Kajian Timur Tengah

Beranda » Afganistan » Apa yang akan Terjadi di Afghanistan Usai Dikuasai Taliban? Begini Analisa Pengamat Timur Tengah

Apa yang akan Terjadi di Afghanistan Usai Dikuasai Taliban? Begini Analisa Pengamat Timur Tengah

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

FIXINDONESIA.COM –  Taliban telah menduduki istana kepresidenan Afghanistan. Begitu pun dengan presiden Afganistan Ashraf Ghani memilih meninggalkan negara itu untuk menghindari pertempuran. 

Juru bicara Taliban sudah berjanji tidak akan menyerang warga sipil dan ingin menjalin hubungan yang damai dengan dunia internasional. 

Taliban juga berjanji akan menegosiasikan bentuk pemerintahan mendatang. Dalam jumpa pers pertama mereka terbaru 17 Agustus 2021, juru bicara Taliban mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan balas dendam. Bahkan pihak Taliban juga mengatakan bahwa kaum perempuan akan diberi kesempatan untuk beraktivitas, bekerja di berbagai bidang,  dan mendapatkan pendidikan.

Pengamat Timur Tengah, Dina Yulianti mengatakan, dalam tiga hari terakhir, berbagai informasi bermunculan mengenai kondisi di Afghanistan. Selain kondisi chaos di airport Kabul, di media sosial juga beredar video kunjungan pejabat Taliban ke rumah sakit. 

“Mereka meminta para dokter dan perawat perempuan agar tetap bekerja. Sekolah sudah kembali dibuka dan anak-anak perempuan tidak dihalangi untuk sekolah,” jelas Dina kepada FIXINDONESIA.COM, Rabu 18 Agustus 2021. 

Dikatakan Dina, media terkemuka Afghanistan, Tolo News, yang berbasis di Kabul, menyiarkan wawancara seorang host perempuan dengan pejabat Taliban. Host perempuan tersebut hanya mengenakan kerudung biasa sehingga rambut dan lehernya masih terlihat. 

Lebih lanjut Dina menjelaskan, reporter perempuan Al Jazeera yang juga mengenakan model kerudung seperti itu, meliput suasana Kabul dan mengatakan tidak mengalami gangguan dari Taliban

“Perkembangan ini tentu menarik, karena sangat kontras dengan citra Taliban selama ini. Namun perlu diingat juga bahwa ini baru tiga hari (sejak Minggu),” tambahnya. 

Terlalu cepat untuk memastikan segala sesuatunya, lanjut Dina, waktu yang akan membuktikan, apakah Taliban memenuhi janji-janji mereka.  

“Dunia akan menunggu, apakah Taliban sekarang adalah versi baru, alias Taliban 2.0; atau masih sama seperti dulu pada periode 1996 sampai 2001, ketika mereka menerapkan gaya pemerintahan yang sangat ekstrim,” pungkas wanita yang juga merupakan Dosen di Universitas Padjadjaran itu.***

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: