Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Kesaksian

Kesaksian

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Di obrolan-obrolan di kolom komen, ada kesaksian menarik dari orang yang tinggal Turki; ada juga cerita dari orang yang tinggal di Suriah. Saya juga nimbrung, cerita sedikit pengalaman waktu ke Suriah dulu.

Lalu, saya jadi teringat pada kisah lama ini.

Tahun 2013, saya dipertemukan dengan jurnalis Suriah yang datang ke Bandung. Kami mengobrol di sebuah tempat yang sangat terhormat, Museum Konperensi Asia Afrika. Beliau datang sebagai tamu dalam acara di sana. Suriah memang sahabat lama Indonesia, negara kedua yang mengakui kemerdekaan Indonesia [negara pertama: Mesir pada 1946; Suriah pada 1947]. Suriah hadir memenuhi undangan Bung Karno dalam KAA 1955. Asal tahun saja, waktu itu Barat mengintimidasi negara-negara berkembang agar jangan hadir ke KAA. Tapi Suriah tetap datang.

Nah, saya pun memanfaatkan kesempatan untuk mewawancarai pak jurnalis ini. Usianya sudah tua, mungkin sekitar 70-an. Bisa Anda klik, bahkan nama jurnalis dan foto beliau pun saya blur. Sebabnya, situasi saat itu sangat riskan. Kalau foto dan namanya dipublikasikan, lalu beliau pulang ke Suriah, kuatir diserang “jihadis”. Apalagi, 2 bulan sebelum pertemuan saya dengan sang jurnalis, Syekh Buthy gugur akibat serangan bom bunuh diri dari “jihadis”.

Di tulisan saya itu, saya bahkan tidak cerita soal lokasi pertemuan (yaitu di MKAA). Tapi sekarang sih kan sudah lama berlalu, jadi saya kasih tau. Cuma saya ga tau lagi, foto asli (yang belum diblur) ada di mana, males ngubek-ngubek folder foto. Saya juga lupa nama aslinya, dulu blio kasih kartu nama, tapi entah dimana tersimpan. Tapi saya akan cari, karena penasaran juga, apa kabarnya?

Saat diwawancara, Mei 2013, beliau ini yakin sekali Suriah akan segera menang melawan “jihadis”. Tapi, kemenangan baru tercapai beberapa tahun terakhir dan masih ada wilayah Suriah yang belum dibebaskan (Idlib). Beliau juga cerita bagaimana sebenarnya kehidupan sehari-hari di Suriah.

Cerita menarik lainnya, salinan wawancara ini pernah dimuat di sebuah web yang dikelola mahasiswa Indonesia di luar negeri (tak perlu saya sebut nama negaranya). Lalu, saat geger pilpres, si pemred sepertinya mengaitkan Pak Jokowi dengan Syiah. Lalu wawancara ini dihapus dari web tsb. Sungguh ga nyambung. Ini salah satu bukti ‘kecil’ (dari sangat banyak bukti lainnya) bahwa konflik Suriah ada imbas buruknya di Indonesia.

Teks wawancara ada di sini:
https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/05/24/wawancara-dina-sulaeman-dengan-jurnalis-syria/

sumber foto: Katharine Cooper/MiddleEastEye.net)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: