Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Info yang Sengaja Ditutupi

Info yang Sengaja Ditutupi

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Rupanya kampanye pemberitaan antipemerintah Suriah sedang ‘naik daun’ lagi, seiring dengan serangan tentara nasional Suriah (Syrian Arab Army, SAA) untuk membebaskan Idlib (sebuah provinsi Suriah yang berbatasan dengan Turki).

Sebenarnya saya sudah menulis soal Idlib berkali-kali. Tapi sepertinya, karena sistem algoritma Facebook, orang cenderung hanya menerima info dari 1 versi saja. Status ACT yang saya SS ini di-like 79 ribu dan dishare 1,8 ribu.

Baik status ACT maupun berita Serambinews yang saya SS ini, intinya sama: ada serangan udara ke Idlib yang menimbulkan korban.

Masalahnya, keduanya sama sekali tidak memberikan info lengkap: SIAPA sebenarnya yang ada di Idlib dan MENGAPA harus diserbu SAA?

Banyak orang menerima begitu saja framing bahwa: tentara Suriah sedemikian jahatnya sampai membombardir rakyatnya sendiri.

Jadi, SIAPA yang ada di Idlib?

Tak lain, milisi bersenjata (alias “mujahidin” alias teroris Al Qaida). Dalam operasi pembebasan wilayah-wilayah Suriah dari para teroris, pemerintah Suriah memberikan tawaran: terus perang atau menyerah. Para teroris menyerah dan minta dievakuasi ke Idlib. Ini tentu tak lepas dari instruksi para “bos besar” mereka (antara lain Turki, Qatar, Saudi).

Jadi, kini Idlib adalah pusat perkumpulan para teroris terbesar sedunia, berbagai golongan tumplek di sana. Para petempur teror itu, baik yang warga asli Suriah maupun petempur asing, hidup bersama keluarga. Pernah dengar istilah “jihad nikah” kan? Petempur-petempur yang bujangan dinikahkan dengan wanita “mujahidah” yang datang dari berbagai negara, antara lain Tunisia, dan negara-negara Eropa. Mereka pun beranak-pinak.

Seharusnya, mereka itu pulang saja ke negara masing-masing, atau ke Turki saja (donatur utama mereka). Tapi Erdogan tentu saja ngeri menerima puluhan ribu teroris plus anak-istri masuk ke negerinya. Turki berkepentingan Idlib jadi wilayah sendiri, lepas dari Suriah, diisi oleh para teroris yang tak diterima lagi di negeri-negeri asalnya itu. Suriah, tentu saja berkepentingan mengambil lagi wilayahnya dan melindungi warga asli Idlib yang kini tertahan di tengah kepungan para teroris itu.

Supaya lebih mudah dipahami, bagaimana kalau kita bayangkan Indonesia? Misalnya di Indonesia ada provinsi Abrakadabra yang di dalamnya bercokol ribuan milisi “jihad”, yang berdatangan dari berbagai negara dan terus aktif menyerang wilayah-wilayah lain. Warga asli di provinsi itu juga dibunuhin. Lalu, TNI yang bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa, memulai operasi pembebasan provinsi Abrakadabra. Tapi, para pendukung “mujahidin” berteriak, “Woy, mereka itu rakyat sipil! Lihat, mereka bawa anak-istri! Jangan serang!”

Nah, menurutmu, TNI musti gimana?

FYI, sebenarnya setiap kali akan melakukan operasi pembebasan wilayah, SAA selalu buka jalur kemanusiaan, warga sipil dipersilakan keluar dari wilayah itu dan akan dilindungi. Tapi biasanya, tidak ada atau hanya sedikit yang bisa keluar, karena dihalangi milisi teror itu (dijadikan tameng).

Inilah info yang ditutupi dalam berbagai pemberitaan mengenai Idlib.

***

Di antara milisi yang ada di Idlib adalah orang-orang Uighur lihat videonya : https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/420199761739618/

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: