Kajian Timur Tengah

Beranda » Diplomasi » Amanah Pembukaan UUD 45

Amanah Pembukaan UUD 45

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

…untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia …dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…

Tapi mengapa ibukota negeri ini diserahkan “pengarahan”-nya kepada Tony Blair, orang yang tangannya berlumuran darah perang Irak?

Siapa Blair?

Blair bersama Bush menginvasi Irak pada 2003 dengan tuduhan Saddam (presiden Irak saat itu) menyimpan senjata pembunuhan massal. Tapi kemudian terbukti senjata itu tidak ada, hoax belaka. Blair mengaku salah, melemparkan kesalahan pada laporan intelijennya. Meski demikian, tentara Inggris tetap bercokol di Irak hingga 2009 dan dilaporkan banyak kasus kejahatan yang dilakukan tentara Inggris selama masa itu.

Dalam sebuah acara mengenang para tentara Inggris yang tewas dalam perang Irak, Blair dengan ‘tebal muka’ datang. Seorang ayah tentara menolak menjabat tangan Blair dan berkata “I’m not shaking your hand, you’ve got blood on it.” [saya tidak mau menyalamimu, tanganmu berdarah]

“I believe he’s got the blood of my son and all of the other men and women who died out there on his hands,” kata Peter Brierley, ayah dari Shaun Brierley, tentara Inggris yang tewas dalam Perang Irak 2003. [1]

[Aku yakin dia berlumuran darah putraku dan darah semua pria dan wanita lain yang mati di sana di tangannya]

***

Copas berita Tempo:
Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair dikabarkan telah sepakat untuk menjadi anggota Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru di Indonesia. Kabar tersebut datang datang dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

“Sudah, sudah (setuju bergabung),” kata Luhut di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020. Informasi itu juga diumumkan Kemenko Kemaritiman lewat akun twitter mereka kemarin.


Namun demikian, rekam jejak Tony Blair di invasi Irak 2003 ini tidak menjadi soal bagi pemerintah Jokowi. “Ya itu bukan urusan kami,” kata Luhut. Menurut Luhut, pemerintah membutuhkan Blair agar ada figur internasional di tubuh dewan pengarah.

***

Berita Tempo: https://bisnis.tempo.co/read/1295838/jejak-tony-blair-dari-invasi-irak-ke-ibu-kota-baru-indonesia/full&view=ok

[1]https://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/iraq/6286081/Tony-Blair-has-blood-on-his-hands-says-father-of-killed-soldier.html

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: