Kajian Timur Tengah

Beranda » Afganistan » Terkuak! Ini Awal Mula Hubungan Indonesia-Afghanistan Terjalin

Terkuak! Ini Awal Mula Hubungan Indonesia-Afghanistan Terjalin

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Pengamat Timur Tengah, Dina Yulianti mengisahkan awal mula hubungan IndonesiaAfghanistan terjalin. 

Menurut Dina, Afghanistan adalah di antara negara-negara yang paling awal mengakui kemerdekaatn RI, yaitu pada tahun 1947. Pada tahun 1961 Presiden Sukarno pernah berkunjung ke Afghanistan

“Lalu Presiden Afghanistan, Karzai datang ke Jakarta 2012 dan Presiden Ghani tahun 2017. Presiden Jokowi melakukan kunjungan balasan tahun 2018,” ungkapnya kepada FIXINDONESIA.COM, Selasa 31 Agustus 2021. 

Dina menjelaskan, selama masa kekuasaan Taliban 1996-2001, pemerintah Indonesia menutup KBRI Kabul dan baru dibuka kembali tahun 2004. 

Kemudian pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah Indonesia berupaya berperan aktif untuk memediasi kelompok-kelompok yang bertikai di sana. 

“Antara lain waktu itu dengan bantuan BIN, berhasil dijalin hubungan dengan para ulama di berbagai provinsi,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai dosen di Universitas Padjadjaran. 

Pada tahun 2011, para ulama dari berbagai faksi, juga beberapa tokoh masyarakat, diundang datang ke Jakarta dalam acara Forum Silaturahmi Perdamaian Afghanistan (FSPI). Tuan rumah FSPI adalah Nahdlatul Ulama karena Indonesia memandang bahwa peran ulama sangat diperlukan untuk mendamaikan berbagai faksi di Afghanistan.

Dalam FSPI ini kepada delegasi Afghanistan diperkenalkan konsep-konsep keislaman yang dianut bangsa Indonesia, yaitu moderat (tawasuth), berimbang (tawazun), toleransi (tasamuh), dan adil (i’tidal). 

Konsep-konsep inilah yang bisa membuat bangsa Indonesia dari berbagai suku dan agama bisa bersatu dan hidup rukun. Di antara delegasi yang datang adalah tokoh elit Taliban, Abdul Salam Zaeef. 

Pada masa Presiden Jokowi, Indonesia terus membantu upaya mediasi ini dengan mengadakan pertemuan ulama Afghanistan, Pakistan, Indonesia (Trilateral Ulema Conference). Lagi-lagi ini menunjukkan bahwa bagi Indonesia, pendekatan yang dilakukan ulama adalah langkah penting untuk mendamaikan Afghanistan

Indonesia juga menjadi anggota the Quint (bersama Qatar, Uzbekistan, dan Norwegia) yang memfasilitasi perundingan intra-Afghan di Doha,” pungkasnya menjelaskan terkait awal mula hubungan IndonesiaAfghanistan terjalin.***

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: