo’
4. Mengapa Kita (Indonesia) Harus Membela Palestina, jawabannya ada di sini: https://dinasulaeman.wordpress.com/2017/08/01/tentang-palestina-3-mengapa-orang-indonesia-harus-membela-palestina/
5.FB&Twitter akhir-akhir ini telah memblokir ribuan akun yang aktif melawan Barat [tuduhannya: terlink dengan Iran&Rusia&Venezuela]; jadi kalau sebentar lagi Fanpage ini juga hilang mendadak (setelah akun saya juga hilang misterius), tulisan saya bisa dibaca di blog: http://www.dinasulaeman.wordpress.com.

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: