Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Perang Rudal Suriah-Israel

Perang Rudal Suriah-Israel

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Setelah ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain di Suriah berhasil dikalahkan (tapi milisi teroris masih bercokol di Provinsi Idlib, dilindungi oleh militer Turki), Israel memulai serangan-serangan bom ke Damaskus.

Sebelumnya, sudah ada ratusan serangan bom ke Suriah oleh Israel. Sebagian besar berhasil dihalangi oleh sistem anti-misil Suriah. tapi ada juga yang lolos, Bulan Januari 2021 misalnya, serangan bom Israel menewaskan 57 orang.

Tapi, serangan bom kemarin menjadi heboh karena Suriah mampu “membalas.” Ini saya copas-terjemah tulisan menarik Tom Duggan, jurnalis Inggris yang tinggal di Suriah:

**

Serangan ke Damaskus telah menunjukkan kegagalan total perlindungan “kubah besi” Israel, yang telah membuat AS dan Israel mengeluarkan uang miliaran Dollar untuk membangunnya.

Sebuah misil desain tahun 1960 model 5V21 dari sistem pertahanan udara era Perang Dingin S-200 telah ditembakkan oleh Pasukan Pertahanan Udara Suriah terhadap pesawat tempur Israeli yang mendekat untuk melakukan pengeboman di pinggiran Damascus, pada pukul 1.30 dini hari, 22 April.

Rudal yang diluncurkan Suriah gagal mencapai target yang dituju, tetapi terus melesat sampai masuk sejauh 250 km wilayah Israel dan meledak 40 km dari reaktor nuklir Dimona.

Itu menunjukkan satu hal: Israel sebenarnya rentan terhadap serangan pembalasan, mitos perlindungan “kubah besi” terbukti omong kosong.

Saya pikir, kejadian ini dibalas dengan aksi pengeboman lebih banyak lagi dari Israel.

Saya melihat video pemukim Zionis berlarian dan panik untuk berlindung saat ada serangan itu. Sekarang mereka menceritakan bagaimana rasanya misil jatuh dari langit, sesuatu yang sudah biasa dialami orang Suriah selama ini [akibat bom Israel dan bom dari milisi teror].

**

Foto:

Dokumen CIA tahun 1983: CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki. Artinya, Suriah ini memang musuh bebuyutan AS (dan Israel) dari dulu.

Jadi, yang masih membahas Suriah dari isu mazhab, apalagi tertipu merogoh kocek demi membantu kelompok-kelompok “jihad”, emang benar-benar belum paham geopolitik.

Yang mau belajar geopolitik Timteng, bisa simak penjelasannya di youtube saya: https://www.youtube.com/watch?v=oWoeCAGSqs8

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: