Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Diplomat AS Memang Suka Berdusta

Diplomat AS Memang Suka Berdusta

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Di video ini, dua pakar HI terkemuka dari AS, yaitu Prof Mearsheimer dan Stephen Walt, berdebat dengan mantan Dubes AS untuk Rusia, Michael McFaul, dan politisi Polandia, Radosław Sikorski.

Dalam konteks konflik Rusia vs Ukraina, Polandia ini sangat pro-AS, dan memang Polandia musuh bebuyutan Rusia (perseteruan di Eropa sejak zaman dulu).

Nah, Mearsheimer dan Walt ini adalah pemikir HI dari mazhab realis, intinya begini: Rusia merasa terancam oleh gerakan AS & NATO di perbatasannya; hal yang sama terjadi: AS juga merasa terancam ketika ada negara lawan yang bikin gerakan mencurigakan di “halaman belakangnya” (negara-negara Amerika Latin).

(Soal realisme ini, baca tulisan saya sebelumnya:https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797)

Nah, si eks-Dubes AS ini bilang “Rusia tu harusnya ga usah kuatir, Ukraina tu ga akan masuk NATO!”

Dijawab sama Dr. Stephen Walt, “Lho, bukannya selama tahun 2021, diplomat-diplomat AS berulang-ulang bilang bahwa Ukraina akan diterima masuk NATO? Apa para diplomat itu bohong?”

Si eks Dubes jawab, “IYA! Inilah dunia nyata gaesss!!” Lalu tertawa terbahak-bahak (demikian pula hadirin).

Walt menjawab lagi, “Kalau kalian bohong, gimana kalian berharap Rusia percaya sama omongan kalian??”

Pelajaran buat pemerintah dan politisi Indonesia (dan rakyat Indonesia): hati-hati, selalu dahulukan kepentingan NKRI, jangan tertipu omongan manis (dan kucuran dana) berkedok “demokrasi”, “HAM”, “antiradikalisme”, “toleransi”, “melawan pandemi” dll.

Kita harus mandiri: kita hormati HAM, kita tegakkan demokrasi, kita lawan radikalisme &terorisme, kita lawan pandemi, tapi dengan kemandirian, bukan dengan mengikuti doktrin pihak lain yang jelas-jelas tukang bohong.

Logika saja: kan sudah terbukti, yang menyalurkan senjata ke teroris di Suriah adalah AS (bersama negara-negara proxy mereka di Teluk), yang sekarang ‘melindungi’ teroris yang masih bercokol di Suriah adalah militer AS; beberapa politisi AS sendiri sudah mengecam pemerintah mereka untuk urusan ini. Lha kok malah AS yang mengajari/mendanai orang Indonesia untuk program anti-radikalisme?

Kata Cak Lontong: mikiir…

Video lengkap acara debat: https://www.youtube.com/watch?v=EhgWLmd7mCo

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: