Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Pandangan Assad soal Konflik Rusia-Ukraina

Pandangan Assad soal Konflik Rusia-Ukraina

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Beberapa komentator yang sempat saya baca (tidak semuanya terbaca, tentu saja, saya harus bagi waktu dengan pekerjaan utama), ada yang sedemikian lugunya “Kok AS yang disalahin?! Udah jelas Rusia yang menyerang duluan?!” Ada juga orang yang sok tau, menulis status sinis, “Pokoknya semua salah Amerika!”

Nah, terus-terang saya tidak punya kesabaran untuk menjelaskan kepada mereka yang unyu-unyu ini. Padahal, mungkin saja mereka ini memang serius bertanya karena ga paham. Mungkin benar-benar unyu-unyu karena usia muda, atau usia udah tua tapi kemarin-kemarin tidak tertarik pada politik internasional.

Tapi saya memang paling kesel kalau ada yang nanya bab 1 padahal saya sudah lanjut bahas bab 8 atau 9. Jadi silakan nanya aja ke orang lain. Atau simak pidato Mr. Bashar Assad ini. Eh, tapi nanti ada lagi follower orang-orang yang sok tau soal Timur Tengah, dan nanya lagi, “Assad kan diktator? Masa didengerin kata-katanya?”

Ya sudahlah. Ini buat yang mau dengar saja. Buat yang ngajinya sudah Bab 8 atau 9 (mengikuti saya dari awal), dari pidato ini kita bisa melihat mengapa Assad bisa bertahan meskipun negerinya 10 tahun diperangi “jihadis” yang di belakangnya ada negara-negara NATO, plus Teluk, lalu bahkan AS dan Turki benar-benar kirim pasukan ke Suriah dan secara ilegal menduduki beberapa wilayah Suriah hingga hari ini. Kuncinya adalah: dia tahu siapa yang sesungguhnya dilawan. Dia melawan “jihadis” dengan kesadaran penuh, siapa sebenarnya di belakang “jihadis” ini.

Ini pula yang perlu diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Kalau serius mau memberantas “terorisme”, bukan hanya menangkapi yang di lapangan dan yang koar-koar di medsos. Tangkap juga orang-orang besar dan negara-negara besar di baliknya.

Dan mereka yang ada “di balik” ini justru sangat mungkin bukan berideologi “radikal.” Parameter mereka cuma uang dan kepentingan mereka, persetan dengan ideologi yang dipakai. Kalau pidato Assad disimak baik-baik, pasti Anda nyambung dengan pernyataan saya ini.

(ini bukan channel saya ya, ga tau siapa yang punya; terima kasih sudah kasih subtitle.)

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: