Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » [postingan sebelumnya saya hapus karena ketika dishare pengantar dari saya tidak terbawa]

[postingan sebelumnya saya hapus karena ketika dishare pengantar dari saya tidak terbawa]

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Berita tanggal 11 Juli 2019 [5 bulan yang lalu] disebarluaskan lagi dengan judul “22 Negara Desak China Hentikan Pelanggaran Terhadap Muslim Uighur, Tidak Ada Nama Indonesia” (portal-islam dot id)

Karena penasaran, saya cari, siapa aja negara tersebut. Ini salah satu media yang memberitakan (www.businessinsider.sg). 22 negara tersebut adalah:

Australia, Austria, Belgium, Canada, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Iceland, Ireland, Japan, Latvia, Lithuania, Luxembourg, the Netherlands, New Zealand, Norway, Spain, Sweden, Switzerland, and UK (Inggris).

Bagaimana dengan presiden pujaan “umat”? Di berita ini, disebutkan, “President Recep Tayyip Erdogan claimed that “people of all ethnicities in Xinjiang are leading a happy life”. [Presiden Erdogan mengklaim bahwa semua etnis di Xinjiang hidup bahagia]

Bagaimana dengan Raja Saudi, atau negara OKI? Disebutkan di berita ini, mereka tidak memberikan kritikan kepada China.

Lalu mengapa secara khusus disebut “nama Indonesia tidak ada” oleh portal Islam?

Mengapa secara khusus NU dan Muhammadiyah yang “ditembak” (difitnah) media AS, Wall Street Journal?

Saran saya kepada pemerintah, daripada ini jadi isu yang terus digoreng, sebaiknya tunjukkan sikap yang jelas. Saya dapat info (informal) dari teman di Kemlu, katanya bagi Indonesia, Uighur adalah kasus separatisme, sementara kebijakan luar negeri Indonesia tidak mentolerir aksi separatisme. Kalau benar demikian, kasihlah penjelasan kepada rakyat.


https://www.businessinsider.sg/china-joint-letter-condemn-muslim-oppression-no-islamic-signatories-2019-7/?r=US&IR=T

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: