Kajian Timur Tengah

Beranda » Afganistan » Cara Menjadi Pengamat Timteng Yang “Bener”

Cara Menjadi Pengamat Timteng Yang “Bener”

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/547067159959637

Menjadi pengamat Timteng yang “bener” (yang didasarkan pada riset, membaca, dan mendengar sebanyak-banyaknya, baik info yang ada di media, maupun saluran-saluran lain) tidak mudah. Lebih mudah memang baca sedikit, lalu asal komentar.

Berusaha menjadi pengamat yang “bener” pun sering disalahpahami.

Misalnya, kalau menulis soal kejahatan AS di Afghanistan dan setuju penarikan mundur tentara AS, komentator pro AS akan bilang “oh, jadi lo pro Taliban?”

Di saat yang sama, saat mengkritisi kejahatan pada “jihadis” di Suriah dan kelakuan para pengepul donasi Suriah, dengan cepat berbagai tuduhan keji dilemparka oleh fans mereka.

Karena kajian Timteng itu penting (karena ada dampaknya pada kehidupan di Indonesia), saya ingin kasih “nasehat” kepada semua pihak yang berminat pada isu-isu Timur Tengah: silakan cek di video ini lihat betapa kompleks situasinya.

Part 1: Seorang pengepul donasi untuk Suriah, karena marah saya membongkar perilaku mereka [yang pro-jihadis/teroris Suriah] di Podcast Deddy Corbuzier, dia mengatakan bahwa “biasa aja kalau orang mendukung salah satu pihak dalam konflik.. …dan mengaku, “kita cenderung pada Taliban..”

Part 2: Dia mendoakan saya dan orang-orang yang dia tuduh sebagai “rafidhah lainnya” cepat mati, menyusul alm. Ust. Jalaluddin Rakhmat. [betapa takfirinya si pendukung Taliban ini!]

Part 3: Eh ternyata, di Afghanistan, Taliban berbaik-baik pada kaum Syiah.

Part 4: Saya menduga, para fans Taliban [yang takfiri] di Indonesia akan menjawab, “oh, itu sih bagian dari poliitk, sebenarnya di hati mereka tidak demikian”. Itulah yang dikatakan si pro-Taliban pengepul dana Suriah ini, ketika mengomentari soal Erdogan yang hadir dalam majelis Asyura di Turki.

Artinya:

A. para fans Taliban [yang takfiri, mungkin saja ada yang tidak] di Indonesia mendukung kemunafikan

B. mereka yang takfiri ini, mereka mendukung PEMBUNUHAN pada umat Syiah.

Part 5: Hillary Clinton (saat jadi Menlu AS) mengakui bahwa AS-lah yang dulu mendirikan dan mendanai Mujahidin dan Taliban.

Ini adalah pesan untuk dua pihak:

A. para fanatik AS… woy, yang bikin para “teroris” itu negeri junjungan kalian lho!

B. para fanatik Taliban…hey, kamu tidak sadar sedang dimanfaatkan oleh AS selama ini, mulai dari era Perang Afghanistan sampai perang Suriah? Apa kini kalian masih mau dipake oleh “mereka” untuk mengacau NKRI??

Part 6: Kejahatan tentara AS di Afghanistan. Kalian pikir rakyat Afghanistan senang diperlakukan seperti itu 20 tahun? Bisa saja mereka tidak pro-Taliban, tapi mereka menderita di bawah pendudukan AS, sehingga memutuskan membantu Taliban melawan AS. Penderitaan mereka riil, data-data validnya sangat banyak tersedia.

**

KESIMPULAN UMUM: menganalisis Timur Tengah tidak bisa dilakukan kalau Anda takfiri (sehingga lebih Taliban daripada Taliban; lebih Erdogan daripada Erdogan); atau fanatik buta pada Amerika Serikat/Zionis; atau bahkan fanatik buta pada China/Iran (lebih China daripada China/ lebih Iran daripada Iran).

Yang terbaik itu adalah yang sedang-sedang saja. Fokusnya tetap: mempelajari Timur Tengah tujuannya adalah agar kita bijak dalam menyikapi kondisi di dalam negeri.

#SayaNKRI

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: