Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Lanjutan Tanggapan untuk Pengepul Donasi Suriah

Lanjutan Tanggapan untuk Pengepul Donasi Suriah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Kemarin saya menjawab omongannya Fauzi Baadilla dan “emak histeris” ya. Sekarang saya jawab omongannya Misi Medis Suriah (MMS) dan Ihsanul Faruqi yang bekerja di Golden Future Foundation (GF).

MMS mengatakan, “kami tidak mendukung teroris, karena yang disebut teroris itu ISIS dan Al Qaeda.”

Sayangnya, jejak digital membuktikan hal sebaliknya. Salah satu jejak digital aktivis MMS (dan orang GF) itu ada di berita CNN yang saya screen shot ini.

Poin-poinnya:-Relawan MMS, Fathi Nasrullah Attamimi, sempat terkepung ISIS saat hendak menyalurkan bantuan berupa tujuh buah mobil ambulans yang dibeli dari NGO Inggris di Turki.

-Baku tembak terjadi antara ISIS dengan para “kelompok pejuang” [perhatikan CNN menggunakan istilah “pejuang”]

-Rombongan MMS dikawal oleh Ahrur Syam [tepatnya: Ahrar al-Sham]

-Fathi mengaku kehilangan sekitar 30-an sahabatnya di Suriah. Salah satunya seorang pejuang yang diberinya kenang-kenangan jam G-Shock. “Saya kasih seorang mujahidin jam G-Shock kesayangan. Seminggu kemudian beliau syahid. Saya dikirimi foto jenazahnya tepat ketika tertembak, sedang tersenyum dan memakai jam saya itu,” ujar Fathi.

[Catet: Fathi menyebut para “mujahidin” sebagai sahabat.]

ARTINYA: MMS MENGAKUI BEKERJA SAMA DENGAN AHRAR AL-SHAM dan bahkan menyebut mereka MUJAHIDIN.

Di berita CNN ini ada Ihsanul Faruqi, tapi saat itu dia anggota MMS. Sekarang Ihsan bekerja di GF (artinya, ini satu jaringan).

Poin penting cerita Ihsan:-Saat itu di beberapa daerah mulai ada bentrok (antara ISIS dan kelompok “jihad” lain), namun, “Di tempat kita belum begitu nampak. Tapi ketika sedang duduk-duduk, anggota ISIS mengokang AK-nya…”

-Ihsan cerita tentang kematian sahabatnya, Muhammad. “Terngiang jelas perkataannya kepada saya, ‘Aba zubair, semoga Allah mengumpulkan kita di Surga, menganugerahkan kita kesyahidan di jalan Allah,” kata Ihsan.

[Catet: jelas sekali Ihsan punya ideologi yang sama dengan “mujahidin” ini. Ihsan juga mengkonfirmasi bahwa para “mujahidin” pernah duduk-duduk bareng ISIS. Artinya: IDEOLOGI mereka sama saja.]

COBA PIKIRKAN: kalau MMS mengantar bantuan ke suatu wilayah, di sana ada “mujahidin” (bahkan mereka dikawal “mujahidin”), masa semua makanan donasi yang dibawa khusus untuk rakyat/pengungsi aja?

TERAKHIR: mengapa ISIS, Jabhah Al Nusra (Al Qaida) masuk list teroris, sedang Ahrar al-Sham (yang mengawal MMS) tidak?

Karena, AS punya kepentingan sendiri dalam hal ini. Bisa baca di sini [1] bagaimana perdebatan di antara negara-negara besar untuk memutuskan Ahrar al-Sham ini teroris atau bukan. AS berkeras menolak, karena ada deal dengan Saudi dan Qatar (donatur milisi teror tsb).

Padahal, keanggotaan Ahrar al-Sham dan kelompok teror lain di Suriah itu sangat “cair”, para milisi teror biasa masuk ke satu kelompok, lalu keluar dan gabung dengan yang lain, Anggota Ahrar al-Sham ada yang mantan ISIS atau Jabhah Nusrah. Juga, biasa terjadi kerja sama di antara kelompok-kelompok itu, hal ini juga didokumentasikan oleh PBB. [1]

Ini pun terkonfirmasi dari cerita Ihsan: pernah duduk-duduk bareng para milisi bersenjata, termasuk ISIS.

ARTINYA: ideologi mereka semua tuh sama, tapi beda nama dan beda kepentingan (beda bohir juga).

Jabhah Nusrah pun sudah ganti nama jadi Hayat Tahrir al-Sham (HTS sekarang mendominasi Idlib, yang pernah dikunjungi Fauzi Baadilla, bawa donasi).

JN masuk list teroris oleh AS, tapi HTS tidak. Padahal itu-itu juga. Aneh ga?

Analoginya: HTI dibubarkan pemerintah, lalu mereka bikin lagi organisasi yang persis sama, misalnya HTN (Hizbut Tahrir Nusantara). Apa Anda mau bilang HTI berbeda dengaan HTN hanya karena beda nama, padahal ideologi sama, orangnya juga sama?

Silahkan dipikirkan sendiri.

[1] https://www.al-monitor.com/…/jordan-syria-is-france…Sumber screenshot: https://www.cnnindonesia.com/…/kisah-relawan-indonesia… (disebut juga: 2013-2015 jumlah donasi yang disalurkan MMS adalah US$1,6 juta/ lebih dari Rp22,7 M)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: