Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Uighur

Uighur

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

[update: ada yg aneh, fotonya tiba-tiba hilang sendiri]

Di antara sedemikian derasnya informasi soal Uighur, memang bagi sebagian orang sulit untuk percaya pada informasi bantahan “kaum Muslim di Uighur baik-baik saja”. Informasi yang tersebar terlihat sangat meyakinkan. Saya tidak punya info apapun yang bisa membantah berbagai foto dan video yang tersebar, karena saya tidak melakukan riset soal ini.

Kondisinya berbeda dengan kasus Suriah, dimana hoax sangat mudah terbongkar: tidak ada satu pun foto berdarah-darah yang diklaim sebagai “korban pembantaian Assad” terbukti benar. Hanya dengan cara mudah: masukkan foto itu ke google image, akan segera ditemukan bahwa foto itu adalah korban kejahatan Israel di Gaza, korban kejahatan tentara AS di Irak, korban tabrakan di Turki, korban gempa bumi di Azerbaijan, atau foto kursi kuno di museum [diklaim sebagai kursi listrik dimana orang Sunni dibunuh Assad], dll.

Kondisinya beda dengan kasus Suriah, dulu itu para netizen antiperang dari berbagai negara gotong-royong memverifikasi foto dan video tersebut. Apa saja hoax yang disebar White Helmets, segera muncul tanggapannya disertai bukti/argumen tak terbantahkan untuk menunjukkan bahwa itu foto/video hoax. Tapi yang sudah banyak dibongkar pun, sebagian orang tetap saja tak mau terima.

Entah mengapa kini para netizen pro China tak banyak bersuara. Minimalnya, kalau betul ini hoax, kalian seharusnya menerjemahkan video-video yang memberi klarifikasi. Ini sama seperti dulu, awalnya, mahasiswa-mahasiswa Indonesia (padahal Aswaja) di Suriah juga cenderung diam. Awalnya, kami para netizen antiperang yang babak belur jadi ‘minoritas’ melawan suara mainstream dan biasanya sering diserang dengan ejekan: emang kalian pernah ke Suriah??

Sekarang, kemana mahasiswa-mahasiswa Muslim Indonesia di China? Suara kalian tentu lebih kuat memberikan testimoni seperti apa kondisi di sana. Toh situasi di Indonesia sudah berubah dibanding sebelumnya. Jadi, speak up lah, ga usah takut dibully.

Bagaimana dengan saya? Yang jelas, saya tidak bisa memastikan: apakah kamp konsentrasi dimana 1 juta Muslim direpresi itu benar adanya atau tidak. Tapi, saya cenderung skeptis, karena semua media yang agresif menyuarakan soal Uighur adalah media yang sama, yang selama 8 tahun perang Suriah berbohong, berbohong, dan berbohong.

Media yang sama yang dulu juga berbohong soal “senjata kimia di Irak” yang menjadi alasan untuk invasi militer AS ke Irak tahun 2003 dan memorakporandakan negeri itu, sampai hari ini.

Lembaga-lembaga pro HAM yang melaporkan soal kamp itu (HRW, Amnesty Intl) adalah lembaga yang membuat berbagai laporan dengan data yang tidak terverifikasi, menuduh Assad membantai rakyatnya sendiri [1].

Jadi, mengapa saya harus langsung percaya pada semua media dan lembaga HAM yang terbukti bertahun-tahun berbohong itu? Sekarang media AS (WSJ) dengan liciknya menyeret NU dan Muhammadiyah ke dalam konflik ini; mereka tuduh NU dan Muhammadiyah menerima dana dari China sehingga diam soal Uighur.

Saya pernah menulis 2 tulisan soal Uighur, di situ saya memberikan “petunjuk metodologis” bagaimana cara menganalisis dan mengkritisi kasus ini, termasuk mengkritisi sumber berita, yang ternyata terkait dengan NED (ingat cerita saya soal NED?). [2]

Saran saya, sebaiknya kita tetap mendengar dari kedua pihak. Kesalahan publik pada masa perang Suriah adalah menolak mendengar bantahan dari pihak pemerintah Suriah. Narasi yang tersebarluas hanya dari 1 pihak (pro oposisi/pemberontak). Baru beberapa tahun terakhir ini saja pada melek dan mendukung tagar #JanganSuriahkanIndonesia.

Untuk Uighur, Anda semua pasti sudah kenyang membaca dan menonton berbagai video soal “kejahatan” China. Beberapa hari yll, media China merilis film dokumenter untuk membantah narasi itu. Silahkan tonton, Anda akan mendapatkan perspektif yang berbeda. [3] Simak juga tulisan seorang mantan pejabat KBRI yang pernah berkunjung ke keluarga Uighur di Xinjiang. [4]

==
[1] Saya bahas di buku Salju di Aleppo

[2] Tulisan saya:
-Tentang China dan Uighur (1) https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/583023392123920/
-Tentang China dan Uighur (2) https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/583339115425681/

[3] https://www.youtube.com/watch?v=u4cYE6E27_g

[4] https://www.kompasiana.com/jielun/576cca6f0d97733515235a44/keluarga-jenghiz-zending-islam-di-xinjiang?page=all

Foto: masjid Id Kah, Kashgar, Xinjiang.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: