Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Mengenang Serena Shim

Mengenang Serena Shim

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Dua hari yang lalu, di sebuah akun di Twitter (saya lupa akun apa) ada yang mengucapkan selamat Hari Perempuan Internasional (tanggal 8 Maret) sambil mengenang jurnalis perempuan bernama Serena Shim.

Kematian Serena Shim sangat terkait dengan konflik Suriah. Dia warga AS, tapi bekerja untuk Press TV (Iran). Dia meliput di perbatasan Suriah-Turki dan pada 2013 telah melaporkan bahwa pasukan ISIS dan milisi Al Qaida lainnya secara bebas masuk ke Suriah melalui perbatasan Turki; ada kamp-kamp pelatihan teroris yang disamarkan sebagai ‘kamp pengungsi’, dan ada suplai senjata dari Pangkalan Udara AS Incirlik di Turki kepada teroris di kamp-kamp tersebut.

Pada Oktober 2014, Serena tewas secara mencurigakan dalam kecelakaan mobil di perbatasan Turki-Suriah. Usianya baru 29 tahun.

Tahun 2014 bisa disebut “masa jaya”-nya para “jihadis” (dari berbagai nama, berbagai kelompok), nyaris 80% wilayah Suriah mereka kuasai. Militer Suriah sudah kewalahan, dan kemudian minta tolong kepada negara-negara sahabatnya, termasuk Iran dan Rusia.

Tahun 2015, seorang Jenderal Iran, Qassem Soleimani, diberitakan datang ke Rusia, meyakinkan Putin untuk bergabung melawan ISIS dan afiliasi Al Qaida. Putin adalah presiden yang rasional, dia paham resiko bila membiarkan milisi-milisi teror itu menang, aksi teror akan berlanjut ke jalanan Moskow.

Ada ribuan milisi Chechen yang bergabung dengan ISIS-Al Qaida di Suriah. Perlu dicatat, bangsa Chechen (Chechnya) umumnya adalah Muslim Aswaja yang cinta damai dan antiteror, namun sejak merebaknya ideologi takfiri-Wahabi (yang memang menyebar masif ke berbagai penjuru dunia, termasuk juga Indonesia) banyak orang Chechen yang bergabung dengan milisi teror. Tapi secara resmi, Republik Chechnya adalah Aswaja dan antiterorisme. Dalam konflik Rusia vs AS (+Ukraina), pasukan Chechnya membantu Rusia (karena Chechnya tetap bagian dari Federasi Rusia)

Dengan bergabungnya Rusia mulai September 2015, perlawanan terhadap ISIS dan ratusan milisi afiliasi Al Qaida itu berjalan sangat efektif. Rusia dan tentara nasional Suriah (SAA) melakukan serangan udara ke basis-basis kelompok teror, sementara milisi gabungan bentukan Jend. Soleimani (beranggotakan sukarelawan Suriah dan dari berbagai negara lain) dengan koordinasi bersama SAA, melakukan serangan darat.

Padahal, sejak Agustus 2014, AS sebenarnya sudah membentuk pasukan koalisi untuk melawan ISIS. Tapi yang sering terjadi, saat SAA hampir mengalahkan ISIS, tiba-tiba saja pesawat tempur AS datang membombardir tentara Suriah. Alasannya selalu saja “salah tembak.” Makanya AS sering diolok-olok sebagai “angkatan udaranya ISIS.”

Segera setelah bergabungnya Rusia, terjadi perimbangan kekuatan. Bahkan Rusia membongkar aib-aib AS dan Turki. Dengan pantauan satelit yang dilakukan Rusia, terlihat bahwa ISIS mencuri minyak Suriah, lalu dibawa ke Turki dengan sepengetahuan AS (lalu, berbagai laporan Serena tahun 2013 akhirnya terkonfirmasi).

Semoga Serena kini tenang di alam sana, karena ia gugur dalam menjalankan tugas menyampaikan kebenaran pada dunia.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: