Kajian Timur Tengah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Studi Hubungan Internasional itu mempelajari hampir semua hal: hubungan luar negeri, diplomasi, ekonomi, politik, keamanan, terorisme, radikalisme, budaya, lingkungan, identitas (termasuk agama), kesehatan, dan banyak lagi… bahkan bisa masuk ke isu pertanian.

Saat proses penelitian untuk disertasi, saya sampai nginap bareng-bareng ibu-ibu petani aktivis, nanya-nanya (wawancara ke mereka), pernah juga jauh-jauh naik ke pegunungan Kendeng ketemu dengan petani-petani di sana. Apa hubungan “pertanian” dengan “internasional”? Ya banyak. Terkadang bahkan nasib petani Indonesia itu ditentukan oleh pialang saham di New York atau sidang WTO di kota-kota elit dunia.

Soal kesehatan, itu juga sangat erat kaitannya dengan konstelasi politik global. Makanya ada kajian Global Health Security. Tesis saya juga terkait GHS ini. Bahkan soal nasib orang-orang di bantaran sungai Citarum pun bisa jadi ranah kajian HI. Saya (bersama kolega saya) malah pernah nulis artikel di jurnal internasional soal ini.

Soal pemanasan global, ya masuk kajian HI juga. Beberapa waktu yll saya jadi narasumber soal climate change dalam acara yang diselenggarakan Kementerian LHK. Soal gender? Wah feminisme bahkan jadi salah satu metodologi dalam HI. Saya pernah menulis artikel yang dipresentasikan dalam sebuah konperensi internasional, soal gender dan terorisme.

Jadi, penstudi HI itu bisa dan berhak mengkaji apa saja, tapi tentu tidak asal-asalan, karena sudah dibekali “ilmu alat” (teori-teori dasar/grand theory; dan teori-teori yang spesifik di setiap sub bidang kaji).

Ini cuma mau ngasih tau. Kalau ga butuh informasi ini, selow aja, ga usah nyolot, ntar imun tubuh ente berkurang 😀

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: