Kajian Timur Tengah

Beranda » Buku Saya » Karma (?)

Karma (?)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
Iklan

Lagi heboh UAS ditolak di berbagai tempat ya? Sejujurnya, perasaan saya agak ambigu. Di satu sisi, saya merasa positif karena kesadaran publik terhadap bahayanya narasi sektarian ala UAS (dan gerombolannya) semakin meningkat.

Tapi di sisi lain, saya pernah berada di posisi UAS itu: kehadiran saya ditolak, acara saya dibubarkan. Yang memprovokasi penolakan terhadap saya, ya para gerombolan yang sealiran sama UAS ini. Jadi, ada terselip ucapan dalam hati saya “rasain lo!” Tapi tak bisa saya pungkiri, terselip juga rasa kasian, karena teringat tidak enaknya diperlakukan demikian.

[Btw, jangan salah, sebuah koran besar yang mengaku “merayakan perbedaan” (berarti bukan “radikal” dong), juga tidak menyebut nama dan buku saya sama sekali dalam liputannya, padahal acara yang dia liput itu memasang back drop yang sangat besar, sepenuh dinding, yang jelas-jelas menyebut nama dan buku saya.]

Tapi sudahlah, rugi amat saya ngurusin “perasaan”-nya UAS saat ini, saat dia ditolak di sana-sini. Lebih baik saya cerita tentang diri saya sendiri.

Begini, alhamdulillah saya punya mekanisme pertahanan diri sehingga bisa tetap tegak berdiri meski bertahun-tahun, bahkan sampai hari ini, mengalami perundungan. Ini adalah hasil dari belajar, misalnya belajar neurosemantic atau belajar teknik self emotional healing. [semoga info ini berguna untuk teman-teman yang menghadapi masalah serupa].

Jadi alhamdulillah, ada banyak perkembangan dan kemajuan yang saya dapatkan sejak awal saya dirundung publik gegara nulis soal Suriah (sejak 2012, saat itu saya masih kuliah S2). Saya lulus S3, nulis beberapa buku, dan bisa tetap fesbukan dengan riang gembira karena menemukan banyak teman baru (meski sesekali ngamuk juga karena perilaku dua saudara kembar beda emak itu, yaitu para bigot dari sebelah “sini” dan sebelah “sana”).

Moral of the story: kalau kita sudah cek-ricek, sudah introspeksi, dan yakin bahwa jalan yang dipilih ini benar (sambil terus buka hati-mata-telinga), ya maju terus saja meski badai menghantam. Karena badai pasti berlalu, malam pasti tenggelam digantikan pagi.

Sekalian promosi: stok buku Salju di Aleppo masih ada, pesanan via WA ke Hatim 0878-8299-8696. Saat ini sedang proses penerjemahan karena ada rencana diterbitkan dalam bahasa Inggris. Doain lancar ya 🙂

Ini berita liputan pembubaran acara bedah buku saya di Malang, akibat provokasi gerombolan “Jama’ah Ansharusy Syari’ah”:

“Bedah Buku Salju di Aleppo karya Dina Y Sulaeman Dibubarkan”
https://tirto.id/bedah-buku-salju-di-aleppo-karya-dina-y-sulaeman-dibubarkan-coar

****
Catatan: komentar saya terkait UAS adalah terkait narasi sektarian, terutama seputar konflik Suriah; apa itu, bisa baca di sini: https://islami.co/ceramah-terkait-krisis-suriah-ikatan-alumni-suriah-undang-tabayyun-ustadz-abdul-somad/

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: