Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Tentang “Jihadis” Versi Eropa (2)

Tentang “Jihadis” Versi Eropa (2)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/367417491923130

Ada yang protes, kok pakai kata “jihad”, dan menuduh saya secara “terselubung” sedang merendahkan Islam. Maaf ya, yang pakai kata “jihad” bukannya para teroris dan simpatisannya di Indonesia? Saya justru 10 tahun perang Suriah menulis entah berapa ribu kali, menggunakan tanda kutip “jihad” untuk menjelaskan dan membedakan bahwa “jihad” versi para teroris tidak sama dengan jihad yang diajarkan Islam. Fatwa dari berbagai ulama sudah menjelaskan hal ini.

Poin tulisan saya (bagian-1 dan ke-2) ini menunjukkan bahwa ekstremisme bisa muncul di kalangan mana saja, dan sangat rentan dimanfaatkan oleh kekuatan yang punya modal. Di Ukraina, “jihad” (“perjuangan”) mereka adalah demi “kejayaan kaum kulit putih”. Imigran, suku-suku yang berbeda, silakan minggir. Kalau tidak mau minggir, dibunuh. Ideologi ini sudah menyebar ke berbagai negara Eropa. Mirip kan dengan yang terjadi di Suriah: yang kafir mati saja, penggal saja, bom saja.

Isi video yang saya sertakan ini: AS membantu militer Ukraina (Azov Batalion sudah diintegrasikan dalam militer resmi Ukraina sejak 2016) dan di Suriah, mereka juga yang membiayai dan mempersenjatai “pemberontak.”

Baik ekstremis ultra-kanan (neo-Nazi) maupun “ultra-kanan” di kalangan Muslim (yang salah kaprah dalam memaknai “jihad”), ternyata: sama-sama pion AS untuk menguasai sebuah negara.

Jadi, dalam menganalisis sebuah konflik, memang di level domestik seolah rumit (karena banyak faksi), tapi kalau kita memakai rumus “follow the money,” dengan cepat bisa segera terlihat petanya.

Jadi, orang Indonesia seharusnya jangan sibuk membela-bela neo-Nazi (menutup-nutupi “ga ada itu neo-Nazi, hoax itu!”) atau membela-bela “jihadis” di Suriah (sampai sekarang mereka masih menyebarkan narasi bahwa yang mereka lakukan di Suriah adalah “jihad” melawan rezim kafir pembantai Muslim).

Kalau melulu berdebat di tataran itu, ya kalian sama saja jadi pion yang dimanfaatkan AS.

Yang perlu kita lakukan adalah gali lebih dalam. Identifikasi, penjahat sebenarnya itu siapa? Lalu cek, di negara sendiri, ada tidak pola yang mirip dan aktor yang mirip? Jawabannya: ada.

Dah gitu aja.

Referensi ttg AS mempersenjatai neo-Nazi: https://therealnews.com/the-us-is-arming-and-assisting…

Kalau kalian masih mencoba menutupi dengan tuduhan “ini media tidak kredibel,” coba cek link sumber-sumber yang dipakai di tulisan ini, lalu telaah sendiri. Gitu caranya.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: