Kajian Timur Tengah

Beranda » Arab Saudi » Ikhwanul Muslimin dan Amnesia Soal Syiah

Ikhwanul Muslimin dan Amnesia Soal Syiah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Histeria para pendukung Erdogan di video yang kemarin saya share link-nya sungguh membuat saya ‘takjub’. Luar biasa fanatisme dan pengkultusan mereka pada sosok Erdogan. Mereka ngamuk dan marah luar biasa karena di video itu ditunjukkan bukti-bukti digital hubungan ‘mesra’ Erdogan dan Israel. Padahal sumber video itu adalah Al Arabiya (milik Arab Saudi) dan Al Ain (milik Uni Emirat Arab). Sebagian besar, marahnya dengan memaki-maki “Syiah”. Lho, emangnya Al Arabiya dan Al Ain itu televisinya Iran? [1]. Televisi Mesir juga ikut mengungkap kerjasama Erdogan-Israel [2]. Tapi mereka juga ngamuk dengan memaki Syiah. Sejak kapan Mesir jadi Syiah?

Saya akan cerita secara singkat latar belakang dari fenomena ini.

Begini, para pemuja fanatik Erdogan ini umumnya orang-orang Ikhwanul Muslimin (IM). IM berjejaring secara transnasional, mereka ada di berbagai negara. Di sebagian negara, mereka sukses menyebarkan pengaruh dan membuat partai. Di Indonesia mereka berhasil membuat PKS. Tapi kini sesama PKS juga berantem, kabarnya bakal ada partai “PKS Perjuangan”.

Di Turki, ada “Partai Keadilan dan Pembangunan” (AKP) yang dipimpin Erdogan. Awalnya, AKP sering mengaku pro Barat dan pro ekonomi liberal (bertahun-tahun berusaha masuk ke dalam Uni Eropa); tapi di saat yang sama memberikan banyak dukungan kepada aktivitas IM. Sejak Erdogan mengadu peruntungannya dengan mendukung penggulingan Bashar Al Assad, warna IM di AKP semakin terkuak.

Kelompok “pemberontak” yang didukung Erdogan adalah FSA yang petempurnya banyak jamaah IM. Tapi sejak awal FSA bersinergi dengan Jabhah Al Nusrah, yang tak lain Al Qaida Suriah (dan sudah masuk list teroris di PBB). Kini, di Idlib, milisi yang dominan adalah Hay’at Tahrir Al Syam (ini nama baru dari JN) dan mereka mendapat dukungan penuh dari Erdogan. Ketika HTS di Idlib terancam tumbang, Erdogan mengirim tentara Turki membantu HTS.

Tapi, sebenarnya Erdogan adalah politisi yang pragmatis, bukan ideolog IM. IM yang asli adalah IM yang dulu didirikan oleh Syekh Hassan Al Banna tahun 1928 sebagai respon atas dominasi ekonomi Barat (bekerja sama dengan pemerintah) di Mesir yang memiskinkan rakyat. Artinya, IM yang asli paham, siapa yang sebenarnya harus dilawan.

Nah, di titik ini, Mesir dan Iran pada masa itu ada dalam situasi yang sama. Di Iran juga terjadi penjajahan ekonomi oleh Barat yang bekerja sama dengan rezim. Ide perlawanan dari kedua negara ini pun ‘nyambung’. Ulama perlawanan Iran, Navab Safawi pernah datang ke Kairo dan disambut hangat oleh ulama-ulama IM. Sama sekali tidak ada kebencian pada Syiah.

Pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatullah Khamenei, bahkan pernah menerjemahkan dua buku Sayyid Qutub (ulama IM) ke dalam bahasa Farsi. Ketika revolusi Islam di Iran berhasil menggulingkan Shah Pahlevi tahun 1979, ulama-ulama IM menyambut dengan gembira. Antara lain IM cabang Jordan mengeluarkan statemen bahwa IM bertekad memperkuat revolusi Islam di Iran karena selaras dengan cita-cita IM untuk menegakkan pemikiran Islam dan selaras dengan aspirasi Imam Hasan al-Banna yang menyerukan agar kaum kaum Muslim mengabaikan perbedaan doktrinal dan yurisprudensi mereka (perbedaan antarmazhab). [3]

Persahabatan IM dan Iran terus terjalin. Iran konsisten membantu perjuangan Hamas (IM) melawan Israel. Di Indonesia, dulu orang IM pun baik-baik saja dengan Syiah. Salah satu buktinya terlihat ketika Presiden Iran Ahmadinejad datang ke Jakarta (2006), ia berorasi di UI. Mahasiswa-mahasiswa didikan IM juga ikut dalam gegap gempita menyambut Ahmadinejad.

Lalu mengapa IM sekarang (pemuja Erdogan) setengah mati benci pada Syiah/Iran dan menganggapnya kafir? Semua kata cacian terkotor dan terkeji mereka tulis di kolom komen. Apa tidak malu pada ke-IM-an mereka itu ya? Kan orang yang non IM akan mikir begini: wow, sadis bener orang IM ini ya, kok bisa komen sekotor itu?? Katanya ‘bela Islam’?

Penyebabnya adalah karena bos besar mereka di Timur Tengah, bersekutu dengan Barat dan Israel, memutuskan angkat senjata untuk menggulingkan Bashar Assad. Dalam proyek penggulingan Bashar Assad, ulama IM, Yusuf Qaradhawi, bermukim di Qatar, mengeluarkan fatwa “wajib untuk membunuh orang sipil, tentara, maupun ulama yang bekerja sama dengan pemerintah Suriah.” Beberapa hari setelah fatwa itu, Syekh al Buthy gugur syahid saat sedang memberi ceramah di masjid, akibat bom bunuh diri “jihadis”. [4]

Padahal Qaradhawi ini salah satu penandatangan Deklarasi Amman (2004) yang menyatakan bahwa Syiah adalah bagian dari Islam dan menyerukan persatuan umat Islam.

Demi perang Suriah, hoax soal “Syiah membantai Sunni” dan “Assad menyuruh rakyatnya sujud menyembah dirinya” pun diblow up secara terstruktur, sistematis, dan masif, oleh media “Islam” maupun media Barat. Foto editan dan video rekayasa diproduksi masif. Khusus propaganda media Barat, dikendalikan oleh perusahaan PR Purpose Inc. yang berbasis di New York. Mengapa Barat membantu IM? Tentu karena ada keuntungan ekonomi raksasa yang mereka incar.

Apa tujuan penyebaran hoax ini? Yaitu untuk membangkitkan kemarahan massal, supaya banyak yang mau gabung jadi “jihadis” atau minimal merogoh kocek bantu dana. Jumlah bantuan yang diberikan rakyat Indonesia selama 8 tahun ini untuk lembaga-lembaga yang terindikasi kuat “pro jihadis”, kayaknya sudah mencapai ratusan M deh (hitungan kasar saja). Rakyat Ikatan Pelajar Indonesia terbukti murah hati kalau bisa dibikin marah.

Nah sejak perang Suriah itulah (2012), aktivis IM di Indonesia seolah kehilangan logikanya. Ini membuktikan bahwa mereka beragama tanpa logika, tapi hanya sekedar doktrin: apa kata ustad. Dan ustadnya pun: apa kata bos di Timteng sana. Nah, kezombian ini ternyata juga berdampak tragis pada dinamika politik bangsa Indonesia.

Anda semua bisa merasakan apa yang terjadi di Indonesia sejak 2014 hingga kini.

Demikian.

—-
[1] https://www.facebook.com/179010099395168/videos/2776080812467653/
[2] https://www.facebook.com/179010099395168/videos/1502794933230158/
[3] http://www.sayyidqutb.com/articles/ldhagrf-al-ikhwan-al-muslimoon-supporting-ayatollah-khomeini-and-the-iranian-revolution-part-2.cfm
[4] Fatwa YQ, tonton di video ini menit 5:55 https://www.youtube.com/watch?v=_xwbPnL7Kk4

Foto: Saruman yang semula baik lalu jadi jahat setelah bersekutu dengan Sauron (Lord of The Ring).

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: