Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Bourne Ultimatum

Bourne Ultimatum

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Tadi pagi saya terbangun dengan pikiran yang lelah. Saya mimpi dikejar-kejar, mau dibunuh, entah oleh siapa. Mungkin ini gara-gara film yang saya tonton sebelum tidur, Bourne Ultimatum. Film ini amat-sangat seru (mungkin karena itu terbawa mimpi). Bercerita tentang agen CIA bernama Jason Bourne yang pernah mengikuti program yang memodifikasi perilaku [diberi nama program Treadstone, kemudian dilanjutkan dengan nama Blackbriar].

Program itu membuatnya menjadi pembunuh yang sangat ahli, tapi ia lupa siapa saja yang ia bunuh; bahkan lupa siapa dirinya sebenarnya. Proyek Treadstone/Blackbriar bertujuan menciptakan agen-agen CIA yang siap diperintah membunuh “demi melindungi rakyat AS”. Namun, Bourne selalu merasa gelisah, ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Upayanya ini mengancam kerahasiaan program Blackbriar sehingga ia dikejar-kejar oleh agen CIA lain, untuk dibunuh.

Karena penasaran, saya coba google. Ternyata, CIA memang pernah membuat program modifikasi perilaku, namanya “MKUltra”, dimulai tahun 1953. Awalnya program ini tentu saja rahasia karena prosedurnya ilegal, namun terungkap ke publik pada tahun 1970-an sehingga dihentikan pemerintah AS pada 1977. Tahun 2001, dokumen-dokumen rahasia MKUltra dibuka untuk publik (karena aturan di AS memang demikian).

Artinya, kisah yang saya ceritakan ini nyata, bukan teori konspirasi; bahkan sudah ada proses persidangan, dan banyak diberitakan oleh media mainstream.

Intinya, MKUltra adalah proyek CIA untuk mengembangkan teknik interogasi yang lebih “baik”, serta menciptakan pembunuh yang dapat diprogram. Dengan kata lain, menciptakan teknik yang bisa memaksa seseorang untuk membunuh, dan kemudian melupakan kejadian tersebut. Proyek ini melibatkan 44 universitas, 12 RS dan 3 penjara; sebagian dari mereka tidak tahu bahwa ini adalah bagian dari program CIA. [1]

Pemimpin proyeknya bernama Sidney Gottlieb, anak dari ortu migran Yahudi-Hungaria, lahir di Bronx pada 1918 (meninggal 1999 di Washington). Ia meraih gelar PhD di bidang kimia dari California Institute of Technology.

Gottlieb punya ‘bakat’ mengerikan sehingga ia dijuluki “Penyihir Hitam”. Ia mengembangkan alat-alat pembunuhan yang seolah cerita di film belaka: bom bau berpotensi tinggi, alat pengaduk minuman yang dibubuhi obat, kerang yang meledak, atau pasta gigi beracun. [2] Ia pernah menyiapkan sapu tangan yang dibubuhi botulinum yang dikirim ke Jend. Abdul Qasem, Perdana Menteri Irak (1958-1963) yang nekad meminta tambahan royalti atas perusahaan minyak milik AS-Inggris. [3]

Dr. Sidney Gottlieb pernah pergi ke Kongo (1960), dengan membawa tas kecil hitam yang berisi biotoxin yang dibuatnya, direncanakan akan disuntikkan ke pasta gigi Patrice Lumumba (perdana menteri saat itu). Namun, sebelum biotoxin itu diserahkan ke agen CIA di Kongo, Lumumba sudah digulingkan oleh pemberontak.

Tahun yang sama, atas izin diam-diam dari Presiden Eisenhower, Gottlieb mulai menciptakan alat untuk membunuh Fidel Castro (pemimpin Kuba), mulai dari rokok beracun, hingga sepatu yang dibubuhi thallium yang sangat beracun. Ada juga pulpen beracun yang diantarkan oleh seorang agen CIA bernama Rolando ke Paris pada 22 November 1963. Ia juga mendesain penyemprotan studio TV [yang akan didatangi Castro] dengan LSD [4].

LSD adalah obat utama yang digunakan dalam program MKUltra, yang mengakibatkan kondisi mental seperti schizophrenia. Menurut pengakuan seorang yang diberi LSD dalam proyek MKUltra, ia mengalami “halusinasi, ruangan berubah bentuk, berjam-jam mengalami rasa takut dan perasaan kejam… bahkan darah terlihat keluar dari dinding.” [5]

Stephen Kinzer, jurnalis yang menyelidiki kasus ini dan menulis buku “Poisoner in Chief” [poisoner=orang yang memberi racun], mengatakan bahwa proyek MKUltra ada 2 tahap, pertama menghapus pikiran yang ada, dan kedua, mencari cara untuk memasukkan pikiran baru. Yang sudah dilakukan Gottlieb adalah tahap pertama. Menurut Kinzer, “Kita tidak tahu berapa banyak orang yang mati dalam eksperimen ini, tapi ada yang mati; banyak yang masih hidup tapi dalam keadaan hancur permanen.” [6]

Cerita soal Gottlieb dan berbagai penemuan jahatnya, membuat saya teringat pada Yaser Arafat dan Hugo Chavez. Arafat meninggal dunia tahun 2004 dalam keadaan mencurigakan. Pada 2012, saintis asal Swedia melakukan tes forensik pada sampel yang diambil dari jasad Arafat. Temuan mereka, ada kadar radioaktif polonium-210 yang sangat tinggi, menunjukkan pemimpin Palestina itu sangat mungkin tewas akibat diracuni zat langka dan mematikan itu. [7].

Sementara itu, tak lama setelah Chavez meninggal (2013), pemerintah Maduro menyatakan akan melakukan penyelidikan karena mereka mencurigai bahwa sebenarnya Chavez diracun.

Balik ke film Bourne. Di akhir film, seorang agen CIA sudah menodongkan pistol ke Bourne. Tapi dia ragu, karena hari sebelumnya, Bourne hampir menembaknya, tapi tidak jadi.

Si agen bertanya, “Mengapa kau kemarin tidak menembakku?”

Bourne menjawab, “Apa kautahu mengapa kau harus membunuhku? Lihatlah diri kita. Lihat bagaimana mereka membuat kita [jadi seperti ini].”

“Seperti ini” maksudnya, menjadi zombie, robot pembunuh; membunuh siapa saja yang diinginkan oleh Bos Besar. Dan orang-orang seperti mereka, sayangnya, sangat banyak. Para agen CIA bertebaran, mengobok-obok berbagai bangsa di muka bumi. Puluhan ribu tentara AS ditugaskan di Timteng dan Afrika. Mereka membunuh warga sipil dengan darah dingin sambil merasa sedang mengabdi pada tanah air.

[1] https://nypost.com/2016/07/23/the-dark-cia-experiments-that-inspired-jason-bourne-movies/
[2] https://theintercept.com/2019/11/24/cia-mkultra-louis-jolyon-west/
[3] buku Hollington (2008) ‘Wolves, Jackals, and Foxes: The Assassins Who Changed History’
[4] https://www.haaretz.com/jewish/.premium-1999-cia-s-dirty-trickster-dies-1.5330359
[5] https://interestingengineering.com/the-cias-mind-control-and-lsd-program-mk-ultra
[6] https://www.npr.org/2019/09/09/758989641/the-cias-secret-quest-for-mind-control-torture-lsd-and-a-poisoner-in-chief
[7] https://www.theguardian.com/world/2013/nov/06/yasser-arafat-poisoned-polonium-tests-scientists

Foto: Bourne (adegan di Maroko)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: