Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Minyak Iran Tiba di Lebanon

Minyak Iran Tiba di Lebanon

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Lebanon saat ini dalam kondisi krisis. Pemerintahan tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik; krisis internal, sistem politik yang buruk (sistem konfesionalisme, posisi dibagi-bagi berdasarkan agama dan mazhab), embargo dan campur tangan AS (dan sekutunya) membuat Lebanon menghadapi krisis ekonomi dan politik yang parah.

Salah satu kesulitan terbesar saat ini adalah krisis BBM. Antrian panjang terjadi untuk membeli BBM. Kondisi ini merembet pada naik drastisnya harga bahan pokok, dan terhalangnya berbagai layanan publik (misal, rumah sakit tidak ada listrik).

Iran menawarkan bantuan, mau menjual minyaknya ke Lebanon. Tapi pemerintah Lebanon tidak berani, karena Iran disanksi AS. Yang berani beli minyak Iran akan kena sanksi AS. Akhirnya, Hezbollah yang turun tangan, membeli minyak Iran.

Untuk bisa masuk Lebanon selatan (kawasan dimana Hezbollah memusatkan aktivitas sosial-politiknya), minyak harus dibawa ke Suriah. Tentu ini melanggar “aturan” AS juga. Tapi Suriah melawan dan mengizinkan konvoi minyak Iran lewat, untuk lanjut ke Lebanon.

Kemarin (Kamis, 16 Sept 2021), konvoi tanker pertama datang dan disambut hangat oleh warga,

Iran, Suriah, dan Hezbollah disebut kubu “resistensi” (muqawamah/ axis of resistance). Mereka bersatu untuk melawan AS dan Israel (dan sekutu-sekutu mereka, termasuk sebagian elit Lebanon sendiri; kalau di Suriah, sekutu AS adalah “jihadis”).

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: