Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia » Konsep di Balik Tulisan

Konsep di Balik Tulisan

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Ada yang bilang, tulisan saya yang sebelumnya itu tidak ada gunanya, tidak menambah pengetahuan. Meski orang bebas berpendapat apa saja (lagian ada gitu, aturan “kalau nulis status harus bermanfaat”?), tapi saya jadi tergelitik untuk ngasih kuliah singkat pagi. Ini khusus buat yang mau dan ‘nyambung’ aja 🙂

Di tulisan saya itu sebenarnya ada beberapa konsep yang sedang saya ‘ajarkan’:

1. Falasi ‘argumentum ad hominem’. Ini adalah cara berargumen yang salah dan tidak logis, yaitu menjatuhkan lawan dengan menyerang pribadinya, baik itu fakta atau fitnah. Contoh: “Dia berpendapat demikian kan karena dia Syiah dan antek Iran, pantas saja…”

2. Falasi saliba bi intifaa’il maudhu (ini istilah dalam ilmu mantiq klasik, artinya: tertolak karena objeknya tidak ada). Saat Anda berdebat atau berargumen, pastikan dulu fakta dan datanya benar. Percuma Anda berbusa-busa berargumen, eh ternyata yang terjadi sama sekali bukan yang Anda maksud.

Misal nih, “Si Fulan itu ibunya orang Alaska dan suka makan cacing, pantesan dia jadi conduct disorder begitu. Anda tahu apa itu conduct disorder? Itu adalah perilaku antisosial, suka ngotot, stone head .. bla..bla.. Itu gara-gara makan cacing, menurut profesor X.. bla..bla.. ”

Eh ternyata ibunya si Fulan orang Jawa dan tidak pernah makan cacing. Lalu, conduct disorder ternyata tidak ada kaitan dengan cacing, profesor X sama sekali tidak berkata demikian. Jadi, argumen Anda selanjutnya runtuh ketika fakta-fakta dasarnya juga tertolak.

Atau, “Ahmadinejad itu kan dulu mengatakan ‘hapus Israel dari peta dunia’ artinya dia itu rasis, kejam… [lalu berbisa-busa bicara soal pemikiran Ahmadinejad]. Eh ternyata salah. Orang yang bisa bahasa Farsi pasti paham bahwa ada kesalahan terjemahan dalam kalimat Ahmadinejad. Walhasil sudah capek-capek nyinyir, argumen Anda pun runtuh karena fakta awalnya sudah salah. [kalau mau tau lebih banyak, bisa baca soft-file buku saya “Ahmadinejad on Palestine”]

Atau, berbusa-busa mengkritik “Si X itu mendukung one-state solution.. menurut X, bla..bla…” Eh ternyata tidak seperti itu yang dimaksud si X.

Atau, Anda berkomentar, tulisan si X itu sampah, ga ada gunanya, padahal Anda yang tidak mampu menangkap konsepnya 🙂

3. Humanity. Ini dalam studi HI masuk ke ‘value’ (nilai), diajarkan dalam mata kuliah FMHI (Filsafat dan Metodologi HI). Dalam studi HI, ada banyak perspektif atau paradigma yang dapat dipakai oleh para penstudi (akademisi) dalam menganalisis. Paradigma inilah yang membuat perbedaan antara pendapat seorang penstudi dengan orang ‘biasa’ yang beropini.

Realisme adalah sebuah paradigma dalam HI yang intinya meyakini bahwa manusia itu egoistik dan akan selalu mengejar kepentingannya sendiri. Dari sini, lahir konsep ‘national interest’ (kepentingan nasional). Seorang realis fanatik mungkin akan berpendapat, “Ya sah-sah saja Israel membombardir Gaza. Ada ‘teroris’ Hamas di sana yang mengancam kepentingan nasional Israel. Israel berhak membela diri.” (ada beberapa paradigma lain, kepanjangan kalau dijelaskan di sini)

Tapi, dalam studi HI, kita juga mempelajari values (nilai-nilai), antara lain humanity, justice, rights, dll. Humanity (kemanusiaan) akan mendorong penstudi untuk berpikir lebih dalam, melampaui paradigma-paradigma itu. Ketika dikatakan ‘berhak menjaga kepentingan nasional’ apakah itu artinya boleh mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan? Apakah bisa disebut ‘pembelaan diri’ ketika yang dihadapi sebenarnya bukan lawan yang setara? Apakah sebuah negara boleh memerangi bangsa lain demi mencari sumber daya untuk rakyatnya; tapi di saat yang sama membuat bangsa lain itu menderita? Dst. Ketika kita mengajarkan value, yang kita sentuh adalah nurani, bukan lagi kognisi.

Sekian, selamat pagi 🙂

soft-file draft buku Ahmadinejad on Palestine: https://ic-mes.org/politics/unduh-gratis-ahmadinejad-on-palestine/

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: