Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community » Untuk Pembela Munarman

Untuk Pembela Munarman

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Munarman dibela oleh beberapa orang dengan alasan:-kan ga melakukan aksi terorisme?-itu kan kejadian tahun 2015, kenapa baru sekarang ditangkap?

Beberapa fakta yang diabaikan orang-orang itu:1. Foto/video baiat ISIS di Makassar tahun 2015 (yang ada Munarman-nya), tentu tidak bisa dilepaskan dari rentetan kejadian-kejadian sebelumnya. Aksi baiat terhadap ISIS di Indonesia mulai ramai dilakukan pada tahun 2014. Bahkan, Maret 2014 ada aksi baiat pada ISIS di Bundaran HI. Gila aja, baiat pada “negara” di luar sana, dilakukan di ibu kota negara, tapi pemerintah tidak melakukan apapun. [1]

Maret 2014, siapa presidennya?Presidennya saat itu adalah SBY. (Jokowi dilantik Oktober 2014).

Jangan lupa, pada 2013 SBY pernah menyarankan agar Assad mundur saja. Ini disampaikan SBY saat bertemu “ulama” Suriah yang pro-jihadis, Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni.

Ash-Shobuni meninggal Maret 2021, dan media-media Indonesia serempak memuji-mujinya, termasuk Republika, menulis “Syekh Ali Al-Shabuni Wafat, Sosok Alim Penentang Assad.”

Di berita itu bahkan dikutip kata-kata Shabuni, “Para ulama umat berpendapat perlunya melawan Musaylamah si pembohong (al-kadzab), yang bernama Bashar al-Assad setelah tiraninya melakukan pembunuhan manusia.”

Gila, Perang Suriah sudah berlangsung sejak 2012, kebohongan sudah sangat banyak terungkap. Bukankah Dubes Indonesia untuk Suriah, ulama-ulama Suriah yang berdatangan ke Indonesia, sudah kasih klarifikasi bahwa tuduhan seperti itu bohong? Mengapa di bulan Maret 2021, Republika masih menyebarluaskan berita bohong ini (meski seolah hanya “mengutip”)? [2]

Ok balik lagi ke Munarman.

Di video ini [3] ada penjelasan bagus yang menjawab para “pembela” Munarman. Beberapa poin utamanya:

1. Narsum Husin Alwi: Kalau benar Munarman bukan datang untuk baiat, tapi ikut hadir aja, seharusnya dia MELAPORKAN kepada pemerintah bahwa dia tahu/kenal dengan kelompok masyarakat yang pernah berbaiat pada ISIS. Bukankah Munarman ini SH dan tahu hukum? Masa dia tahu persis ada teroris, lalu diam saja? Selain itu, bukankah pimpinan dia (HRS) pun pernah menyebut bahwa “ISIS adalah saudara kita” (ada videonya).

2. Narsum Soleman Ponto (mantan Kabais TNI):

-Penegak hukum mengambil tindakan berdasarkan banyak bukti, bukan foto belaka, tapi juga data aliran dana, dll.

-Kalau ada baiat, pasti ada aliran dana. PPATK sebelumnya sudah memblokir rekening Munarman. Data soal aliran dana ini sangat penting.

-Peran/bantuan masyarakat itu penting dalam memberantas terorisme, antara lain dengan memberikan informasi dan mengumpulkan jejak digital. Pengumpulan data dalam dunia intelijen tidak ada batas waktu, disebut “anteseden”, data lama tetap bisa dipakai.

Tambahan dari saya: dukungan pada ISIS, mau baiat terang-terangan atau diam-diam dalam hati, itu terkait dengan IDEOLOGI. Yang namanya ideologi, tidak kenal batas waktu. Tidak bisa karena foto baiat ISIS itu tahun 2015, lalu dibela dengan: “Ya kan itu dulu…!”

Terorisme itu terkait dengan ideologi, terkait dengan upaya-upaya panjang bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun; propaganda, pendoktrinan, dst. Makanya yang dijerat dalam UU terorisme bukan cuma yang bawa bom, tapi para pendukungnya juga kena.

Terakhir, balik ke SBY: kalau SBY mendiamkan baiat ISIS Maret tahun 2014, lalu bahkan tahun 2013 menyuruh Assad mundur, menerima ulama pro-“jihadis” di istana… apa SBY bisa disebut pro-“jihadis”?

Perlu diingat: proyek penggulingan Assad ini sebenarnya adalah proyek AS dan Israel. Tapi, yang bergerak di lapangan memang kelompok radikal/teroris (mereka menyebut diri “jihad”). Sadar atau tidak sadar, para “jihadis” ini memang “dimanfaatkan.”

Kalau gitu, yang salah siapa? Ya dua-duanya: dalang dan pelaku. Makanya sering saya bilang: kontra narasi radikalisme/terorisme itu perlu di 2 level: penyadaran publik soal geopolitik dan soal ideologi radikal itu sendiri.

SBY pernah bilang, “Saya mencintai AS… saya menganggapnya sebagai negara kedua saya.” [4]

Jadi, ya simpulkan aja sendiri. Ga susah kok.

Masih panjang sih yang ingin saya bahas, nanti aja, di Youtube Serial Kajian Timur Tengah

.—

[1] https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/1129771504115770

[2] https://www.republika.co.id/…/syekh-ali-alshabuni-wafat…

[3] Ini video yang menampilkan penjelasan Husin Alwi dan Soleman Ponto https://www.youtube.com/watch?v=dQ7PLTCHYNY

[4]https://www.aljazeera.com/…/profile-susilo-bambang…

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: