Kajian Timur Tengah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Corona alias Covid 19 ini benar-benar menjadi ujian bagi manusia di berbagai level, mulai individu hingga negara, bahkan aliansi/komunitas negara. Siapa kawan sejati, dan siapa kawan yang hanya mau bersama di saat suka, semakin terlihat jelas.

Juga, fenomena ini semakin membongkar hipokritas (kemunafikan) Barat yang selama ini mengaku sebagai penjunjung HAM dan demokrasi. Dalam kondisi yang sangat sulit seperti sekarang, Iran dibiarkan kewalahan sendiri, embargo tidak dicabut, sehingga bahkan untuk mengimpor peralatan medis dan obat-obatan pun tidak bisa. Untungnya kemudian China datang membawa bantuan yang diangkut dalam 8 pesawat Mahan Air.

Barat, dalam hal ini, Uni Eropa, ternyata juga tidak mau memberi bantuan kepada sesama Eropa, yaitu Serbia.

Presiden Serbia pun blak-blakan menyebut bahwa solidaritas Eropa hanya dongeng belaka. Pasalnya, Uni Eropa tidak mengizinkan Serbia untuk mengimpor peralatan medis yang dibutuhkan dalam melawan Covid19. Serbia memang belum resmi jadi anggota, masih dalam proses, sejak mengajukan diri tahun 2011.

Di video ini, Presiden Aleksandar Vucic menyatakan, hanya China satu-satunya yang bisa menolong bangsa Serbia dan mengecam Uni Eropa yang selama ini menceramahi Serbia, agar tidak beli barang dari China.

Sumber video dg teks Inggris : FP Syriana Analysis
(Video yang diupload di sini sudah diberi terjemahan Indonesia)

Berita soal ini:
https://balkaninsight.com/…/serbia-imposes-state-of-emerge…/

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: