Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Antara Hong Kong, Ukraina, Libya, Suriah

Antara Hong Kong, Ukraina, Libya, Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Ada kejadian ‘aneh’ di Hong Kong. Sejak akhir pekan kemarin, kelompok neo-Nazi atau sayap kanan Ukraina yang berperan penting dalam kudeta Ukraina 2014 berada di Hong Kong untuk ‘berpartisipasi’ dalam aksi separatisme di sana. [1] Apa kaitan ideologi neo-Nazi dan aktivis separatisme Hong Kong? Mungkin tidak ada. Tapi yang jelas, aktivis “demokrasi” di Ukraina maupun Hong Kong sama-sama penerima dana dari NED. [2]

Saya coba googling untuk mencari tahu, ternyata pada 29/8/ 2019, aktivis “demokrasi” (atau tepatnya: separatisme) HK mengadakan acara nobar di 40 tempat. Film yang ditayangkan adalah film “Winter on Fire: Ukraine’s Fight for Freedom”, film propaganda karya sutradara Israel kelahiran Rusia, Evgeny Afineevsky.

Sebelumnya lagi, 19 Agustus, Afineevsky membuat surat terbuka untuk warga HK, menasihati mereka agar melihat bahwa “harapan itu benar-benar terletak di tangan generasi muda saat ini, yang percaya pada perubahan dan kebebasan, bahkan jika harga kebebasan itu ditebus dengan nyawa mereka.” Para aktivis HK mengatakan, “Revolusi Ukraina merupakan inspirasi terbesar bagi warga HK”. [3]

Kejadian ini membuat saya teringat pada tulisan lama saya. Judulnya: L’Ukraine est une autre Syrie (Ukraina adalah Suriah yang lain).

Saya tulis, kerusuhan di Ukraina terlihat jelas menggunakan template atau cetakan yang sama dengan Suriah. Ukraina diadu-domba dengan menggunakan isu Uni Eropa. Sebagian rakyat setuju bergabung dengan UE, sebagian lagi menolak. Pengalaman Yunani yang bangkrut akibat bergabung dengan UE membuat banyak orang sadar, UE dan pasar bebas Eropa bukanlah gerbang kemakmuran bagi rakyat banyak. Hanya segelintir yang diuntungkan, yaitu para kapitalis kelas kakap Eropa. Demonstrasi dimulai setelah Presiden Yanukovich menolak tanda tangan perjanjian dengan UE. Ia kemudian terguling.

Aksi para demonstran antipemerintah di Damaskus dan Kiev pun mengikuti template yang sama dengan demonstrasi di Mesir, Tunisia, Venezuela, Belarus, Georgia, atau Iran [dan kini, Hong Kong]. Mereka memprovokasi polisi, serta menyerang gedung-gedung pemerintah, yang tentu saja mendatangkan reaksi keras dari polisi. Tak heran, karena mentor mereka pun sama: CANVAS, perusahaan konsultan revolusi yang membina kaum oposan di lebih dari 40 negara. Pentolan CANVAS adalah Srdja Popovic, arsitek gerakan penggulingan Slobodan Milosevic (Serbia) pada tahun 2000.

Para pendukung dana CANVAS adalah lembaga-lembaga terkemuka seperti United States Institute for Peace (USIP) yang didanai Kongres AS, New Tactics (didanai Ford Foundation dan Soros Foundation), dan lain-lain.

Foreign Policy melaporkan, selama enam bulan pertama tahun 2012, 40 aktivis oposisi Syria mengadakan pertemuan di Jerman yang dikoordinir oleh USIP untuk merancang bentuk dan agenda pemerintahan pasca-Assad. Tak jauh beda, demonstran Ukraina pun dididik oleh tangan-tangan Amerika. Pengakuan dari Asisten Menteri Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland, memberikan buktinya. Nuland mengatakan, Amerika telah menginvestasikan $5 milyar untuk ‘mengorganisir jaringan guna memuluskan tujuan Amerika di Ukraina’ selain untuk memberikan ‘masa depan yang layak bagi Ukraina.’

Terakhir, kesamaan template Ukraina dan Suriah adalah kehadiran tokoh Zionis-Prancis, Bernard-Henri Levy (BHL), di depan lautan manusia yang memenuhi Maidan –singkatan dari Maidan Nezalezhnosti atau Lapangan Kemerdekaan—di Kiev.

BHL adalah seorang makelar perang. Dia memprovokasi masyarakat Barat untuk ‘membantu’ rakyat Suriah menggulingkan Assad. Sebelumnya, ia juga hadir di Libya, di depan para demonstran anti-Qaddafi. Di Kiev, dia berpidato berapi-api, menyeru rakyat Ukraina, “Les gens de Maidan, vous avez un rêve qui vous unit. Votre rêve est l’Europe!” (wahai orang-orang Maidan, kalian punya mimpi yang mempersatukan kalian. Mimpi kalian adalah Eropa!). BHL juga terlibat dalam upaya separatisme Kurdi Irak.

Mungkin ada yang heran, ngapain sih si BHL ini? Dalam pidatonya di CFIR (Dewan Perwakilan Yahudi Prancis) 2011, dia mengatakan, “Apa yang saya lakukan selama beberapa bulan terakhir ini, ada banyak alasan …keyakinan atas universalitas hak asasi manusia. …Ada lagi alasan lain yang tidak banyak diungkap. Saya berpartisipasi dalam petualangan politik ini sebagai Yahudi.… Saya tidak akan melakukan ini bila saya bukan Yahudi. Sebagaimana semua Yahudi di dunia, saya khawatir … kita sedang berurusan dengan salah satu musuh terburuk dari Israel.”

Saat si “pejuang HAM” ini ditanyai reporter BBC, mengapa dia tidak membela rakyat Gaza yang diblokade oleh Israel, BHL menjawab, “Kondisi di Gaza sangat berbeda. Di sana ada pemerintahan yang sangat fasis yang dipimpin oleh Hamas, mereka menindas rakyat Gaza, dan melemparkan roket ke Israel.” [4]

Nah kan.


[1] https://sputniknews.com/asia/201912021077466396-why-are-ukrainian-neo-nazis-joining-the-hong-kong-protests/
[2] NED di HongKong: https://www.facebook.com/cerdasgeopolitik/posts/729373384234875
[3]https://www.kyivpost.com/world/hong-kong-protest-leaders-arrested-hours-after-citywide-screenings-of-euromaidan-film.html
[4] Tentang BHL, saya tulis di buku Prahara Suriah, download PDF: https://dinasulaeman.wordpress.com/2019/01/01/pdf-prahara-suriah/

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: