Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Soros dan Virus

Soros dan Virus

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/998932677293343

Menyambung tulisan saya sebelumnya soal “konspirasi.” Mereka yang aktif mengamati politik global, tentu kenal nama George Soros. Menyebut namanya sering diidentikkan dengan “teori konspirasi” (sama seperti kalau kita sebut nama Bill Gates). Padahal, sangat mungkin untuk membahas Soros dengan data dan pengambilan konklusi yang logis.

Dalam krisis moneter Asia 1998, yang akhirnya membuat Suharto lengser, dan Indonesia beralih menjadi negara yang lebih demokratis (dan di saat yang sama, lebih neoliberal, lebih membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing), Soros berperan penting.

Dalam berbagai revolusi berwarna di Eropa timur, juga penggulingan rezim-rezim di Timur Tengah, kita bisa menemukan data valid mengenai peran NGO-NGO “demokrasi” yang didirikan Soros. Untuk Rusia, NGO/yayasannya Soros (Open Society) sudah lama berupaya menumbangkan Putin dengan cara klasik “gerakan demokratisasi.” Tahun 2015, akhirnya Rusia melarang semua aktivitas yayasan Soros dengan alasan “mengancam keamanan negara.” Lalu, Soros pun terang-terangan, berkali-kali, mengatakan Putin harus ditumbangkan.

Tanggal 24 Mei, Soros kembali menyuarakan sikap anti-Putin (dan Presiden China Xi Jinping), melalui tulisan berjudul “The Fight of Our Live” (perjuangan hidup kita).

Untuk Putin, Soros menulis: tidak ada cara lain untuk “melindungi peradaban kita” selain dengan mengalahkan Putin.

Tapi, untuk Presiden Xi, Soros membawa-bawa c*vid. Menurutnya, kesalahan Xi dalam penanganan c*vid akan membuatnya kehilangan kekuasaan sebentar lagi.

Saya menyoroti kalimat Soros ini:

****

Banyak orang bingung dengan pendekatan Presiden Xi yang tampaknya tidak rasional terhadap pandemi ini, tetapi saya dapat memberikan penjelasan kepada Anda: Xi menyimpan rahasia kesalahan. Dia tidak pernah memberi tahu orang-orang China bahwa mereka telah divaksin dengan vaksin yang dibuat untuk varian penyakit Wuhan yang asli, padahal menawarkan sedikit perlindungan terhadap varian baru. Xi tidak bisa berterus terang tentang ini, karena dia berada pada saat yang sangat sulit dalam karirnya. Masa jabatan keduanya berakhir musim gugur ini, dan dia ingin diangkat untuk masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akhirnya menjadi penguasa seumur hidup.

****

Ada kesalahan fatal -secara sains- dalam kalimat Soros ini. Benar, vaksin yang diinjeksikan kepada rakyat China adalah vaksin berbasis virus utuh varian Wuhan, yang dimatikan (inactivated). (dan saya yakin, rakyat China sudah tahu jenis vaksin yang mereka terima).

Tapi, apakah benar vaksin berbasis virus utuh itu yang menyebabkan Shanghai dan sekitarnya dilock-down lagi? Apakah benar vaksin berbasis virus utuh tidak mempan melawan varian yang terus bermunculan?

Jawabannya: tidak benar. Tapi dari mana kita (saya) bisa yakin bahwa jawabannya demikian? Tentu karena belajar, sudah hampir 1,5 tahun terakhir ini saya mempelajari dasar-dasar virologi, imunologi, dan vaksinologi. Dan belajar dasar-dasar sains BUKAN “teori konspirasi” (ada dokter yang mengatai saya pakai “teori konspirasi” saat menulis soal c*vid).

Belajar soal virus, selain untuk menyelamatkan diri dan keluarga, sangat erat kaitannya dengan politik negara. Lihat saja sekarang, virus baru terus bermunculan. Apa anggaran negara akan terus dihabiskan untuk mengurusi virus? Apa sekolah dan bisnis akan ditutup lagi?

Tulisan Soros jelas menyebut kaitan virus dengan politik: ia memprediksi bahwa Xi sebentar lagi tumbang karena masalah c*vid. Saya pun pernah membuat podcast di Youtube dengan topik “Geopolitik dan C*vid.”

Ketika sebuah negara tidak paham dasar-dasar sains virologi, negara itu akan terus-menerus jadi objek kekuasaan besar yang mendiktekan berbagai “kebijakan” yang menguntungkan mereka. Knowledge is power, pengetahuan adalah kekuasaan.

Saran saya, BACA buku ini (tonton videonya). Saya bukan endorser, sama sekali tidak dapat keuntungan finansial dari sini. Saya merekomendasikan buku ini karena menurut saya, rakyat harus merebut pengetahuan itu, supaya tidak terus-menerus menjadi objek kekuasaan.

———

[1] Tulisan Soros https://www.project-syndicate.org/…/davos-address-open…

[2] sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=BoFflaQzW7E

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: