Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community » FALASI ZSM

FALASI ZSM

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Para ZSM akhir-akhir ini memviralkan tulisan seseorang yang berjudul “Yerusalem Menurut Pandangan Seorang Ilmuwan Islam dari Indonesia”. Nama orang yang konon ilmuwan ini adalah Arifin Yahya, saya tak kenal.

Saya menulis tanggapan atas permintaan seorang saudara saya. Tanggapan singkat saja.

Begini, ada banyak versi sejarah, mengapa ketika ada 1 versi saja yang dikemukakan, itupun via WA, entah bagaimana validitasnya, langsung diterima mentah-mentah? Bukankah ada versi lain (dan ini diterima luas di kalangan Muslim, Kristiani, dan Yahudi) bahwa Israel adalah gelar untuk Nabi Ya’kub (bermakna “hamba Allah”). Bukankah salah satu anak Nabi Yakub (yang juga terlibat dalam “penenggelaman” Nabi Yusuf ke sumur) namanya Yahuda, yang kemudian, nama agama Yahudi dinisbahkan kepada Yahuda?

Saat Nabi Yakub dan keluarganya pindah dari Faddan Aram (Irak) ke Kan’an (Palestina saat ini) di wilayah itu sudah ada penduduknya. Jadi, Bani Israel (yang bermakna keturunan Ya’kub) bukan “pribumi” dong (kalau mau pake logika pribumi-pribumian).

Lalu, si “Ilmuwan Islam” itu bilang bahwa perang Salib dipicu oleh didirikannya Masjidil Aqsa pada tahun 705 M. Ini jelas koplak sekoplak-koplaknya. Perang Salib kan pertama kali meletus tahun 1096? Pemicunya adalah perilaku tentara Seljuk yang bikin sakit hati kaum Kristiani. Seljuk merebut beberapa kawasan milik Kekaisaran Byzantium, termasuk wilayah strategis Anatolia.

Seljuk juga merebut Palestina dari kekuasaan Dinasti Fathimiah (jadi ini perang antara 2 kelompok Muslim), lalu mereka memberlakukan kebijakan ketat di Yerusalem, misalnya, hanya orang dengan usia tertentu yang boleh ziarah ke Yerusalem dan dilakukan pemungutan uang yang cukup besar dari peziarah. Dan yang suka ziarah ke Yerusalem, di antaranya umat Kristiani, jadi mereka dirugikan atas aturan ini.

[Seljuk adalah pemerintahan Muslim yang berkuasa secara de facto atas Khilafah Abbasiah pada era itu].

Perilaku Seljuk ini memunculkan resistensi dari kaum Kristiani, dan akhirnya Paus Urbanus II memobilisasi kekuatan Kristiani utk merebut Yerusalem.

Catat: artinya Perang Salib ini Kristiani vs Islam (ga nyambung jika diseret ke isu Palestina-Israel)

**
Tentu akan muncul bantahan atas yang saya tulis ini. Artinya: ADA PERBEDAAN PENDAPAT DI ANTARA SEJARAWAN, ya kan?

Nah, ketika ada perdebatan versi sejarah, apa yang harus dilakukan? Tentu saja diskusi, debat, dialog, kajian akademis, dst.

Tapi apa yang dilakukan Yahudi Zionis di atas perbedaan versi sejarah ini? Kaum Zionis MEMBUNUH, MERAMPAS TANAH, MENJAJAH Palestina, atas klaim sejarah versi mereka sendiri. Mereka mengabaikan sejarah versi sejarawan lain, termasuk sejarawan Yahudi sendiri.

Selain itu, menghukumi (melakukan tindakan hukum) atas sesuatu di ZAMAN NOW dengan dasar sejarah yang terjadi sebelumnya, adalah cara pikir yang KACAU/Falasi. Apa Anda mau menerima logika dosa turunan?

Karena konon yang nulis ilmuwan Muslim, saya tanya, apa dia pernah baca Quran ya? Di QS 2:141 Allah berfirman: “Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”

Seandainya dulu benar Jalut adalah orang Palestina yang jahat ke umat Yahudi, apakah orang-orang Arab Palestina yang hidup saat ini yang harus menanggung dosanya dan boleh dibantai oleh Yahudi-Israel? Lalu, bagaimana dengan catatan sejarah tentang kejahatan umat Yahudi zaman dulu? Sudah tahu kan, yang membunuh Isa Al Masih (Yesus) adalah orang Yahudi?

Logika falasi yang sama: penjajah Belanda dulu jahat sama orang Indonesia, apa dibenarkan bila di zaman NOW, kita serbu Belanda dan kita bunuh-bunuhin orang Belanda?

CARA Berpikir yang benar: LIHAT ZAMAN NOW, apa yang terjadi? Fakta riilnya, telah terjadi migrasi besar-besaran orang Yahudi dari Eropa ke Palestina pasca PD I, dengan dibiayai para pengusaha kaya Yahudi zaman old, dan dilindungi secara militer oleh Inggris yang saat itu menjajah Palestina. Lalu tahun 1947 dengan secara sepihak PBB membagi dua wilayah Palestina, 56% diberikan kepada Yahudi pendatang itu untuk didirikan negara Israel.

Lalu yang terjadi adalah pengusiran dan pembunuhan, (bahkan sejarawan Israel sendiri, Ilan Pappe, menyebutnya ethnic cleansing) terhadap warga yang menempati wilayah yang 56%. Kejahatan Yahudi-Israel masih terus berlanjut sampai NOW, perampasan tanah dan pembunuhan terus mereka lakukan.

Mudah-mudahan bisa dipahami ya. Pesan saya, jangan mudah goyah baca tulisan ZSM yang memang ahli mengacau pikiran orang dengan teknik framing dan menghilangkan (bahkan memalsukan) sebagian data.


Foto: Muslim dan Kristiani Palestina dalam perayaan Natal di Ramalah, 2015 (sumber: thearabweekly.com)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: