Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » “Jihadis” dari Idlib Sudah Tiba di Ukraina

“Jihadis” dari Idlib Sudah Tiba di Ukraina

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Sebenarnya sejak 1 Maret 2022, Wakil Menlu Suriah, Bashar Jaafari, sudah memperingatkan bahwa sangat mungkin milisi ISIS dan milisi Al Qaida dari Suriah akan dikirim oleh AS ke Ukraina. Karena, sejak lama Suriah mengetahui bahwa AS mengirimkan milisi “jihad” ke kawasan konflik lainnya, antara lain Afghanistan. Karena itu, sangat mungkin, AS akan mengirim mereka juga ke Ukraina. [1]

Akhirnya, kemarin (8/3) Al Mayadeen mengkonfirmasi perkiraan itu. “Jihadis” dari Idlib, yang berasal dari kelompok Hay’at Tahrir Al Syam (HTS) sudah tiba di Ukraina. HTS ini semula bernama Jabhah Al Nusra (JN). JN ini sudah resmi masuk list teroris oleh PBB, lalu mereka ganti nama. JN dan berbagai milisi lain (ada ratusan nama) di Suriah adalah “keturunan” dari Al Qaida, makanya sering disamakan saja penyebutannya: “Al Qaida.”

INILAH SEBABNYA saya membuat podcast khusus untuk membahas soal Rusia dan Islam. Supaya banyak yang melek dan paham, seperti apa sebenarnya kondisi kaum Muslim di Rusia. Supaya, kalau di Indonesia mulai lagi ada yang berisik, menyeru “jihad” ke Ukraina untuk melawan apa yang mereka sebut “rezim komunis Rusia yang anti-Islam,” Anda sekalian sudah punya informasi yang benar, dan bisa berpartisipasi dalam mengedukasi publik.[2]

Berikut ini ringkasan isi berita dari Al Mayadeen [3]:

Hampir 450 ekstremis Arab dan warga negara asing telah tiba di Ukraina dari Idlib untuk berperang melawan pasukan Rusia; tiga hari setelah mereka meninggalkan Suriah, melewati Turki. Sekitar 300 petempur ini adalah warga negara Suriah yang berasal dari pedesaan Idlib dan Aleppo, sementara 150 lainnya adalah warga negara Belgia, Prancis, Cina, Maroko, Tunisia, Chechnya, dan Inggris.

Adapun kompensasi finansial, sumber mengatakan para petempur dari Suriah ini akan menerima sekitar $1200-$1500, tetapi tidak tahu, warga negara mana yang akan menerima bayaran.

Presiden Ukraina, V. Zelensky, sebelumnya telah menyatakan bahwa 16.000 tentara bayaran asing akan berperang untuk negara itu. Presiden Rusia, Vladimir Putin telah memperingatkan Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam pertemuan mereka Jumat lalu, tentang meningkatnya jumlah tentara bayaran asing yang beroperasi di Ukraina, termasuk yang datang dari Albania dan Kroasia, dan “jihadis” yang datang dari Kosovo.

—-

Pertanyaan: Militer Ukraina saat ini didominasi kelompok ultra-kanan-jauh (neo-Nazi). Mereka ini sangat ekstrem, mendambakan kejayaan kaum kulit putih. Apa mereka di medan tempur bisa bekerja sama dengan “jihadis”?

Jawaban: bisa, karena musuhnya sama dan ada uangnya; ini sudah terbukti di Suriah, berbagai milisi dengan “aliran” yang berbeda (misal: ISIS vs Al Qaida vs FSA) bisa bekerja sama dalam upaya menggulingkan Assad. Tapi, mereka juga saling bunuh ketika terjadi beda pendapatan dan perebutan wilayah.

——–

[1] https://www.farsnews.ir/…/Damascs-Warns-US-Cld-Transfer…

[2] Podcast Rusia & Islam: https://youtu.be/ab7Gstd-S94

[3] https://english.almayadeen.net/…/450-arab-and-foreign…

——–

UPDATE berdasarkan info KOMENTATOR:

1. Ada yang memberitahu bahwa Putin terakhir bertemu Scholz adalah 15 Februari 2022 dan itu sebelum serangan Rusia. Dan itu bukan hari Jumat. Sumber:

https://www.bundesregierung.de/…/pressekonferenz-von…

2. Ada yang memberitahu berita lama dengan foto yang sama:

https://www.agenzianova.com/…/la-turchia-invia-nuovi…/

Komen: betul, fotonya sama. Tapi, pengiriman milisi Suriah ke Libya memang terjadi. Makanya di paragraf awal saya sebutkan pernyataan dari Wakil Menlu Suriah itu: bahwa selama ini memang pengiriman milisi ke berbagai wilayah konflik sudah terjadi, antara lain Afghanistan. Selain itu, pernah terjadi juga pengiriman “jihadis” ke Azerbaijan (dalam perang melawan Armenia) dan Burkina Faso.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: