Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community » Ada cerita menggelikan…

Ada cerita menggelikan…

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Alkisah ada Paijo, doktor jurusan saluran air lulusan Kutub Selatan, selama ini kadang nulis status soal Palestina-Israel. Dia tipe sok netral dan sok toleran, dan suka menuduh orang yang pro Palestina adalah radikalis yang mendasarkan diri pada klaim-klaim Al Quran (sialnya, emang banyak radikalis yang suka bawa-bawa bendera Palestina kalo demo).

Si Paijo ini temenan baik dengan seorang perempuan cantik pro Israel, sebut saja namanya Mawar. Paijo suka membela Mawar dengan alasan “toleransi”.

Fakta yang diabaikan oleh Paijo (maklum kan dia sibuk bikin saluran air, jadi tentu tidak maksimal membaca-baca soal Timteng), kubu pro-Palestina itu banyak, bukan cuma yang pro-Hamas. Ada Muslim moderat, ada Muslim sekuler, ada komunis, ada Katolik (orang-orang Venezuela, dan Paus Francis, misalnya), dan bahkan ada orang Yahudi-Israel sendiri (saya pernah cerita soal Gilad Atzmon dan Miko Peled, 2 penulis Israel yang sangat aktif membela Palestina dan mengecam rezim Zionis).

Saya berteman baik dengan Gilad, pernah ketemuan waktu Gilad show di Bandung. [1] Dulu waktu dapat beasiswa kuliah musim panas di Jepang, saya juga kenalan dan berbincang akrab dengan seorang perempuan asal Israel. Dia yang menyapa duluan, mungkin karena lihat saya pakai jilbab. Tidak, saya tidak benci Yahudi. Membela Palestina tidak sama dengan benci Yahudi. Yang dilawan adalah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Zionis.

Nah, kemarin si Paijo ini menulis status yang mengata-ngatai saya “pake ayat juga” dan mengait-ngaitkan pemikiran saya dengan Iran.

Kalau saya komentarin si Paijo dengan mengaitkan masa lalunya di Kutub Selatan, itu adalah falasi (kesalahan logika) yang disebut “argumentum ad hominem”. Artinya: berupaya menjatuhkan argumen lawan dengan cara menyerang pribadi si lawan. Jadi, ga usahlah. Saya sering ngajarin ilmu logika di fanpage ini, tentu tak elok kalau saya sendiri berfalasi 🙂

Yang bikin saya terkekeh-kekeh, justru Mawar yang ‘membela’ saya, mengklarifikasi bahwa saya TIDAK PAKAI KUTIP AYAT kalau sedang berargumen soal Palestina-Israel. Mawar ini memang dengan terbuka selalu kutip Alkitab untuk menjustifikasi bahwa Yahudi-Israel-lah yang berhak hidup di atas tanah Palestina.

Jadi, saya angkat jempol deh buat Mawar, meski fanatik habis-habisan pada Alkitab (versinya, tentu saja), rupanya dia tetap mau membaca tulisan-tulisan saya dan tahu pasti bahwa saya tidak pakai ayat dalam berargumen.

Apakah saya anti Al Quran? Tentu tidak, saya kan Muslim. Saya bahkan ikut grup OJOW (one juz one week; kalau ODOJ, ga sanggup).

Tapi menganalisis konflik Palestina-Israel dengan argumen ayat Al Quran bukan wilayah penstudi HI kayak saya. Biarlah itu jadi wilayahnya para ustadz/zah. Saya tidak mau jadi orang yang suka menyinyiri hal-hal di luar kompetensi saya.

Terimakasih atas klarifikasinya, ya Mawar 🙂

***

Ada nama yang tidak saya blur, Bapa Felix Irianto Winardi (alumni Seminari Kenthungan). Saya memang beberapa kali share status fanpage beliau. Beliau penganut Katolik yang sering menulis pembelaan kepada Palestina. Benar-benar meneladani Paus Francis. Ini bukti bahwa pembelaan kepada bangsa yang tertindas adalah sebuah nilai kemanusiaan yang universal. [2]

***
[1] wawancara saya dengan Gilad: https://ic-mes.org/politics/interview-with-gilad-atzmon/
[2] Fanpage FIW: https://www.facebook.com/felix.irianto.winardi/

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: