Kajian Timur Tengah

Beranda » Arab Saudi » “Anda Tidak Perlu Jadi Yahudi untuk Menjadi Zionis”

“Anda Tidak Perlu Jadi Yahudi untuk Menjadi Zionis”

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Alhamdulillah, meskipun media Israel (dan digemakan oleh media lokal) berusaha menggiring opini publik Indonesia, “pemerintah Indonesia akan menormalisasi hubungan dengan Israel”, Kemenlu sudah menyatakan tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan akan tetap konsisten membela Palestina.

Indonesia adalah negara demokratis dan suara masyarakat sangat berperan dalam pengambilan keputusan. Indonesia berbeda dengan UAE, Bahrain, Maroko; mereka adalah negara monarki. Apa kata pemimpinnya, itulah yang dilakukan. Rakyat ga bisa protes. Sementara, sudah bukan rahasia bahwa sejak Arab Spring, raja-raja Arab ketakutan akan digulingkan oleh rakyatnya. Mereka butuh perlindungan agar tetap di singgasananya dan yang menawarkan perlindungan adalah AS.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia didukung rakyatnya dan tidak butuh perlindungan kekuatan asing.

Sudan juga menormalisasi hubungan dengan Israel. Meski bukan negara monarki, tapi negara itu sedang chaos. Pada tahun 2019 ada kudeta, Presiden Omar Bashir yang dituduh mendukung terorisme (yang dimaksud teroris oleh AS adalah Hamas, jadi posisi Omar Bashir adalah anti-AS dan Israel) digulingkan. Yang berkuasa sekarang adalah pemerintahan interim. Mereka sangat butuh dukungan dari AS. AS menjanjikan bantuan dan mau mencabut Sudan dari daftar negara pendukung teroris, asal Sudan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Indonesia jelas jauh lebih merdeka dan demokratis dari 4 negara tersebut. Rakyat Indonesia juga tidak butuh Israel (mungkin yang lebih butuh Israel adalah pebisnis dan importir). Rakyat Indonesia (umumnya) selama ini selalu berpihak pada Palestina karena sadar bahwa Palestina adalah negara yang terjajah dan amanah UUD 1945 adalah menghapuskan penjajahan di muka bumi.

Lucunya, tiba-tiba saja ada ZSM Muslim yang berupaya menggiring isu pembelaan kepada Palestina ini ke isu Sunni-Syiah.

Si koplak ini bilang, yang “keras” ke Israel itu cuma 2: Iran dan Suriah, dan dua-duanya Syiah.

Sungguh koplak (dan hoax pula). Warga Suriah itu mayoritasnya Sunni, bukan Syiah, mereka membela Palestina. Apa hubungannya Sunni-Syiah dengan pembelaan pada Palestina? Warga Iran mayoritasnya Syiah, membela Palestina yang mayoritas Sunni. Jadi Sunni-Syiah sama sekali bukan motivasi pembelaan ke Palestina.

Ini juga bukan Muslim vs Yahudi. Di Palestina banyak warga Kristen. Warga negara-negara Barat dan Amerika Latin yang non-Muslim juga banyak yang dukung Palestina.

Tapi logika koplak ini bisa “dipahami” kalau Anda melihat video ini. Di video ini, jubir militer Israel sedang berkhutbah dengan bahasa Arab yang fasih, mengutip hadis Rasulullah. Ucapannya ditujukan pada warga Palestina (Sunni). Intinya: kalian ga usah ikut demo Al Quds, karena yang mengadakan demo itu adalah orang Iran, Iran itu Syiah, kalau kalian ikut demo itu, artinya kalian ‘menyerupai suatu kaum’ (menyerupai kaum Syiah). https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/433310361161090

[Demo Al Quds adalah demonstrasi akbar setiap bulan Ramadan yang diadakan di berbagai negara di dunia, untuk menyuarakan kembali pemberlaan pada Palestina. Penggagasnya emang orang Iran. Tapi yang berdemo bukan cuma Muslim, baik Sunni/Syiah; di Caracas atau London sana non-Muslim juga ikut demo.]

Si jubir militer Israel bahkan mengutip pendiri Wahhabisme dan menyebutnya “Imam Muhammad bin Abdul Wahhab” (dan ideolog Wahabi, Ibnu Taimiyah) yang mengatakan bahwa” Syiah lebih berbahaya daripada Yahudi maupun Nasrani.”

Nah, terkait si ZSM, bisa disimpulkan, ada dua kemungkinan:

A. Si ZSM yang ujug-ujug menggiring opini ke arah Sunni-Syiah itu adalah pengikut Wahabi yang “taqiyah”.

B. Meski si ZSM ini Muslim (dan sering mencitrakan diri taat beragama), dia sesungguhnya asli Zionis. Seperti kata Presiden AS Joe Biden, “Saya Zionis. Anda tidak perlu jadi Yahudi untuk jadi Zionis.” [1]

Demikian sekilas info.

[1] video Biden: https://www.facebook.com/watch/?v=3181724825288300 (mulai menit ke 00:32)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: