Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » APA YANG TERJADI SEBENARNYA?

APA YANG TERJADI SEBENARNYA?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Setelah menunggu beberapa jam, mengikuti perkembangan berita, akhirnya ketemu juga, sumber blundernya dimana. Seperti Anda tahu, saya, dan beberapa penulis anti-AS lainnya kemarin menulis, mengecam tuduhan yang terburu-buru yang dilakukan media Barat, bahwa penyebab jatuhnya pesawat Ukraina adalah rudal Iran. Point penting yang saya sampaikan adalah: kan belum ada penyelidikan? Black box pun belum diteliti. Mengapa sudah menuduh ketika belum selesai investigasi?

Terlebih lagi, sudah ada pernyataan resmi dari Jubir Kemenlu Iran, Abbas Mousavi, yang menolak tuduhan itu.

Lalu tiba-tiba pagi ini, Menlu Javad Zarif, juga Presiden Rouhani memberikan pernyataan resmi mengakui bahwa jatuhnya pesawat Ukraina itu akibat kesalahan Iran.

Pertanyaannya, kok bisa miskomunikasi begini mereka ya? Seharusnya Jubir Kemenlu sebelum bikin pernyataan (yang akhirnya jadi pegangan para pengamat, termasuk saya) memastikan dulu.

Dari informasi yang saya dapat, kemungkinan memang ada kekacauan koordinasi. Kemungkinan ada pihak yang bersalah yang masih berusaha mencari ‘solusi’.

Lalu, kemarin (Jumat), Ayatullah Ali Khamenei (Supreme Leader Iran) meminta laporan hasil investigasi dan memerintahkan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional. Dalam pertemuan itu, barulah terungkap bahwa pesawat itu tertembak oleh sistem pertahanan udara Iran.

Ayatullah Ali Khamenei memerintahkan agar hal itu segera diumumkan karena “adalah kewajiban Islam untuk mengaku bertanggung jawab”.

Akhirnya, Dewan Keamanan Nasional memutuskan untuk mengumumkannya pagi ini. Selain pernyataan Javad Zarif (Menlu), Rouhani (Presiden), juga ada pernyataan Angkatan Bersenjata Iran.

Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa dalam beberapa jam setelah serangan rudal ke pangkalan AS di Irak, situasi cukup genting, dan ada sejumlah target muncul di beberapa layar radar sehingga meningkatkan sensitivitas jaringan pertahanan udara.

“Dalam kondisi sensitif dan kritis sedemikian rupa, penerbangan 752 Ukraine Airlines lepas landas dari Bandara Imam Khomeini dan berputar, sehingga benar-benar berada pada posisi mendekati pusat militer sensitif pada ketinggian dan lintasan target musuh. Lalu pesawat itu secara tidak sengaja tertembak akibat kelalaian manusia, yang sangat kami sesalkan, telah mengakibatkan kematian saudara-saudara sebangsa kami dan sejumlah warga negara asing.”

Angkatan Bersenjata Iran juga menjanjikan bahwa stafnya yang bertanggung jawab atas kejadian ini akan segera dibawa ke pengadilan militer dan menjanjikan akan melakukan “reformasi fundamental” dalam proses operasional di Angkatan Bersenjata, “supaya kami tidak pernah lagi melakukan kesalahan seperti ini.”

Ayatullah Khamenei juga sudah memberikan pernyataan. Selain ucapan duka cinta mendalam, beliau mengatakan, “Saya menekankan agar Komite Staf Umum Angkatan Bersenjata menindaklanjuti kemungkinan kelalaian dalam insiden yang menyakitkan ini.”

Kejadian ini memang sangat tragis. Seperti kita lihat, netizen pro-AS sudah bertepuk tangan. Kemarin memberi kesan ‘berduka atas jatuhnya korban’, ternyata sekarang happy karena berhasil membuktikan bahwa Iran yang salah. Jadi yang penting bukan korban, rupanya.

Tapi ada yang mereka sengaja tutupi: Iran tidak sengaja melakukannya dan kini secara terbuka mengakui (meski agak lambat sehingga bikin blunder). Dan Iran sudah meminta maaf dan siap bertanggung jawab.

Ini jauh berbeda dengan “kesalahan tembak” yang dilakukan oleh militer AS pada tahun 1988 terhadap pesawat sipil Iran Air berpenumpang 260 orang yang terbang di atas perairan Iran di pagi yang cerah. Seluruh penumpang tewas. AS menolak mengakui kesalahan, sampai akhirnya Iran menuntut keadilan ke Dewan Keamanan PBB. Akhirnya setelah melewati proses ‘persidangan’ di DK PBB, AS menyatakan “penyesalan atas jatuhnya korban” tetapi tidak pernah meminta maaf secara formal. Bahkan tentara yang bersalah, alih-alih diadili, malah dikasih penghargaan militer.

Sekali lagi, teriring ucapan duka cita yang mendalam untuk semua korban. Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun. Rest in Peace.

#USOutOfMiddleEast
#USOutOfIraq

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: