Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community » Mengapa Kaum Moderat Harus Bersuara Mendukung Palestina?

Mengapa Kaum Moderat Harus Bersuara Mendukung Palestina?

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Sebagian orang yang dilabeli “moderat” berusaha mencari-cari justifikasi, pembenaran, atas serangan tentara Israel ke warga Palestina yang sedang sholat tarawih. Seolah-oleh, Israel “berhak” melakukan kekerasan karena diprovokasi massa. Mengapa mereka tidak bertanya dulu: apa status Israel di sana? Mengapa polisi/militer Israel seolah berhak mengatur-atur, siapa dan kapan orang boleh sholat di sana? Apakah Israel “pemilik” Jerusalem?

Bila benar Anda moderat, dalam arti “modern”, cerdas, ga ngamukan, seharusnya, Anda mampu menganalisis dengan baik setiap konflik dengan menggunakan acuan hukum internasional. Seharusnya Anda merujuk pada hukum-hukum modern, bukan klaim “2500 tahun yang lalu.”

Anda semua bisa cek di dokumen-dokumen PBB tiga fakta penting berikut ini:

1. Jerusalem menurut PBB, mulai sejak resolusi 181/1947 adalah kawasan internasional, harus didemiliterisasi (tidak boleh ada militer di sana), netral, dan dikelola oleh Dewan Perwalian PBB. Namun yang terjadi, pada 1948 Israel menduduki Jerusalem barat, mengusir 28.000 orang Palestina yang tinggal di sana. Pada 13 December 1950 bahkan Israel secara sepihak, melanggar ketetapan PBB, mengklaim Jerusalem barat sebagai ibu kotanya.

2. Sejak 1967, Israel menduduki Jerusalem timur dan hingga hari ini, Israel terus melakukan pengusiran-pengusiran dengan tujuan mengosongkan kota tersebut dari warga Arab-Palestina, agar sepenuhnya menjadi kota Yahudi, agar bisa mengklaim keseluruhan Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tindakan Israel ini salah, sudah dinyatakan salah oleh banyak resolusi PBB, termasuk juga oleh PEMERINTAH INDONESIA. Ini bukan kejadian sehari dua hari ini saja. Sudah sejak bertahun-tahun lalu pemerintah Indonesia (bersama komunitas internasional di PBB) menyatakan pendudukan Israel atas Jerusalem Timur dan Tepi Barat adalah ILEGAL.

*Masjid Al Aqsa ada di kawasan kota tua, masuk ke Jerusalem timur, lihat peta di pdf [1]

3. Menurut Konvensi Jenewa 1907, tentara pendudukan tidak boleh melakukan transfer kedaulatan, tidak boleh mengubah hukum lokal dan memberlakukan undang-undang baru di kawasan pendudukan, tidak boleh melakukan pemindahan paksa di kawasan pendudukan, tidak boleh memindahkan penduduknya sendiri ke wilayah yang diduduki, dan bahkan HARUS melindungi hak properti di wilayah pendudukan harus dilindungi.

TAPI SEMUA ITU JUSTRU DILAKUKAN OLEH ISRAEL. Semua itu juga dilakukan INGGRIS ketika menduduki Palestina. Jadi, salah bila ada yang mengatakan “karena Inggris dulu menduduki/menjajah Palestina, maka Inggris berhak membagi-bagi wilayah, sebagian diberikan ke Yahudi-Zionis untuk bikin Israel”

Pernyataan bahwa “Israel melanggar hukum internasional” sudah diberikan banyak pihak, mulai dari PBB (termasuk PEMERINTAH INDONESIA), Amnesty Internasional, Human Rights Watch, hingga Uni Eropa.

Nah, ketika warga Palestina PROTES dan MELAWAN atas pelanggaran hukum internasional ini (karena merekalah yang menjadi korbannya) MENGAPA KALIAN TIDAK MENDUKUNGNYA? MENGAPA malah mencari-cari pembenaran atas kejahatan Israel?

[Serangan Israel ke jamaah Masjid Al Aqsa pada malam 25 Ramadhan lalu adalah rentetan dari perlawanan warga atas perampasan rumah-rumah di Sheikh Jarrah, Jerusalem timur, oleh Israel.]

Bila kalian kaum moderat benar-benar antiradikalisme dan antiterorisme, seharusnya kalian bisa melihat bahwa yang dilakukan Israel adalah terorisme. Mengusir, menakut-nakuti, merampas, menembaki, membombardir. Bahkan orang Israel sendiri, Miko Peled, anak seorang jenderal Israel, penulis buku “The General’s Son” menyatakan bahwa militer Israel adalah “organisasi teroris paling canggih sedunia.” (lihat video)

Bila kaum moderat tidak bersikap, maka fungsi ini akan diambil alih kelompok radikal maupun kelompok yang suka mengkapitalisasi agama untuk tujuan politik. Mereka akan menuduh kaum moderat tidak punya perhatian terhadap Palestina, lalu tuduhan ini digunakan untuk merekrut kader baru sambil menunjukkan bahwa yang punya perhatian terhadap Palestina hanya mereka, sambil mencari sumbangan.**

—–

[1] Bila ingin membaca kajian yang komprehensif mengenai status hukum internasional Jerusalem timur: https://www.nrc.no/…/the-legal-status-of-east-jerusalem…

** kalimat di paragraf terakhir saya adaptasi dari tulisan pak Kyai Ainur Rafiq Al Amin

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: