Kajian Timur Tengah

Beranda » Diplomasi » “Benarkah Palestina Sudah Merdeka?”

“Benarkah Palestina Sudah Merdeka?”

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
(A) Untuk ZSM yang ngotot banget mengatakan “Palestina sudah merdeka, buktinya ada presidennya, ada kedubesnya.”
Jawaban saya begini :
(1) Status Palestina adalah “non-member observer state” di PBB (negara-pengamat-non-anggota). ARTINYA: status Palestina BEDA dengan negara “normal”. DI PBB, Palestina tidak punya hak suara. (
2) Proses yang terjadi: bangsa Palestina tahun 1988 (waktu itu diwakili PLO) mendeklarasikan “kemerdekaan Palestina”, sebagai upaya diplomatik, diharapkan dengan cara ini, bangsa Palestina bisa masuk ke forum-forum internasional untuk memperjuangkan nasib mereka, bisa menjalin kerjasama dengan lebih intens dengan negara-negara lain, dengan tujuan agar negara-negara sedunia mau mendukung perjuangan mereka.
(3) Seiring waktu, semakin banyak negara yang mau mengakui Palestina, tapi memang kondisinya masih terjajah, pemerintahannya juga belum berdaulat, batas-batas wilayahnya masih belum diakui oleh Israel. ARTINYA, syarat berdirinya negara masih belum terpenuhi. Tapi secara diplomatik, perjuangan di PBB (termasuk Indonesia yang sangat gigih selama ini), ada peningkatan status, yaitu “non-member observer state” dan dalam dokumen-dokumen PBB, istilah yang dipakai sejak 2012 adalah “State of Palestine”.
Di antara negara yg belum mengakui “negara Palestina” adalah AS, dan Israel. JADI WAHAI ZSM, negara junjungan kalian (Israel) saja tidak mengakui “negara Palestina”, mengapa kalian ngotot memaksakan narasi menipu rakyat Indonesia bahwa “Palestina sudah merdeka”??
****
(B) Untuk teman-teman pendukung Palestina, tapi kurang tepat dalam berargumen, yaitu dengan menyebut “dukungan Palestina kepada kemerdekaan Indonesia tahun 1945”, perlu saya jelaskan:
Pasca Perang Dunia I (1914-1918) Imperium Ottoman runtuh. PALESTINA saat itu ada, ada warganya, ada pemerintahannya, di bawah Ottoman. Pasca perang, Inggris dan Prancis bagi-bagi jatah wilayah kekuasaan, Palestina diserahkan ke Inggris. Istilah yang dipakai “Palestina berada di bawah Mandat Inggris.” Pada 1917, Inggris sudah secara resmi bersepakat dengan bohir kaya raya Yahudi Inggris, Lord Rothschild, untuk membuat negara khusus YAHUDI di Palestina.
JADI sejak PD I sudah ada upaya untuk merampas tanah Palestina (yang saat itu sudah ada penduduknya) untuk dijadikan negara baru. Seiring dengan itu, situasi di bawah mandat (yang = penjajahan) Inggris membuat bangsa Arab Palestina angkat senjata mau mengusir Inggris.
Itulah sebabnya, pada tahun 1938, kyai-kyai NU menyerukan dukungan pada Palestina, termasuk menggalang dana untuk membantu perjuangan bangsa Palestina.
[1] JADI TAHUN 1945 itu, PALESTINA masih dalam kondisi genting. Para aktivis kemerdekaan Palestina melakukan upaya-upaya untuk mengusir Inggris dan menghalangi dibuatnya sebuah negara ilegal oleh Inggris dan entitas Zionis di atas tanah mereka.
Para pejuang Palestina itu BERSATU bersama pejuang-pejuang negara-negara terjajah lainnya di masa itu, antara lain berkumpul di Mesir. Saat Indonesia merdeka tahun 1945, Indonesia BUTUH PENGAKUAN (“recognition”) sehingga diplomat Indonesia yang datang ke Mesir untuk mencari dukungan itu.
Nah para tokoh dan aktivis Palestina adalah termasuk di antara yang gigih menyuarakan dukungan agar kemerdekaan Indonesia diakui. Mereka turut mendesak pemerintah Mesir sampai akhirnya Mesir secara resmi mengakui INDONESIA sebagai negara berdaulat.
Seiring dengan itu, tahun 1945 PBB didirikan. Tahun 1947: PBB merilis resolusi 181 yang membagi 2 Palestina, sebagian diberikan kepada entitas Zionis (dan mereka mendatangkan warga Yahudi dari berbagai negara dunia). Mei 1948, Israel dideklarasikan. Sementara bangsa Palestina waktu itu mengalami pengusiran dan pembunuhan besar-besaran. Hingga kini jutaan dari mereka hidup di kamp-kamp pengungsian, terusir dari tanah dan rumah mereka.
Padahal dalam Resolusi 181/1947 itu, jelas disebutkan DILARANG melakukan perampasan properti milik warga Arab.
Semoga dipahami.
Foto tahun 1948: warga Palestina yang diusir milisi teror Zionis berlindung di kamp pengungsian di Damaskus (Suriah). Mereka belum bisa pulang sampai sekarang, Itulah sebabnya, jika ada “perjanjian damai” tuntutan Palestina adalah: HAK-HAK WARGA YANG TERUSIR ini harus DIKEMBALIKAN, dan ISRAEL selalu MENOLAK. Tapi, Palestina yang selalu dituduh tidak mau berdamai.

 

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: