Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Iran Melawan Embargo AS

Iran Melawan Embargo AS

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

AS telah mengembargo Iran selama puluhan tahun, termasuk menghalangi Iran untuk menjual minyaknya. Iran melakukan perlawanan dengan tetap menjualnya, tentu saja ke negara yang berani membeli. Negara-negara yang berada di bawah tekanan AS tidak berani membeli, karena akan kena sanksi oleh AS. Korea Selatan misalnya, pernah menjadi pembeli minyak Iran, tapi setelah terancam sanksi AS, akhirnya berhenti membeli di tahun 2018, dan bahkan tidak membayar uang minyak tsb selama 3 tahun (sampai sekarang). Alasan mereka, karena transfer uang ke Iran terhalang aturan embargo AS. Korsel punya utang 7,8 M USD ke Iran.

Upaya AS menjegal penjualan minyak Iran juga melalui penghadangan langsung kapal tanker yang membawa minyak Iran. di perairan internasional. Pernah ada kapal tanker yang membawa minyak Iran juga (ke Venezuela), lalu dicuri oleh AS. Hal ini bisa terjadi karena awak kapal tanker tsb (bukan orang Iran), bekerja sama dengan AS.

Bisa dibilang, AS adalah superpower yang menjelma jadi bajak laut. Di Suriah, AS juga menaruh pasukannya di seputar ladang-ladang minyak, dengan alasan “melawan terorisme”. Lalu, minyak Suriah dibawa keluar, tanpa seizin pemerintah Suriah.

Pekan yll, “bentrokan” terjadi antara AL AS dan AL Iran. AS berusaha menyita sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak Iran yang dipersiapkan untuk diekspor, mengalihkan muatannya ke kapal tanker lain, dan menggiring kapal itu ke arah yang tak diketahui. Kejadiannya di Laut Oman.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang melakukan pengawasan, kemudian mengambil tindakan. Dengan helikopter, IRGC mendaratkan pasukannya ke kapal tanker itu dan menyitanya. AL AS berusaha menghambat jalur kapal itu dengan menggunakan helikopter dan kapal perang, tapi gagal. Kapal tanker itu akhirnya bisa dibawa masuk ke perairan Iran.

Awalnya, AS sama sekali tidak bersuara atas kejadian ini. Setelah lewat sepekan, akhirnya Iran merilis video “bentrokan” di Laut Oman itu. Barulah AS (dibantu media-media besar) memberikan bantahan ini-itu, tapi rekaman video memberikan bukti bahwa memang AS “tidak berdaya”. Komentar dari analis politik internasional, Dr. Marandi (Tehran Univ), “They backed down, because they knew Iran was ready to use force.”

—————

Video yang di web ini sudah diberi penjelasan dalam bahasa Indonesia. https://liputanislam.com/…/video-tegang-pasukan…/

Video versi panjang (tapi ga ada sub Indonesia) https://www.youtube.com/watch?v=Xf-vn7LuutA

Foto: kapal milik angkatan laut IRGC, kecil-kecil cabe rawit.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: