Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community » Hari ini PPKM dimulai lagi

Hari ini PPKM dimulai lagi

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Di situasi seperti ini, kita, apapun latar belakang ilmunya, mau tak mau, perlu terus belajar soal virus. Karena, ketika musuh utamanya virus, tentu virusnya yang perlu dikenali supaya kita paham bagaimana menghadapinya. Lalu, belajarnya gimana? Alhamdulillah, ada virolog yang selama 2 tahun terakhir ini mau men-share ilmunya dengan bahasa yang sederhana, supaya kita yang orang biasa pun bisa paham; namanya Pakdhe Indro.

Ada juga dokter-dokter lain yang aktif di medsos memberikan penjelasan yang menenangkan, yang membuat kita tenang tapi waspada (dokter Samuel, dokter Agni, dokter Anton, dokterTjawe, dll). Tenang dan waspada BUKAN mengabaikan atau menganggap enteng. Bukankah selama ini, jauh sebelum ada cvd, kita sering dinasehati bahwa ketenangan adalah kunci utama dalam menghadapi semua masalah. Kalau tenang, kita bisa berpikir dengan baik untuk mencari solusi.

Salah satu dokter-herbalis yang aktif share ilmunya adalah dokter Sidi Aritjahja. Baru-baru ini ada formula herbal dari beliau yang viral, yaitu ramuan 131.

Anehnya, mengapa banyak yang ga suka ilmu dari pak dokter Sidi dan pak virolog drh. Indro disebarluaskan..?

Padahal, yang mereka ajarkan kan tidak berbahaya dan tidak merugikan? Kalau dicoba, toh tidak akan membahayakan fisik, tidak rugi duit pula (saking murahnya). Anehnya, saya beberapa kali kena warning dari fesbuk saat share info dari mereka.

Yang nyinyir itu, modalnya mengutip ahli yang lain. Coba tanya, ahli lain itu meneliti langsung virusnya atau asal kutip jurnal? Drh. Indro (virolog) meneliti 7 bln si virus cvd ini di lab, baru ketemu formula cairan apa yang bisa membuat si virus terlepas dari rongga hidung (karena sifat virusnya lengket).

Selain itu, apakah melakukan ikhtiar ini berarti melawan prokes? Kan enggak? Prokes yang ditetapkan pemerintah kita taati, ramuan jahe-sereh-lengkuas 131 diminum, basuh hidung juga jalan; ga ada kontradiksinya tho? Apa ini mengentengkan cvd? Lho, justru karena kami menganggap cvd penting makanya kami berikhtiar semampu kami.

Kaum nyinyir sering menuduh “hoax”, padahal mereka sendiri yang menebar hoax. Ini buktinya:

**drh Indro: lakukan bilas hidung dengan larutan garam krosok (non-yodium) 1% untuk membersihkan rongga hidung dari paparan virus; sehingga saat dites, hasilnya negatif (karena tidak ada virus menempel lagi di hidung). Tentu saja, kalau sudah sakit (virus sudah menginfeksi tubuh, tidak sekedar menempel di hidung) hasil tesnya akan positif. Bedakan antara “terpapar” dan “terinfeksi.”

Kaum nyinyir: Itu HOAX! Bilas hidung dengan larutan garam tidak MENYEMBUHKAN covid.

**dr. Sidi: ramuan herbal 131 itu untuk memperbaiki dan menjaga stamina tubuh karena mengandung saponin, dst (cek status-status dr. Sidi selama ini)

Kaum nyinyir: Itu HOAX! Bumbu-bumbu dibikin masakan aja! Cvd ga bisa sembuh dengan bumbu!

Apa kaum nyinyir tidak bisa membaca/mendengar dengan benar? Dulu nilai Bahasa Indonesianya berapa ya? Apa pernah ada pernyataan dari kedua dokter (dr dan drh) itu bahwa ilmu dari mereka adalah “untuk MENYEMBUHKAN cvd”? Siapa yang menebar hoax, kalau begitu?

Kalau dokter hewan kalian bilang “tidak usah mengurusi manusia”, coba pikir, mengapa Prof. drh. Wiku dipilih jadi jubir Satgas? Vaksin sebelum diuji coba ke manusia kan diuji coba ke hewan dulu? Coba pikir, yang meneliti virus (bener-bener virusnya, di lab; bukan meneliti manusia yang kena virus), itu virolog atau dokter manusia atau epidemiolog?

Berhentilah menyinyiri dan membully mereka (yang berbasis ilmu dan penelitian) yang memberikan edukasi yang benar dan menenangkan soal cvd.

Para f*ck checker berhentilah jadi fasis, membungkam info, main lapor mulu. Bukankah sejak dulu sudah biasa ada istilah “mencari second opinion”? Adalah hak kami, rakyat, untuk memilih, mau mengikuti saran dokter yang mana.

Kami jadi bertanya-tanya, apa motivasi kalian (para nyinyirun) sebenarnya? Kalian rugi apa sih, kalau rakyat membasuh hidung dan minum mpon-mpon? Kalau kami, rakyat, sehat dan berimunitas tinggi, bukannya bagus?

Salam sehat

Tetap semangat berikhtiar untuk meningkatkan imunitas tubuh.Semoga Allah SWT melindungi kita semua.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: