Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Menjawab Dua Pertanyaan (3)

Menjawab Dua Pertanyaan (3)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan kedua: bila benar ada yang disebut illuminati atau freemasonry, mengapa Iran tidak pernah menyebutnya? Bukankah Iran selama ini selalu mengklaim melawan kezaliman global?

Baik, saya akan menjawab ini karena terkait juga dengan para komentator di FP ini. Begini, saat saya nulis tentang Bill Gates, ada banyak komentator yang menulis: NWO (New World Order), illuminati, atau freemasonry. Ada juga yang menyebut istilah Dajjal. Teman-teman Kristiani, ada yang komen dengan menyebut “kaum anti-Kristus” dan mengutip Alkitab.

Begini, soal NWO, “penyembah setan”, kelompok “anti-Kristus”, “Dajjal” itu ada orang-orang yang khusus mengkajinya. Mereka punya dalil tersendiri, misalnya analisis simbol-simbol atau teks agama (misalnya hadis atau Alkitab).

Buat saya, bebas saja bila ada yang suka membahas masalah itu dan saya tidak merendahkan. Yang penting, pesan saya, jangan gegabah mencocok-cocokkan; misalnya setiap simbol segitiga disebut simbol illuminati. Atau dicampurkan dengan analisis sektarian yang ngawur (misalnya, “kaum Syiah adalah pengikut Dajjal dan temanan sama Israel”). Logika kritis tetap dipakai ya.

Mari kita simak video di bawah ini

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/224927751942701/?t=0

Sekarang pertanyaannya : apakah benar ada kekuatan beasr yang mengendalikan dunia ini?

Saya jawab ya, ada. Minimalnya, ada pihak yang BERUSAHA untuk itu. Kadang berhasil, kadang tidak. Di berbagai tulisan, saya menyebut kekuatan besar itu “Imperium”. Penulis Barat (umumnya penulis yang anti-kebijakan AS, misalnya Noam Chomsky, Abby Martin, James Petras, Pepe Escobar, Vanessa Beeley, Andre Vltchek) menyebutnya “Imperial” atau “Empire”. Kata ini bermakna penjajah, penguasa; sekelompok orang yang dengan kekuatan uangnya, melakukan penjajahan, baik penjajahan ekonomi, maupun pendudukan (perang).

Imperium inilah yang mendanai berbagai perang (karena mereka punya pabrik senjata, industri minyak, dan berbagai jenis industri yang terkait perang). Mereka tidak terikat negara. Jadi, tidak bisa disebut “AS” saja, karena jejaringnya transnasional. Tapi memang AS ada di garis depan.

Misalnya, googling saja, berapa miliar dollar dana yang digelontorkan AS, Inggris, dan Perancis untuk “oposisi” di Libya dan Suriah. Setelah Qaddafi terguling, para pengusaha dari 3 negara ini yang dapat keuntungan di berbagai proyek. Di Suriah, upaya mereka gagal. Meski sudah diperangi 9 tahun (sampai hari ini), Suriah tetap tegak.

Di Iran, agenda penggulingan rezim sudah terjadi selama 40 tahun lebih, karena pemerintahan Iran pasca revolusi menendang keluar kekuatan Imperium (selama era Shah Pahlevi, Imperium sangat mendominasi ekonomi-politik di Iran). Tapi pemerintahan Iran tetap tegak.

Di negara-negara berkembang lainnya, Imperium menjajah secara ekonomi. Baca berbagai artikel dan buku yang membahas bagaimana negara-negara yang berutang ke IMF dan Bank Dunia justru semakin miskin dan terpaksa memberikan kekayaan alamnya kepada perusahaan-perusahaan milik Imperium. Misalnya, baca buku Economic Hitman (John Perkins, ada terjemahan Indonesianya).

Imperium tidak selalu sekuat kelihatannya. Selalu ada kemungkinan bagi sebuah negara untuk tegak melawan Imperium meskipun di atas kertas, kalah dana dan perlengkapan militer.

Nah, pemerintah dan ulama di Iran, sejauh yang saya tahu, menggunakan narasi Imperium ini. Istilahnya “istikbar” (kekuatan arogan). Saat mengecam kekuatan Barat yang bersatu dalam mengembargo Iran, ulama dan politisi Iran menggunakan istilah “istikbar-e jahan” (kaum arogan dunia). Kalaupun ada ulama yang membahas Dajjal, itu tidak dalam orasi politik, tapi sebatas ceramah agama, misalnya mengutip hadis-hadis soal Dajjal.

Seorang dosen politik terkenal, Rahimpour Azghadi, dalam salah satu kuliahnya menyinggung soal illuminati dan freemasonry ini. Menurutnya, kelompok itu memang ada, tapi gerakannya lebih berupa “kaderisasi”. Jadi, mirip seperti partai yang sejak dulu ada, dan selalu berusaha merekrut anggota baru. Kelompok ini, kata Azghadi, tidak untuk ditakuti, apalagi disangka “berkuasa segala-galanya” tanpa bisa dilawan. Umat Muslim seharusnya jalan terus melakukan kaderisasi sendiri (membentuk generasi muda yang berilmu tinggi di berbagai bidang, serta taat mengamalkan ajaran agama) dan melawan semua bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh “istikbar-e jahan” (Imperium).

Nah, balik ke urusan Covid-19. Apakah ada kekuatan yang mendesain pandemi ini demi keuntungan finansial? Saya pernah menulis: yang ada adalah indikasi atau rekam jejak, negara mana yang pernah membuat senjata biologis. Tapi, untuk kasus Covid, kita belum bisa memastikan apapun, kita perlu menunggu dokumen resmi dibuka ke publik (misalnya, dokumen yang mencatat percobaan di lab-lab virus milik negara tertentu) atau munculnya whistle blower (kesaksian orang ‘dalam’).

Tapi yang bisa kita pastikan: ada perusahaan-perusahaan besar (orang-orang kaya-raya dunia) yang akan meraih keuntungan raksasa dari pandemi ini. Seperti kata Bill Gates, vaksin adalah “one of the best buys in global health” [barang paling laris dalam bidang kesehatan global]. Baca juga analisis Prof Michel Chossudovsky soal “transfer kekayaan global” akibat pandemi ini. [1]

Nah demikian ya, sudah saya jawab kedua pertanyaan tersebut. Semoga bermanfaat.


[1] versi terjemahan Indonesia https://liputanislam.com/an…/lockdown-dan-solusi-neoliberal/
—-
Bagian (1) https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/posts/917578382001751
Bagian (2) https://web.facebook.com/…/a.2341431836786…/917718795321043/

VIDEO: bagaimana resep Iran dalam menghadapi Covid-19

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/224927751942701/?t=0

 

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: