Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Mengapa Sesama pro Jihadis Jadi Saling Serang?

Mengapa Sesama pro Jihadis Jadi Saling Serang?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Adakah yang heran, mengapa negara-negara sesama pendukung “jihad” Suriah (Saudi, Emirat, Mesir) tiba-tiba menyerang Turki, memblow up rekam jejak digital hubungan Erdogan-Israel? Padahal mereka ini selama 8 tahun bersekutu dalam proyek jihad penggulingan Assad.

Fanpage sebelah (Sahara) tadi posting video lagi, ternyata bahkan Syekh Aid Al Qarni ikut marah-marah ke om Erdie. (Tau kan, beliau itu penulis buku Laa Tahzan, yang sangat digemari akhi wal ukhti. Semoga tidak ada bunuh diri massal saking stress melihat ulama pujaan kok berbalik arah).

[Dalam waktu singkat video tsb diblokir sama FB. Tapi ada copy-nya di youtube [1]]

Lalu, tanggal 20 Feb 2020, jubir militer AS bahkan mengeluarkan pernyataan dahsyat: MILISI YANG ADA DI IDLIB ADALAH TERORIS.

Aneh, karena selama ini AS selalu menutupi siapa yang sebenarnya ada di Idlib dengan memakai istilah “pemberontak moderat”.

Kolonel Myles Caggins, jubir koalisi militer anti-ISIS pimpinan-AS di Suriah dan Irak mengatakan bahwa Provinsi Idlib adalah “magnet” bagi kelompok teroris yang merupakan “gangguan, ancaman dan ancaman” bagi ratusan ribu warga sipil di Suriah, yang hanya “berusaha untuk bisa melewati musim dingin.” [2]

Analisis dari pernyataan jubir militer AS ini: Turki meminta bantuan pertahanan udara dan pasukan dari AS untuk mendukungnya perang di Idlib. Namun, AS tidak mau mengorbankan kepentingannya, apalagi bila harus melawan Rusia head to head. AS masih kapok, pangkalan militernya di Irak dibombardir Iran. Yang tadinya AS bilang tidak ada korban, sekarang sudah mengaku ada lebih dari 100 yang kena “cedera otak”.

AS juga sebenarnya sejak lama sudah sebel sama Erdogan (dan bahkan CIA pernah mengupayakan kudeta atas Erdogan tahun 2016, tapi gagal).

Selama ini pun ada perpecahan di internal AS: CIA memilih menyuplai senjata dan uang kepada “jihadis”, sementara Pentagon lebih memilih dukung YPG (Kurdi). Tapi keduanya sama-sama 1 target: menggulingkan Assad.

Jadi, ketika Saudi, Mesir, Emirat sudah melakukan propaganda anti Turki, AS sudah mulai cuci tangan, sepertinya kemenangan SAA di Idlib sudah dekat. Tentu, ini adalah prediksi; kita lihat saja nanti. Yang terpenting kita doakan agar para teroris bisa dikalahkan dan warga Suriah kembali hidup aman.

Btw, situasi ini mengingatkan saya pada sholawat Asyghil ini.

Terjemahan sholawat Asyghil: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim agar mendapat kejahatan dari orang zalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Inilah yang sedang terjadi, sesama pendukung “jihadis” sedang sibuk mencari cara untuk keluar dari tragedi yang mereka buat sendiri, dengan cara saling serang.


[1] https://youtu.be/zXv5ajPhn2E
[2]https://twitter.com/ShoebridgeC/status/1230644576882483201

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: